5 Fakta Albatros Laysan, Albatros Terkecil di Belahan Bumi Utara

- Albatros laysan hidup di Pasifik Utara, tetapi sekitar 99,7% populasi dunia bermigrasi ke Kepulauan Hawaii Utara saat musim kawin, sehingga terkonsentrasinya populasi memicu kekhawatiran terhadap bencana.
- Sebagai albatros terkecil di Belahan Bumi Utara, burung dewasa panjangnya sekitar 81 sentimeter dan berbobot 1,9–4 kilogram, namun rentang sayapnya tetap lebar, mencapai 1,9–2 meter.
- Albatros laysan berburu cumi-cumi dan krustasea kecil pada malam hari dengan penglihatan sensitif cahaya; di koloni Oahu, sekitar 31% pasangan rata-rata merupakan pasangan betina.
Albatros laysan (Phoebastria immutabilis) adalah spesies burung laut dari keluarga Diomedeidae. Berbeda dengan kebanyakan albatros lain yang mendominasi Bumi bagian selatan, albatros laysan justru hidup di Samudra Pasifik Utara bersama dengan beberapa spesies albatros lainnya. Secara penampilan, hampir semua albatros memiliki ciri fisik yang sama, bulu tubuh yang didominasi putih, sayap cokelat keabu-abuan, dan paruh merah muda. Namun, albatros laysan ini sangat identik dengan ukuran tubuh yang lebih kecil dan ramping jika dibandingkan dengan saudaranya yang lain.
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang albatros laysan, kali ini akan dibahas lima fakta unik yang dimiliki oleh burung yang satu ini. Penasaran ada apa saja? Yuk, simak penjelasan selengkapnya berikut ini.
1. Sekitar 99,7% populasi berpindah ke Hawaii saat musim kawin

Salah satu fakta yang kamu harus tahu tentang albatros laysan, habitatnya membentang luas dari pesisir Jepang hingga turun ke pantai barat Amerika Utara. Tempat tinggal mereka justru akan berubah drastis ketika memasuki musim kawin. Mengutip laman Fish and Wildlife Service dan Ocean Tracks, ada sekitar 99,7% dari seluruh populasi albatros laysan di seluruh dunia akan bergerak menuju kepulauan Hawaii Utara. Bukan ratusan ribu, melainkan ada jutaan burung yang berkumpul di pulau-pulau tersebut.
Fenomena migrasi besar ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa ada kesetiaan dan rasa aman bagi albatros laysan sehingga memilih tempat tinggal yang sama ketika musim kawin. Sebenarnya, hal ini justru menimbulkan kekhawatiran yang tinggi terhadap populasi mereka. Tidak menutup kemungkinan bahwa akan ada fenomena bencana alam yang melanda wilayah Hawaii Utara. Apa hal terburuk jika itu benar-benar terjadi? Kemungkinan besar seluruh populasi albatros laysan akan punah dalam satu waktu saja.
2. Spesies albatros terkecil di belahan Bumi Utara

Seperti yang disampaikan sedikit di awal, ukuran tubuh dari albatros laysan ini terbilang cukup kecil. Individu dewasa burung ini memiliki panjang tubuh sekitar 81 sentimeter saja. Tubuh mereka juga sangat ringan, berkisar antara 1,9 hingga 4 kilogram. Jika kamu lihat secara visual, mereka memang tampak ramping sekali dengan leher yang begitu panjang karena tubuhnya kecil. All About Birds juga mengatakan bahwa albatros laysan adalah spesies yang kecil, jika pembandingnya adalah sesama albatros juga. Beda halnya dengan lingkup burung laut, albatros laysan tetap menjadi burung laut yang besar.
Tubuhnya yang ringan membuat albatros laysan sangat mudah melakukan penerbangan di laut lepas. Mereka juga dapat melakukan manuver tajam di atas ombak Samudra Pasifik Utara, membuat burung ini memiliki kemampuan mengendalikan tubuh ringan serta adaptasi yang tinggi pada lingkungan yang ekstrem.
3. Rentang sayap yang tetap lebar

Meskipun sebelumnya dikatakan bahwa burung ini memiliki ukuran yang relatif kecil, sayap mereka justru sebaliknya. Seperti layaknya identitas albatros secara umum, albatros laysan memiliki rentang sayap mencapai 1,9 hingga 2 meter. Meskipun tidak memiliki ukuran yang mendekati albatros pengembara dan albatros raja selatan, rentang sayap yang dimiliki oleh albatros laysan tetap dikategorikan besar sebagai burung laut.
Sayap mereka juga memiliki keunikan yang sama seperti albatros lainnya, yaitu efisiensi energi ketika terbang. Tercatat bahwa mereka dapat terbang selama berjam-jam hanya dengan sesekali mengepakkan sayapnya yang tidak memerlukan banyak energi. Sayapnya yang lebar menjadi alasan utama mengapa mereka bisa memiliki kemampuan hebat ini.
4. Pemburu yang andal pada malam hari

Berbeda dengan kebanyakan spesies albatros yang memanfaatkan cahaya matahari untuk mencari makan, albatros laysan justru sangat bertolak belakang. Mereka memiliki penglihatan yang sangat tajam untuk melihat mangsa dalam gelap. Diketahui bahwa bagian mata mereka memiliki pigmen rhodopsin, sebuah pigmen yang membuat kedua mata ini sangat sensitif terhadap cahaya.
Strategi mereka berburu pada malam hari sebenarnya saling berhubungan dengan perilaku mangsa mereka, yaitu cumi-cumi dan krustasea kecil (sejenis udang-udangan). Pada malam hari, biota laut ini akan saling mencari makan. Hal itu justru semakin memudahkan albatros laysan karena mereka semua akan saling bertemu, sehingga albatros laysan tinggal memanfaatkan momen tersebut. Jangan salah, mereka juga sangat lihai dalam urusan menyelam untuk menangkap mangsanya, seperti yang dijelaskan pada laman Monterey Bay Aquarium.
5. Fenomena unik yang mempertemukan pasangan sesama betina

Fakta mengejutkan dari burung ini datang dari fenomena tingginya angka hubungan sesama jenis pada koloni mereka khususnya di Pulau Oahu, Hawaii. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa ada sekitar 31% dari total rata-rata pasangan koloni merupakan pasangan betina. Mengapa itu bisa terjadi? Keseimbangan rasio populasi yang tidak sesuai, di mana jumlah albatros laysan betina jauh lebih banyak dibandingkan albatros laysan jantan.
Untuk mendapat keturunan, sepasang betina burung ini biasanya akan melakukan hubungan dengan burung pejantan. Mereka akan mencari burung jantan di luar koloni bahkan tak jarang keduanya memilih satu burung jantan saja. Seperti kebanyakan perilaku bertelur dan bersarang, mereka akan saling bergantian menjaga telur hingga menetas.
Itu dia lima fakta unik yang dimiliki oleh burung albatros laysan. Gimana, jadi sudah tahu, kan? Mulai dari sekitar 99,7% populasi akan berpindah ke Hawaii Utara saat musim kawin hingga banyaknya fenomena hubungan sesama betina pada koloni. Semoga ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan baru untuk banyak orang.




















