Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bagaimana Burung Terbang Tanpa Mengepakkan Sayap Terus-menerus?

4 min read
Bagaimana Burung Terbang Tanpa Mengepakkan Sayap Terus-menerus?
Ilustrasi burung terbang (pexels.com/Pixabay)
  • Bentuk sayap menghasilkan gaya angkat dan mengarahkan udara ke bawah, tetapi burung yang hanya meluncur tetap perlahan kehilangan ketinggian karena tidak mendapat dorongan maju tambahan.
  • Saat membubung, burung memanfaatkan arus udara naik seperti thermal, angin di tebing atau lereng, untuk mempertahankan bahkan menambah ketinggian tanpa kepakan terus-menerus.
  • Albatros memanfaatkan perbedaan kecepatan angin di berbagai ketinggian, sementara burung lain mengatur bulu, ekor, dan tubuh untuk stabil serta menghemat energi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernah melihat burung terbang tinggi di langit dengan sayap terbentang lebar tanpa mengepak berkali-kali? Burung seperti elang, bangau, burung pemakan bangkai, hingga albatros bisa melayang cukup lama tanpa terlihat bekerja keras dengan sayapnya.

Meski tampak seperti sekadar melayang, sebenarnya burung sedang memanfaatkan bentuk sayap dan gerakan udara di sekitarnya. Jadi, bagaimana burung bisa terbang tanpa terus-menerus mengepakkan sayap? Berikut jawabannya!

  1. 1. Sayap membantu burung menghasilkan gaya angkat

    Saat burung merentangkan sayap dan meluncur, bentuk sayapnya membantu menghasilkan gaya angkat atau lift. Permukaan atas sayap umumnya lebih melengkung, sedangkan bagian bawah relatif lebih datar. Bentuk ini membuat aliran udara di sekitar sayap menghasilkan perbedaan tekanan yang membantu mengangkat tubuh burung.

    Sayap juga mengarahkan sebagian udara ke bawah. Berdasarkan hukum ketiga Newton, udara yang terdorong ke bawah menghasilkan gaya reaksi ke atas pada burung.

    Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan. Burung yang hanya meluncur tidak mendapatkan dorongan ke depan tambahan dari kepakan sayap. Karena itu, dalam udara yang tenang, burung perlahan akan kehilangan ketinggian akibat hambatan udara.

    Artinya, melayang tanpa mengepakkan sayap bukan berarti burung bisa terbang tanpa batas. Burung membutuhkan strategi lain agar tetap berada di udara.

  2. 2. Meluncur dan terbang membubung itu berbeda

    Istilah meluncur (gliding) dan terbang membubung (soaring) sering digunakan untuk menggambarkan burung yang terbang dengan sayap terbentang. Keduanya memang terlihat mirip, tetapi ada perbedaan penting.

    Saat meluncur, burung menggunakan ketinggian yang sudah dimilikinya untuk bergerak ke depan. Secara bertahap, ketinggiannya akan berkurang.

    Sementara itu, saat membubung, burung memanfaatkan udara yang bergerak naik. Arus udara tersebut dapat membantu burung mempertahankan ketinggian atau bahkan naik lebih tinggi tanpa perlu mengepakkan sayap terus-menerus. Inilah salah satu alasan mengapa burung seperti elang dan burung pemakan bangkai bisa terlihat berputar-putar di langit dalam waktu lama.

  3. 3. Burung memanfaatkan kolom udara hangat

    Ilustrasi burung terbang (freepik.com/wirestock)
    Ilustrasi burung terbang (freepik.com/wirestock)

    Salah satu sumber energi yang digunakan burung adalah thermal, yaitu kolom udara hangat yang bergerak naik. Ketika sinar matahari memanaskan permukaan bumi secara tidak merata, beberapa area seperti tanah terbuka, bebatuan, atau lahan yang lebih gelap dapat menjadi lebih panas. Udara di atasnya ikut menghangat, menjadi lebih ringan, lalu bergerak ke atas.

    Burung yang menemukan arus naik ini dapat berputar di dalamnya. Selama udara bergerak naik cukup cepat untuk mengimbangi kecenderungan burung kehilangan ketinggian, burung dapat terus naik tanpa harus mengepakkan sayap.

    Setelah mendapatkan ketinggian yang cukup, burung biasanya meluncur menuju lokasi berikutnya dan mencari arus naik lainnya. Strategi ini sangat membantu burung pemangsa dan burung migrasi menghemat energi.

  4. 4. Ada burung yang memanfaatkan angin di atas laut

    Albatros dan beberapa burung laut memiliki cara berbeda untuk mendapatkan energi dari udara. Mereka dapat melakukan dynamic soaring, yaitu memanfaatkan perbedaan kecepatan angin pada ketinggian yang berbeda.

    Burung bergerak melintasi lapisan udara dengan kecepatan berbeda, kemudian berbelok dan kembali melintasi gradien angin tersebut. Dengan mengatur arah dan ketinggian secara tepat, burung bisa memperoleh energi dari angin tanpa harus mengepakkan sayap secara terus-menerus. Kemampuan ini membuat albatros mampu menempuh perjalanan yang sangat jauh di atas laut terbuka dengan frekuensi kepakan yang relatif rendah.

  5. 5. Pegunungan dan tebing juga membantu

    Tidak hanya udara hangat, burung dapat memanfaatkan angin yang bertemu dengan permukaan bumi. Ketika angin menghantam tebing atau lereng gunung, alirannya akan terdorong ke atas. Burung bisa terbang di area tersebut dan memanfaatkan arus udara yang naik untuk mempertahankan ketinggiannya.

    Teknik ini disebut ridge soaring. Burung hanya perlu melakukan sedikit penyesuaian terhadap posisi sayap dan tubuhnya untuk tetap berada di dalam aliran udara yang menguntungkan.

  6. 6. Burung tetap melakukan gerakan kecil

    Ilustrasi sayap burung terbang (pexels.com/David Levinson)
    ilustrasi sayap burung terbang (pexels.com/David Levinson)

    Meski dari kejauhan terlihat tidak bergerak, burung yang sedang membubung sebenarnya tidak sepenuhnya diam. Mereka terus melakukan penyesuaian kecil untuk menjaga keseimbangan dan arah terbang.

    Burung dapat sedikit mengubah posisi bulu-bulu sayap, memiringkan ekor, atau menggeser posisi tubuh. Gerakan kecil tersebut membantu mengendalikan arah dan menjaga kestabilan ketika kondisi angin berubah. Jadi, burung tidak sekadar membiarkan dirinya terbawa angin.

  7. 7. Mengepakkan sayap membutuhkan banyak energi

    Kepakan sayap menghasilkan tenaga besar, tetapi juga membutuhkan energi yang tidak sedikit. Karena itu, burung tidak selalu perlu mengepakkan sayap selama terbang. Dengan mengombinasikan kepakan singkat, meluncur, dan memanfaatkan berbagai jenis arus udara, burung dapat menghemat energi sekaligus tetap menempuh jarak yang jauh.

    Itulah rahasia di balik burung yang terlihat terbang santai di langit. Mereka bukan berhenti menggunakan energi, melainkan pintar memanfaatkan energi yang sudah tersedia di lingkungan. Bentuk sayap, posisi tubuh, dan kemampuan membaca kondisi udara bekerja bersama sehingga burung dapat bertahan di udara tanpa harus mengepakkan sayap terus-menerus.

    Referensi

    AcademicPath. Diakses pada September 2026. Bird Gliding: How Birds Fly Without Flapping [Expert Guide]
    Bird-Life. Diakses pada September 2026. How Birds Use Wind Currents to Fly Without Flapping
    ScienceABC. Diakses pada September 2026. How Do Birds Conserve Energy During Flight?
    Science Learning Hub. Diakses pada September 2026. How Birds Fly
    Universiti Putra Malaysia. Diakses pada September 2026. The Graceful Secrets of Birds Gliding Through the Air Without Flapping

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More