Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Fakta Kuto Roda, Gigitannya Membuat Mati Rasa

4 Fakta Kuto Roda, Gigitannya Membuat Mati Rasa
Kutu roda (commons.wikimedia.org/Judy Gallagher)
Intinya Sih
  • Kutu roda adalah serangga pembunuh asal Amerika Utara dengan ciri khas jambul berbentuk roda di toraks dan paruh tajam untuk melumpuhkan mangsa.
  • Siklus hidupnya dimulai dari telur yang menetas di awal musim semi, melalui lima tahap nimfa sebelum menjadi dewasa pada pertengahan musim panas.
  • Meski tidak agresif, gigitan kutu roda bisa menyebabkan mati rasa beberapa hari, namun mereka juga bermanfaat bagi petani karena memangsa hama tanaman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kutu roda (arilus cristatus) adalah spesialis kutu pembunuh yang berasal dari Amerika Utara. Taksonomi lengkapnya: filum arthropoda, ordo hemiptera, subordi heteroptera dan famili reduviidae.

Di Amerika Utara, kutu roda tersebar di berbagai habitat seperti bunga matahari, kapas, batang pohon akasia, kebun buah dan pohon. Kutu roda juga tersebar sampai ke sebagian Amerika Tengah.

Kutu roda dikenal bergerak lambat sehingga mereka lebih suka berada di tempat teduh. Kutu roda adalah predator yang ganas di lingkungannya. Nama kutu roda berasal dari ciri fisiknya seperti roda di bagian badannya.

Mari simak seperti apa fakta menarik dari kutu roda sebagai berikut.

1. Ciri fisik kutu roda memunculkan bentuk roda

Kutu roda
Kutu roda (commons.wikimedia.org/Audrey)

Kutu roda memiliki panjang hingga 2 inci sehingga termasuk kategori serangga besar. Kutu roda memiliki jambul berbentuk roda yang khas di bagian atas toraksnya seperti gerigi yang menonjol berjumlah sekitar 12 tuberkel.

Kutu roda memiliki struktur tubuh terdiri dari kepala, toraks, perut dan enam kaki dengan berbagai warna mulai dari abu-abu muda hingga coklat keabu-abuan. Kutu roda memiliki bagian mulut seperti paruh berada di bagian depan kepalanya menyerupai belalai gajah.

Serangga ini memiliki sayap membran yang terlibat rapat di sepanjang punggungnya saat istirahat dan membentuk pola X di punggungnya. Paruhnya seperti cakar dengan 3 segmen dan antenanya beruas.

2. Siklus kehidupan kutu roda

Kutu roda
Kutu roda (commons.wikimedia.org/Andy Reago & Chrissy McClarren)

Pasangan serangga dewasa kawin pada musim panas dan gugur. Hasil kawinnya, betina menghasilkan telur berbentuk seperti tong dan diletakkan tegak dalam jumlah yang banyak seringkali berbentuk heksagonal. Telur-telur pasangan serangga ini akan melewati musim dingin dan menetas di awal musim semi.

Periode setelah telur adalah nimfa yang muncul pada April atau Mei. Tahap nimfa berlangsung sekitar 3-4 bulan melalui lima tahap instar (pergantian kulit) sebelum menjadi dewasa sepenuhnya pada pertengahan musim panas.

3. Predator ganas bagi mangsanya dan punya sistem pertahanan luar biasa

Kutu roda
Kutu roda (commons.wikimedia.org/Andy Reago & Chrissy McClarren)

Insting predator ganas ternyata sudah ada sejak nimfa. Ditunjukkan sesama nimfa pun saling memakan satu sama lain (kanibal). Serangga pembunuh berdarah dingin ini mampu mengincar targetnya dengan sangat presisi seperti ulat, kutu daun, tawon dan kumbang jepang.

Saat menangkap mangsanya, serangga ini akan mencengkeram dan menahan mangsa dengan kaki depannya. Kutu roda menggunakan paruhnya ke mangsa, kemudian melumpuhkan dan melarutkan isi perutnya untuk memunculkan cairan. Kutu roda meminum cairan itu sebagai nutrisi dan tidak memakan seluruh tubuh mangsa.

Predator lebih besar seperti burung mengincar kutu roda. Respon dari kutu roda adalah menyerang balik dengan melepaskan bau busuk. Jika bau busuk tidak keluar, kutu roda akan menggigit dirinya sendiri untuk membelah diri.

4. Interaksi kutu roda dengan manusia

Kutu roda
Kutu roda (commons.wikimedia.org/Alex Abair)

Kutu roda sebenarnya tidak agresif, namun mereka akan menggigit jika merasa terganggu oleh manusia. Gigitannya sering diklaim lebih buruk daripada serangan tawon atau lebah, dilansir extension.illinois.edu.

Gigitannya sebenarnya tidak beracun, namun rasa sakit awal dapat berlangsung selama beberapa menit dan biasanya mengalami mata rasa selama beberapa hari. Diperkirakan membutuhkan beberapa minggu agar luka sembuh sepenuhnya. Tapi sebenarnya kutu roda juga memilih untuk menghindari manusia.

Tukang kebun atau petani sering memanfaatkan jasa kutu roda untuk membasmi hama seperti serangga: kumpang kepik dan lebah madu serta larva yang memakan tanaman.

Kutu roda mampu menghasilkan suara dengan menggosokkan ujung belalainya pada alur di bawah toraksnya. Suara ini digunakan oleh kutu roda untuk saling berkomunikasi antar sesama spesies. Intinya jangan mendekati kutu roda ya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Related Articles

See More