Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apakah Beruang Kutub Berbahaya? Ini Jawaban Ilmiahnya!
ilustrasi beruang kutub (unsplash.com/Hans-Jurgen Mager)
  • Beruang kutub adalah predator puncak di Arktik yang dapat menganggap manusia sebagai mangsa, terutama saat mencari makanan karena naluri berburu dan kebutuhan dagingnya sangat tinggi.
  • Hewan ini memiliki ukuran tubuh raksasa, kecepatan lari hingga 40 km/jam, serta cakar dan rahang kuat yang membuat manusia sulit melarikan diri jika diserang.
  • Perubahan iklim menyebabkan beruang kutub lebih sering muncul di daratan dan dekat permukiman manusia karena berkurangnya es laut yang menjadi tempat utama mereka berburu anjing laut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bulu putih yang lebat dan wajahnya yang tampak menggemaskan sering membuat beruang kutub terlihat seperti boneka raksasa. Padahal, hewan yang hidup di kawasan Arktik ini merupakan predator puncak yang berada di urutan teratas rantai makanan. Meski jarang bertemu manusia karena habitatnya sangat terpencil, bukan berarti beruang kutub aman untuk didekati.

Kalau suatu saat berencana berwisata, bekerja, atau mengikuti ekspedisi ke kawasan Arktik, memahami perilaku beruang kutub menjadi hal yang penting. Hewan ini memiliki kemampuan berburu yang luar biasa dan bisa membahayakan manusia dalam situasi tertentu. Lantas, apakah beruang kutub benar-benar berbahaya? Berikut faktanya.

1. Beruang kutub memang bisa menganggap manusia sebagai mangsa

ilustrasi beruang kutub (unsplash.com/Hans-Jurgen Mager)

Beruang kutub merupakan satu-satunya spesies beruang yang hampir seluruh makanannya berasal dari daging. Mangsa utamanya adalah anjing laut yang diburu di atas es laut, sehingga naluri berburu hewan ini berkembang jauh lebih kuat dibanding kebanyakan spesies beruang lainnya. Karena terbiasa mengejar mangsa berukuran besar, beruang kutub tidak mudah merasa takut terhadap makhluk yang ukurannya lebih kecil, termasuk manusia.

Kasus serangan terhadap manusia memang tidak sering terjadi karena kawasan Arktik dihuni sangat sedikit penduduk. Namun, ketika serangan terjadi, penyebabnya sering kali bukan karena beruang merasa terganggu, melainkan karena sedang mencari makanan. Itulah sebabnya siapa pun yang berada di habitat beruang kutub tidak dianjurkan mendekati hewan ini meski terlihat tenang atau tidak menunjukkan tanda-tanda agresif.

2. Ukuran tubuhnya sangat besar dan mampu berlari lebih cepat dari manusia

ilustrasi beruang kutub (commons.wikimedia.org/Arturo de Frias Marques)

Beruang kutub jantan dewasa umumnya memiliki berat kurang lebih 350 hingga lebih dari 700 kilogram. Panjang tubuhnya dapat mencapai hampir 3 meter, sedangkan tingginya saat berdiri dengan kedua kaki belakang bisa melebihi 3 meter. Ukuran tersebut menjadikannya sebagai spesies beruang darat terbesar yang masih hidup hingga sekarang.

Meski bertubuh sangat besar, beruang kutub mampu berlari hingga sekitar 40 kilometer per jam dalam jarak pendek. Kecepatan itu jauh lebih tinggi daripada kemampuan lari manusia pada umumnya. Ditambah cakar yang panjangnya dapat mencapai sekitar 10 sentimeter dan rahang yang sangat kuat, peluang manusia untuk menyelamatkan diri saat berhadapan langsung dengan beruang kutub sangat kecil.

3. Indra penciumannya dapat mendeteksi bau dari jarak puluhan kilometer

ilustrasi beruang kutub (commons.wikimedia.org/Amstrup, Steven/USGS)

Salah satu kemampuan paling mengagumkan dari beruang kutub adalah indra penciumannya. Hewan ini dapat mencium bau bangkai atau anjing laut dari jarak lebih dari 30 kilometer. Bahkan, mangsa yang tertutup salju setebal hampir satu meter pun masih dapat dideteksi melalui aromanya.

Kemampuan tersebut membuat makanan yang disimpan sembarangan dapat menarik perhatian beruang kutub meski lokasinya cukup jauh. Karena alasan itu, wisatawan dan peneliti di Arktik biasanya diwajibkan menyimpan makanan di tempat yang aman serta tidak meninggalkan sisa makanan di sekitar perkemahan. Langkah sederhana tersebut dapat mengurangi kemungkinan beruang mendekati area tempat manusia beraktivitas.

4. Beruang kutub berburu dengan sabar namun bisa menyerang pada waktu yang tepat

ilustrasi beruang kutub (commons.wikimedia.org/AWeith)

Beruang kutub tidak selalu langsung mengejar mangsanya begitu melihat peluang. Hewan ini sering mengamati target dari kejauhan, lalu bergerak perlahan sambil memanfaatkan warna bulunya yang menyatu dengan hamparan salju. Strategi tersebut membuat keberadaannya lebih sulit dikenali dibanding predator yang langsung mengejar mangsa.

Saat jarak sudah cukup dekat, beruang kutub dapat bergerak sangat cepat untuk menerkam. Kondisi ini membuat manusia sering kali terlambat menyadari keberadaan hewan tersebut. Oleh karena itu, orang yang bekerja atau menjelajah kawasan Arktik biasanya membawa perlengkapan keselamatan dan selalu memantau lingkungan sekitar agar tidak dikejutkan oleh kemunculan beruang kutub.

5. Perubahan iklim membuat pertemuan dengan manusia semakin sering

ilustrasi beruang kutub (commons.wikimedia.org/Alan Wilson)

Beruang kutub sangatlah bergantung pada es untuk berburu anjing laut. Namun, luas es laut Arktik pada musim panas terus mengalami penurunan dalam beberapa dekade terakhir sehingga waktu berburu mereka menjadi lebih singkat. Kondisi tersebut memaksa sebagian beruang menghabiskan waktu lebih lama di daratan untuk mencari sumber makanan lain.

Akibatnya, beberapa wilayah di Kanada, Greenland, hingga Rusia lebih sering melaporkan kemunculan beruang kutub di dekat permukiman atau tempat pembuangan sampah. Beruang yang kesulitan mendapatkan makanan alami cenderung mencari sumber makanan yang lebih mudah dijangkau. Kondisi inilah yang membuat konflik antara manusia dan beruang kutub semakin sering terjadi di sejumlah wilayah Arktik.

Beruang kutub memang bukan hewan yang akan ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Namun, jika suatu saat berkesempatan mengunjungi kawasan Arktik, jangan pernah menganggapnya jinak hanya karena penampilannya terlihat lucu. Berada pada jarak aman, mematuhi aturan keselamatan, dan tidak menarik perhatian beruang dengan makanan merupakan cara terbaik untuk menghindari situasi yang membahayakan.

Referensi:

"Understanding Polar Bear Attacks." Polar Bear International. Diakses pada Juli 2026

"Safety in Polar Bear Habitat." FWS. Diakses pada Juli 2026

"It's the largest, most powerful and deadliest bear on the planet – AND views us as prey, able to make short work of our puny bodies." Discover Wildlife. Diakses pada Juli 2026

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article