Referensi
Ashford, K. (2015, February 25). Shopping hungry? Here’s what happens when you hit the store on an empty stomach. Forbes.
CHWG. (n.d.). Why you should not shop hungry. Consumer Health Web Guide.
HuffPost. (n.d.). Grocery shopping hungry leads to high-calorie food choices. HuffPost.
Psychology Today. (2011, July). The neurobiology of “don’t shop when you’re hungry”. Psychology Today.
Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America. (2015). Xu, A. J., Schwarz, N., & Wyer, R. S. Jr. Hunger promotes acquisition of nonfood objects (Vol. 112, No. 9), 2688–2692.
MyHealthNewsDaily. (n.d.). Low blood sugar increases junk food desire.
ScienceDaily. (2015, February 18). Hungry people buy more than food. ScienceDaily.
5 Alasan Psikologis Jangan Belanja saat Lapar, Bikin Dompet Jebol

- Penelitian menunjukkan rasa lapar memengaruhi hormon, gula darah, dan sistem reward otak, membuat keputusan belanja jadi kurang rasional serta meningkatkan daya tarik terhadap makanan tinggi kalori.
- Lapar tidak hanya menimbulkan keinginan makan, tapi juga dorongan memiliki barang lain secara impulsif karena otak mencari kepuasan cepat tanpa mempertimbangkan kebutuhan nyata.
- Berbelanja saat lapar terbukti meningkatkan pengeluaran hingga puluhan persen lebih banyak, sebab kontrol diri menurun dan fokus bergeser dari perencanaan ke pemenuhan kebutuhan instan.
Pernah masuk supermarket cuma mau beli sabun, tapi keluar dengan sekantong besar camilan dan beberapa barang tambahan yang sebenarnya tidak ada di daftar? Kalau ya, mungkin masalahnya bukan kurang disiplin, melainkan perut kosong. Sains menunjukkan bahwa lapar bukan cuma urusan fisik, tapi juga memengaruhi cara otak mengambil keputusan, menilai harga, bahkan menentukan apa yang terasa penting untuk dibeli. Dalam kondisi tertentu, tubuh bisa ‘mengambil alih’ logika belanja kita tanpa kita sadari.
Saat lapar, tubuh mengaktifkan sistem biologis yang dirancang untuk bertahan hidup untuk mencari energi secepat mungkin. Sistem ini memengaruhi hormon, gula darah, hingga cara otak merespons imbalan dan godaan visual. Akibatnya, rak makanan tinggi kalori terlihat lebih menarik dan dorongan untuk membeli sesuatu menjadi lebih kuat. Berikut lima alasan psikologis jangan belanja saat lapar karena bisa membuat dompet lebih cepat jebol!
1. Hormon lapar mengubah cara kerja otak

Menurut artikel di Psychology Today, saat kita lapar, tubuh meningkatkan hormon ghrelin, yang berfungsi memberi sinyal bahwa kita butuh energi. Masalahnya, ghrelin bukan cuma bekerja di perut; ia juga memengaruhi sistem reward di otak. Akibatnya, makanan terlihat lebih menarik dan terasa lebih ‘bernilai’. Dalam kondisi ini, keputusan finansial jadi kurang rasional karena sistem motivasi lebih dominan dibandingkan dengan kontrol diri.
2. Lapar bikin ingin memiliki sesuatu, bukan cuma makanan

Studi yang dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Sciences menyatakan temuan menarik: rasa lapar meningkatkan kecenderungan untuk mengakuisisi barang, termasuk yang bukan makanan. Dalam eksperimen mereka, partisipan yang lapar menunjukkan dorongan lebih besar untuk memiliki objek nonmakanan dibandingkan dengan mereka yang kenyang. Artinya, lapar menciptakan mindset “ingin mendapatkan sesuatu sekarang”. Ini menjelaskan kenapa saat perut kosong, bukan cuma camilan yang masuk troli, tapi juga barang impulsif yang sebenarnya tidak kita butuhkan.
3. Otak otomatis memilih makanan tinggi kalori yang kurang sehat

Dilaporkan oleh HuffPost, penelitian menunjukkan bahwa orang yang berbelanja dalam kondisi lapar cenderung memilih lebih banyak makanan tinggi kalori dibandingkan dengan mereka yang sudah makan sebelumnya. Temuan ini juga ditegaskan dalam liputan di MyHealthNewsDaily yang menjelaskan bahwa ketika gula darah menurun, otak meningkatkan keinginan terhadap makanan tinggi gula dan tinggi energi. Tubuh sedang mencari solusi cepat, dan rak camilan adalah jawaban paling instan.
4. Gula darah rendah memperkuat craving

Ketika kadar glukosa darah turun, area otak yang berkaitan dengan keinginan dan reward menjadi lebih responsif terhadap makanan tinggi kalori. Itu sebabnya saat kita lapar dan mengalami penurunan gula darah, daya tarik visual dan keinginan terhadap junk food semakin menggebu. Dalam konteks belanja, ini berarti produk-produk manis, asin, atau berlemak tampak jauh lebih menggoda dari biasanya. Bukan karena kita lemah, tapi karena sistem biologis memang sedang mendorong pencarian energi cepat.
5. Meningkatkan kecenderung belanja lebih banyak dan mahal

Berbelanja dalam keadaan lapar dapat meningkatkan jumlah pengeluaran, bahkan untuk barang nonmakanan. Rasa lapar menggeser fokus dari perencanaan ke pemenuhan kebutuhan langsung. Rilis yang dirangkum oleh ScienceDaily melaporkan bahwa partisipan yang merasa lapar menghabiskan sekitar 64% lebih banyak uang dibandingkan dengan mereka yang tidak lapar. Hal ini juga ditekankan oleh Community Health Works yang mengingatkan bahwa belanja saat lapar sering kali membuat orang keluar dari daftar belanja dan membeli lebih banyak dari yang direncanakan. Ketika kontrol diri turun, strategi anggaran pun ikut goyah.
Penelitian-penelitian ini menunjukkan bahwa keputusan belanja bukan selalu soal niat atau disiplin, melainkan juga kondisi fisiologis saat itu. Alasan psikologis jangan belanja saat lapar menciptakan bias kognitif: kita menilai sesuatu terasa lebih mendesak, lebih menarik, dan lebih layak dibeli. Dalam konteks ekonomi perilaku, ini adalah contoh bagaimana tubuh bisa memengaruhi preferensi dan pengeluaran tanpa kita sadari. Jadi, sebelum menyalahkan diri sendiri karena troli yang terlalu penuh, mungkin yang perlu dilakukan sesederhana mengisi perut dulu, baru mengisi keranjang.






![[QUIZ] Tradisi Bulan Puasa Ramadan di Indonesia, Ada yang Kamu Tahu?](https://image.idntimes.com/post/20240829/wz28fpjt-217-b772c5a959c6c17749eb29905ac42cde.jpg)

![[QUIZ] Apakah Kamu Lebih Pintar dari Anak Kelas 2 SD? Cek di Sini](https://image.idntimes.com/post/20240917/apakah-kamu-lebih-pintar-dari-kelas-2-sd-2-797dda6fac07abb51e5215f6d384a270.jpg)







![[QUIZ] Tebak Fenomena Alam yang Pernah Terjadi Sepanjang Sejarah di Bumi](https://image.idntimes.com/post/20250604/1000098864-5a4e3a860dbf6ff604dfd0b178ae4525-d39c80742e988e03877cb34582d9bfe6.jpg)

