Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Alasan Kucing Tidak Jago Menyeberang Jalan, Hati-hati!

6 Alasan Kucing Tidak Jago Menyeberang Jalan, Hati-hati!
kucing (pexels.com/EyyupErten)
Intinya Sih

  • Insting menghindar yang salah sasaran

  • Kebingungan akibat sorot lampu kendaraan

  • Fokus terpecah karena insting berburu

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pernahkah kamu merasa jantungmu mau copot saat melihat seekor kucing tiba-tiba berlari melintasi jalan raya tepat di depan kendaraanmu? Padahal sebagai hewan predator, kucing dikenal memiliki refleks yang sangat cepat dan tubuh yang luar biasa lincah. Namun anehnya, ketangkasan tersebut seolah hilang seketika saat mereka berhadapan dengan aspal dan kendaraan yang melaju kencang. Banyak pemilik kucing yang harus menelan pil pahit kehilangan hewan kesayangan mereka akibat kecelakaan lalu lintas yang sebenarnya bisa dijelaskan secara ilmiah.

Fenomena ini bukan disebabkan karena kucing hewan yang ceroboh atau kurang pintar. Masalah utamanya terletak pada ketidaksesuaian antara insting alamiah mereka yang terbentuk selama ribuan tahun dengan teknologi kendaraan modern yang bergerak terlalu cepat. Pola pikir yang menyelamatkan mereka dari predator di alam liar justru menjadi bumerang mematikan saat diterapkan di jalanan kota. Berikut beberapa alasan mengapa kucing sering kali gagal memperhitungkan bahaya saat hendak menyebrang jalan.

1. Insting menghindar yang salah sasaran

ilustrasi kucing
kucing (pexels.com/Pixabay)

Kucing bukanlah predator puncak di rantai makanan sehingga mereka memiliki mekanisme pertahanan diri khusus saat dikejar pemangsa yang lebih besar. Strategi alami mereka adalah menunggu hingga musuh mendekat lalu lari memotong jalur di detik terakhir untuk memaksa pemangsa mengubah arah atau mengerem mendadak. Sayangnya taktik ini menjadi sangat fatal ketika diterapkan pada kendaraan karena mobil memiliki kecepatan dan lebar yang jauh melebihi hewan buas mana pun, sehingga pengemudi mustahil bisa berhenti dalam waktu sesingkat itu.

2. Kebingungan akibat sorot lampu kendaraan

mobil
mobil (pexels.com/ValeriaBoltneva)

Situasi menjadi jauh lebih berbahaya saat malam hari karena penglihatan kucing sering kali terganggu oleh sorot lampu kendaraan yang menyilaukan. Mata mereka kesulitan membedakan antara sumber cahaya dengan bodi mobil yang sebenarnya, sehingga kalkulasi jarak dan kecepatan menjadi sangat tidak akurat. Kondisi ini sering menyebabkan kucing diam mematung atau justru berlari ke arah yang salah karena pandangan mereka kabur akibat efek silau yang tidak pernah mereka temui di alam liar.

3. Fokus terpecah karena insting berburu

kucing calico berkelamin betina
kucing calico (unsplash.com/MaryHammel)

Rasa ingin tahu dan insting berburu yang tinggi sering kali membuat fokus kucing terpecah total saat berada di pinggir jalan. Ketika melihat mangsa potensial seperti burung atau tikus di seberang jalan, mereka mengalami semacam penglihatan terowongan di mana perhatian mereka terkunci sepenuhnya pada target tersebut. Akibatnya mereka mengabaikan suara bising mesin atau laju kendaraan yang mendekat karena otak mereka memprioritaskan pengejaran mangsa di atas keselamatan diri sendiri.

4. Dorongan teritorial dan mencari pasangan

kucing putih
kucing putih (unsplash.com/IanTalmacs)

Naluri untuk menjaga wilayah kekuasaan, memaksa kucing melakukan patroli rutin yang sering kali mengharuskan mereka menyebrang jalan raya. Risiko kecelakaan ini meningkat drastis pada kucing yang belum disteril karena mereka memiliki dorongan biologis kuat untuk berkelana lebih jauh demi mencari pasangan kawin. Perjalanan ini sering kali membuat mereka nekat melintasi area lalu lintas padat yang seharusnya dihindari demi memperluas jangkauan pencarian mereka.

5. Kecerdasan jalanan tidak menjamin keselamatan

kucing Mekong Bobtail
kucing Mekong Bobtail (commons.wikimedia.org/AlexOpryatin)

Banyak pemilik beranggapan bahwa kucing yang sudah terbiasa hidup di luar rumah pasti memiliki kemampuan untuk menghindari bahaya lalu lintas. Faktanya pengalaman bertahun-tahun tidak menjamin keselamatan karena kecepatan kendaraan di jam sibuk sering kali melampaui batas refleks kucing paling waspada sekalipun. Kucing yang terlihat percaya diri saat menyebrang jalan sepi, bisa saja salah perhitungan saat menghadapi situasi lalu lintas yang berubah cepat dan tidak terduga.

6. Faktor lingkungan dan rute pelarian

kucing California Spangled
kucing California Spangled (youtube.com/kittenscorner)

Bagi kucing rumahan yang tidak sengaja lepas, jalan raya yang terbuka lebar sering kali dianggap sebagai rute pelarian terbaik dari lingkungan asing yang menakutkan. Stimulasi berlebihan dari suara bising dan bau baru, membuat mereka panik sehingga berlari tanpa arah yang jelas menuju area aspal yang luas tersebut. Ketidaktahuan mereka mengenai konsep lalu lintas membuat mereka memilih zona paling berbahaya itu sebagai tempat berlindung sementara dari ancaman yang mereka rasakan di sekitar rumah.

Jadi, jangan pernah berharap hewan kesayanganmu bisa belajar cara menyebrang dengan aman karena refleks alamiah mereka memang tidak dirancang untuk melawan kecepatan kendaraan modern. Langkah terbaik yang bisa kamu lakukan adalah membatasi akses mereka ke jalanan atau memastikan lingkungan bermain yang tertutup agar risiko kehilangan sahabat bulu bisa dihindari sepenuhnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hella Pristiwa
EditorHella Pristiwa
Follow Us

Latest in Science

See More