Ada cara sederhana untuk mengetahuinya. Perhatikan warna bulan saat pertama kali muncul di dekat horizon dan bandingkan dengan warnanya satu atau dua jam kemudian.
Jika bulan awalnya terlihat oranye atau kemerahan lalu perlahan berubah menjadi putih keperakan ketika semakin tinggi di langit, maka penyebabnya hampir pasti adalah efek atmosfer Bumi. Sebaliknya, jika warna yang tidak biasa bertahan dalam waktu lama dan dilaporkan terlihat di berbagai wilayah, kemungkinan terdapat faktor lingkungan seperti debu atau asap dalam jumlah besar di atmosfer.
Jadi, Strawberry Moon tidak benar-benar berwarna merah muda. Nama tersebut hanyalah penanda musim panen stroberi yang digunakan oleh masyarakat di Amerika Utara sejak ratusan tahun lalu. Jika Strawberry Moon terlihat merah, oranye, atau bahkan sedikit pink, penyebabnya adalah atmosfer Bumi, debu, asap, atau efek fotografi, bukan perubahan pada permukaan bulan itu sendiri.
Referensi
BBC. Diakses pada Juli 2026. Full Strawberry Moon Captured Over The UK in Stunning Photos
Gulf News. Diakses pada Juli 2026. Why The Strawberry Moon Didn't Turn Pink During 18-Year Tryst with Major Lunar Standstill
NPR. Diakses pada Juli 2026. A Strawberry Moon Will Rise Tonight — No, It Won't Be Red Or Pink
Sean Duke. Diakses pada Juli 2026. Why The June ‘Strawberry Full Moon’ Can Be Pink, Red or Even Bright Tangerine
Times Now News. Diakses pada Juli 2026. Strawberry Moon: Why June's Full Moon Looks Red, Orange But Isn't A Blood Moon