Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Hewan yang Tidak Bisa Memejamkan Mata, Ada Laba-laba

5 Hewan yang Tidak Bisa Memejamkan Mata, Ada Laba-laba
ikan (commons.wikimedia.org/Dennis Hipp)
Intinya Sih
  • Beberapa hewan seperti ikan, ular, serangga, laba-laba, dan kepiting tidak bisa memejamkan mata karena tidak memiliki kelopak mata atau struktur matanya berbeda.
  • Ikan dan ular tetap dapat tidur atau melindungi matanya tanpa menutupnya, sementara serangga serta kepiting memiliki compound eyes yang membuat penglihatannya unik namun buram.
  • Laba-laba dan beberapa hewan lain lebih mengandalkan indra selain penglihatan untuk beraktivitas, menunjukkan bahwa mata bukan satu-satunya alat utama dalam bertahan hidup.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Mata menjadi salah satu organ terpenting bagi berbagai jenis hewan. Mata digunakan untuk melihat dan bisa menuntun hewan saat berjalan, mencari mangsa, atau menghindari predator. Secara umum, mata bisa ditutup atau dipejamkan ketika tak digunakan. Meski begitu, ada beberapa hewan yang tidak bisa memejamkan mata, lho.

Beberapa di antaranya adalah ikan, serangga, ular, laba-laba, dan kepiting. Mata mereka terus terbuka, bahkan ketika tertidur, saat tidak digunakan, atau saat mata mereka terkena debu. Lantas, bagaimana mereka bisa hidup jika matanya tak bisa menutup? Temukan jawabannya di bawah ini, yuk.

1. Ikan tidur tanpa memejamkan mata

ikan
ikan (commons.wikimedia.org/Flavio~)

Sejatinya, ikan tidak memiliki kelopak mata sehingga mereka tidak bisa menutup matanya. Meski begitu, hewan air tersebut tetap bisa tidur, lho. Menariknya, laman Blue Planet Aquarium menjelaskan bahwa cara tidur ikan sangat berbeda dengan hewan darat. Ikan tak memejamkan mata atau menyandarkan dirinya di dasar air. Sebaliknya, saat tidur mata ikan akan terbuka dan ia mengurangi aktivitas tubuhnya.

Jadi, ketika tidur terkadang ikan tetap berenang, tapi dengan gerakan yang lebih lambat. Sirip dan ekor ikan juga akan tetap bergerak, tapi melambat. Misal pun tidur dengan berdiam diri ikan tetap akan membuka mata, tetapi gerakan tubuhnya akan dikurangi untuk menghemat energi.

2. Ular tidak memiliki kelopak mata

ular
ular (commons.wikimedia.org/Julius Rückert)

Dilansir Kloof Conservacy, ular tidak memiliki kelopak mata sehingga reptil tersebut tak bisa memejamkan matanya. Hal tersebut cukup unik karena reptil lain seperti kadal (yang berkerabat dekat dengan ular) memiliki kelopak mata dan bisa menutup matanya. Meski tak memiliki kelopak mata, kulit atau sisik ular bisa melindungi matanya dari debu dan kotoran. Nah, kulit tersebut akan terkelupas secara berkala dan digantikan oleh lapisan yang baru selama ular hidup. Dengan begitu, mata ular akan semakin bersih dan penglihatannya makin jelas.

3. Serangga punya struktur mata yang unik

serangga
serangga (commons.wikimedia.org/Charles J. Sharp)

Berbeda dengan hewan lain, serangga tidak memiliki satu bola mata besar untuk melihat. Sebaliknya, ia memiliki mata bernama compound eyes. Dilansir Ask an Entomologist, compound eyes merupakan sebuah mata yang terdiri atas banyak mata lain yang lebih kecil yang disebut ommatidia. Jadi, di satu mata serangga yang membulat sebenarnya ada mata-mata kecil yang berfungsi layaknya lensa kamera.

Ommatidia tidak memiliki kelopak mata sehingga serangga tak bisa memejamkan matanya. Compound eyes juga membuat penglihatan serangga menjadi unik. Sebab, serangga melihat dunia layaknya pixel yang saling bertumpuk karena tiap ommatidia menghasilkan gambar yang berbeda. Selain itu, ommatidia membuat serangga bisa melihat berbagai sisi atau sudut pandang secara bersamaan.

4. Laba-laba tidak mengandalkan matanya untuk beraktivitas

laba-laba
laba-laba (commons.wikimedia.org/Basile Morin)

Kebanyakan spesies laba-laba memiliki penglihatan yang buruk sehingga mereka tidak mengandalkan penglihatannya. Hal tersebut membuat mata laba-laba tidak berfungsi seperti mata manusia. Dilansir Australian Museum dan Te Papa, laba-laba tidak bisa memejamkan matanya, beberapa laba-laba hanya bisa mendeteksi gerakan lewat matanya, dan mata laba-laba hanya bisa melihat objek buram. Daripada mengandalkan matanya ketika berburu atau beraktivitas, laba-laba biasanya akan mendeteksi getaran dan gerakan objek.

5. Kepiting punya mata seperti serangga

ikan
ikan (commons.wikimedia.org/Leonid Sh.)

Laman Crab Museum menjelaskan kalau kepiting memiliki compound eyes, mirip dengan serangga. Tipe mata tersebut membuat kepiting tidak bisa memejamkan matanya dan ia hanya bisa melihat dunia layaknya pixel yang saling bertumpuk. Bedanya, mata kepiting lebih fleksibel karena bisa digerakkan dan punya otot yang kuat. Selain itu, penglihatan kepiting juga cenderung buram. Bentuk mata kepiting juga menyesuaikan habitatnya. Contohnya, kepiting yang hidup di dasar laut biasanya memiliki mata yang berukuran besar.

Adanya berbagai hewan yang tidak bisa memejamkan mata menjadi bukti bahwa penglihatan bukanlah satu-satunya indra terpenting di dunia. Bagi sebagian hewan, penglihatan justru merupakan organ sekunder yang fungsinya tergantikan oleh indra lain. Penglihatan mereka juga buruk dan akhirnya semua hewan tersebut mengendalkan indra lain seperti pendengaran, penciuman, dan perasa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Related Articles

See More