Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Via Appia, Jalan Kuno yang Menjadi Saksi Sejarah Romawi

5 Fakta Via Appia, Jalan Kuno yang Menjadi Saksi Sejarah Romawi
Via Appia (commons.wikimedia.org/Nicolò Musmeci)
Intinya Sih
  • Via Appia dibangun pada 312 SM oleh Appius Claudius Caecus sebagai salah satu jalan raya tertua yang menghubungkan Roma dengan Capua dan wilayah selatan Italia.
  • Dikenal sebagai 'Queen of Roads', Via Appia berperan penting dalam pergerakan pasukan, perdagangan, serta perjalanan masyarakat di masa Romawi Kuno.
  • Sebagian batu asli Romawi masih tersisa di Via Appia, yang kini dipenuhi peninggalan bersejarah dan telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada 2024.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Via Appia merupakan salah satu jalan paling terkenal yang dibangun pada masa Romawi Kuno. Selama berabad-abad, jalan ini telah menjadi bagian dari berbagai peristiwa penting yang turut membentuk perjalanan sejarah peradaban Romawi.

Di balik tampilannya yang sederhana, Via Appia memiliki banyak fakta menarik. Mulai dari asal-usulnya hingga kisah-kisah bersejarah yang melekat pada jalan kuno ini, semuanya membuatnya tetap dikenang hingga sekarang. Yuk, simak lima fakta menarik tentang Via Appia berikut ini!

1. Salah satu jalan raya tertua di Romawi Kuno

Via Appia mulai dibangun pada tahun 312 SM
Via Appia mulai dibangun pada tahun 312 SM (commons.wikimedia.org/Lasagnolo9)

Via Appia mulai dibangun pada tahun 312 SM. Dengan usia yang kini telah mencapai lebih dari 2.300 tahun, jalan ini dikenal sebagai salah satu jalan raya tertua yang pernah dibangun oleh bangsa Romawi.

Proyek ini diprakarsai oleh seorang pejabat Romawi bernama Appius Claudius Caecus. Pada awalnya, jalan ini dirancang untuk menghubungkan kota Roma dengan wilayah Capua. Langkah tersebut kemudian menjadi awal dari pengembangan Via Appia hingga jalurnya terus diperluas pada masa-masa berikutnya.

2. Dijuluki "Queen of Roads"

Via Appia dijuluki Regina Viarum atau "Queen of Roads"
Via Appia dijuluki Regina Viarum atau "Queen of Roads" (commons.wikimedia.org/Gianfranco)

Via Appia dikenal dengan julukan Regina Viarum, yang dalam bahasa Latin berarti Queen of Roads atau 'Ratu Jalan'. Julukan ini diberikan karena Via Appia dianggap sebagai salah satu jalan terpenting di Romawi Kuno. Keberadaannya menjadi bagian krusial dari jaringan jalan yang menghubungkan berbagai wilayah di bawah kekuasaan Romawi.

Selain menghubungkan kota Roma dengan wilayah Italia bagian selatan, Via Appia juga dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, mulai dari pergerakan pasukan, kegiatan perdagangan, hingga perjalanan masyarakat. Peran besar inilah yang membuat Via Appia tetap menyandang julukan "Queen of Roads" hingga sekarang.

3. Sebagian jalannya masih menggunakan batu asli Romawi

Sebagian ruas Via Appia masih menggunakan batu asli peninggalan Romawi
Sebagian ruas Via Appia masih menggunakan batu asli peninggalan Romawi (commons.wikimedia.org/Falk2)

Salah satu hal yang membuat Via Appia begitu istimewa adalah sebagian ruasnya masih mempertahankan batu-batu asli dari masa Romawi Kuno. Permukaan jalan ini dibangun menggunakan batu basal (basalt), yaitu batuan vulkanik yang terkenal sangat keras dan tahan lama. Berkat material tersebut, sebagian ruas Via Appia masih dapat bertahan hingga sekarang meski telah berusia ribuan tahun.

Selain menggunakan material yang kokoh, jalan ini juga dibangun dengan teknik konstruksi yang dirancang agar lebih awet. Jalan disusun dalam beberapa lapisan untuk menjaga kestabilannya, sementara permukaannya dibuat sedikit melengkung agar air hujan dapat mengalir ke sisi jalan. Hingga kini, di beberapa bagian Via Appia, pengunjung masih bisa berjalan langsung di atas batu-batu kuno tersebut.

4. Pernah menjadi saksi bisu tragedi Spartacus

Via Appia menjadi saksi bisu tragedi Spartacus
Via Appia menjadi saksi bisu tragedi Spartacus (commons.wikimedia.org/Gianfranco)

Di balik sejarahnya yang panjang, Via Appia juga menjadi saksi salah satu peristiwa paling kelam pada masa Romawi Kuno. Jalan ini berkaitan erat dengan Spartacus, seorang gladiator yang memimpin pemberontakan budak pada tahun 73 SM. Bersama para pengikutnya, Spartacus melakukan perlawanan terhadap Romawi dan sempat membuat pasukan Romawi kewalahan selama dua tahun.

Pemberontakan tersebut akhirnya berhasil dipadamkan pada tahun 71 SM. Sebagai hukuman sekaligus peringatan, sekitar 6.000 pengikut Spartacus yang tertangkap disalibkan di sepanjang Via Appia, membentang dari Roma hingga Capua. Peristiwa tragis inilah yang membuat Via Appia dikenang sebagai saksi bisu salah satu kisah paling kelam dalam sejarah Romawi.

5. Di sepanjang jalannya terdapat berbagai peninggalan bersejarah

Villa dei Quintili, salah satu peninggalan sejarah yang ada di sekitar Via Appia
Villa dei Quintili, salah satu peninggalan sejarah yang ada di sekitar Via Appia (commons.wikimedia.org/Gianfranco)

Di sepanjang Via Appia masih terdapat berbagai peninggalan bersejarah yang menjadi bukti kejayaan peradaban Romawi Kuno. Kawasan ini dipenuhi reruntuhan monumen, villa Romawi, serta makam-makam kuno, seperti Villa dei Quintili, Villa Maxentius, dan Mausoleum Cecilia Metella.

Selain peninggalan di atas permukaan tanah, di sepanjang Via Appia juga terdapat katakombe kuno, seperti Katakombe San Callisto dan Katakombe San Sebastiano. Terowongan bawah tanah ini dahulu digunakan sebagai tempat pemakaman umat Kristen awal. Keberadaan berbagai peninggalan tersebut menjadikan Via Appia sebagai salah satu kawasan bersejarah yang penting dan masih menyimpan banyak jejak kehidupan pada masa Romawi Kuno.

Beragam fakta tersebut menunjukkan bahwa Via Appia bukan sekadar jalan kuno, melainkan salah satu warisan penting dari peradaban Romawi. Nilai sejarah dan budayanya yang luar biasa membuat Via Appia resmi ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2024.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Izza Namira
EditorIzza Namira

Related Articles

See More