Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Subiaco, Kota Kuno di Pegunungan Italia yang Kaya Sejarah

5 Fakta Subiaco, Kota Kuno di Pegunungan Italia yang Kaya Sejarah
Kota Subiaco, Italia (commons.wikimedia.org/Mattis)
Intinya Sih
  • Subiaco, kota kuno di Pegunungan Simbruini, Lazio, memiliki sejarah panjang sejak era Romawi dan dikenal karena letaknya yang tersembunyi namun kaya peninggalan budaya.
  • Kota ini menyimpan jejak penting seperti vila Kaisar Nero, gua pertapaan Santo Benediktus yang melahirkan tradisi monastik Benediktin, serta bengkel mesin cetak pertama di Italia tahun 1464.
  • Rocca Abaziale menjadi simbol pertahanan dan kekuasaan biara Subiaco sejak abad ke-10, sekaligus menandai peran besar kota ini dalam sejarah politik dan spiritual Italia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Terletak di kawasan Pegunungan Simbruini, wilayah Lazio, Subiaco merupakan kota kuno Italia yang tumbuh di atas lereng curam menghadap Lembah Aniene. Lokasinya yang relatif terpencil di antara perbukitan membuat kota ini tampak tersembunyi dari jalur wisata utama, meskipun sejarahnya telah berlangsung selama ribuan tahun. Sejak masa Romawi kuno, kawasan ini telah menarik perhatian berbagai kelompok masyarakat dan terus berkembang hingga abad pertengahan.

Di balik posisinya yang tenang di pegunungan Italia Tengah, Subiaco menyimpan banyak jejak sejarah yang masih dapat ditelusuri hingga sekarang. Kota ini dikenal memiliki hubungan dengan sejumlah peristiwa dan tokoh penting yang pernah mewarnai perjalanan sejarah wilayah tersebut. Penasaran? Berikut lima fakta menarik tentang Subiaco, kota kuno yang kaya sejarah.

1. Arti nama kota dari keberadaan danau purba

Kota Subiaco, Italia
Kota Subiaco, Italia (commons.wikimedia.org/Raccolta Parker)

Asal-usul penamaan kota kuno ini berkaitan erat dengan kondisi geografis lingkungan perairannya di masa lalu sebelum pemukiman modern berdiri tegak di atas bukit. Dilansir laman Italy This Way, nama kuno Subiaco merujuk pada frasa Latin Sublaqueum yang memiliki arti harfiah sebagai sebuah tempat di bawah tiga danau kecil. Letak geografis kawasan pemukiman ini memang berada tepat di bawah area bendungan air yang menjadi elemen penting bagi wilayah setempat pada era klasik.

Keberadaan tiga danau purba tersebut bertahan selama ratusan tahun dan menjadi pemandangan ikonik yang menghiasi kaki tebing sebelum akhirnya lenyap akibat faktor alamiah. Bencana banjir besar yang terjadi pada tahun 1305 merusak tanggul pembatas sehingga menggenangi wilayah sekitarnya sekaligus memusnahkan keberadaan seluruh danau tersebut tanpa sisa.

2. Reruntuhan vila peristirahatan mewah Kaisar Nero

Kota Subiaco, Italia
Kota Subiaco, Italia (commons.wikimedia.org/Pippo-b)

Kondisi lingkungan perairan yang asri di bawah tebing tersebut memikat hati para penguasa tertinggi dari era Kekaisaran Romawi untuk mendirikan bangunan megah. Dilansir laman Britannica, Kaisar Nero memanfaatkan bentang alam subur ini dengan membangun sebuah vila musim panas yang mewah di sekitar ketiga danau buatan tersebut. Tempat tinggal kaisar ini dirancang sebagai area pelarian yang tenang dari hiruk-pikuk politik di pusat ibu kota Roma.

Meskipun danau-danau pendukungnya telah lenyap disapu banjir besar abad pertengahan, sisa-sisa struktur bangunan mewah tersebut tidak sepenuhnya hilang dari sejarah. Para arkeolog masih dapat mengidentifikasi jejak fondasi kuno serta reruntuhan dinding bata dari istana peristirahatan tersebut di sekitar area lembah. Sisa-sisa material bangunan milik Nero ini menjadi awal mula ketertarikan figur penting Romawi terhadap potensi wilayah Subiaco.

3. Gua pertapaan suci awal mula monastik Eropa

Sacro Speco, Kota Subiaco, Italia
Sacro Speco, Kota Subiaco, Italia (commons.wikimedia.org/Simone Frignani)

Potensi ketenangan lingkungan tebing yang dahulunya dikuasai oleh kaisar Romawi kemudian beralih fungsi menjadi pusat spiritualitas yang sangat berpengaruh. Masih dari laman Britannica, sejarah kota ini mengalami titik balik besar pada sekitar tahun 494 ketika Santo Benediktus memilih hidup menyendiri sebagai seorang pertapa. Beliau tinggal di dalam sebuah gua alami yang berada di atas tebing batu guna menjauhkan diri dari kehidupan duniawi.

Gua suci yang dikenal dengan nama Sacro Speco tersebut menjadi tempat krusial bagi Santo Benediktus dalam merumuskan aturan dasar kehidupan biara yang mandiri. Sebelum meninggalkan Lembah Aniene menuju Cassino, tokoh spiritual ini berhasil mendirikan 12 biara di distrik tersebut untuk menampung para pengikutnya. Aktivitas monastik yang berkembang di kawasan ini kemudian membuat Subiaco menjadi salah satu pusat penting tradisi Benediktin di Eropa.

4. Pusat bengkel mesin cetak pertama di Italia

Gereja Santa Scolastica menjadi tempat operasional mesin cetak perdana di Italia
Gereja Santa Scolastica menjadi tempat operasional mesin cetak perdana di Italia (commons.wikimedia.org/Livioandronico2013)

Aktivitas literasi yang berkembang pesat di dalam lingkungan biara batu tersebut kemudian memicu lahirnya sebuah lompatan teknologi besar bagi peradaban. Merujuk kembali pada laman Italy This Way, momentum besar terjadi pada tahun 1464 ketika bengkel mesin cetak dengan sistem huruf bergerak pertama di Italia didirikan di Subiaco. Fasilitas teknologi cetak pertama di luar perbatasan Jerman ini diinisiasi oleh dua biarawan bernama Arnold Pannartz dan Conrad Schweinheim.

Proses operasional mesin cetak perdana tersebut bertempat di dalam lingkungan Gereja Santa Scolastica saat wilayah ini dipimpin oleh Abbot John Torquemada. Pendirian bengkel kerja ini memicu perubahan besar dalam sistem penggandaan buku keagamaan dan sastra yang sebelumnya harus ditulis tangan oleh para juru tulis.

5. Transformasi kastil pertahanan dari serangan luar

Rocca Abaziale, Kota Subiaco, Italia
Rocca Abaziale, Kota Subiaco, Italia (commons.wikimedia.org/Livioandronico2013)

Selain dikenal sebagai pusat perkembangan literasi, Subiaco juga memiliki benteng yang berdiri di titik tertinggi kawasan kota. Masih dari laman Italy This Way, Rocca Abaziale dibangun di atas perbukitan yang menghadap Lembah Aniene dan dikelilingi bentang alam pegunungan. Posisi tersebut membantu benteng mengawasi jalur masuk menuju kota sekaligus memperkuat pertahanan wilayah pada masa lalu.

Kawasan benteng dan tanah di sekitarnya kemudian diserahkan oleh pihak kepausan kepada biara Subiaco pada tahun 927. Pengalihan tersebut menandai dimulainya pengaruh besar para abbot biara dalam kehidupan politik dan sosial masyarakat setempat. Selain berfungsi sebagai pusat pertahanan, Rocca Abaziale juga tercatat dalam sejarah sebagai tempat kelahiran Lucrezia Borgia pada April 1480.

Inilah lima fakta menarik tentang Subiaco, kota kuno di Pegunungan Italia yang sarat sejarah. Mulai dari jejak danau purba, vila peristirahatan Kaisar Nero, hingga perkembangan tradisi Benediktin dan teknologi percetakan, berbagai peninggalan tersebut menunjukkan pentingnya peran Subiaco dalam perjalanan sejarah Italia. Warisan itu masih dapat ditemukan hingga sekarang dan menjadi bagian dari identitas kota yang telah bertahan selama berabad-abad.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna

Related Articles

See More