Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Bagaimana Jumlah Cincin Pohon Menunjukkan Umur?

Bagaimana Jumlah Cincin Pohon Menunjukkan Umur?
ilustrasi cincin pohon (pexels.com/David McElwee)
Intinya Sih
  • Cincin pohon terbentuk setiap tahun dan terdiri dari lapisan terang serta gelap yang mencerminkan pertumbuhan musiman, sehingga jumlah cincin dapat digunakan untuk memperkirakan umur pohon.
  • Ilmuwan menghitung umur pohon dengan menghitung cincin pada batang atau menggunakan alat increment borer agar bisa mengambil sampel tanpa menebang pohon hidup.
  • Ketebalan dan pola cincin menunjukkan kondisi lingkungan seperti curah hujan, suhu, hingga bencana alam, menjadikannya arsip alami penting dalam studi perubahan iklim melalui dendrokronologi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Pernah melihat potongan batang pohon dengan lingkaran-lingkaran di dalamnya? Lingkaran itu bukan sekadar pola alami yang cantik, tetapi juga menyimpan “catatan waktu” tentang kehidupan pohon tersebut. Para ilmuwan bisa memperkirakan umur pohon hanya dengan menghitung jumlah cincin yang ada di batangnya.

Menariknya lagi, cincin pohon bukan hanya menunjukkan usia. Pola dan ketebalan cincin juga dapat mengungkap kondisi cuaca, musim kering, hingga bencana alam yang pernah terjadi selama ratusan tahun. Karena itulah, cincin pohon sering dianggap sebagai arsip alam yang sangat berharga.

1. Apa itu cincin pohon

Cincin pohon adalah lapisan pertumbuhan tahunan yang terbentuk di batang pohon. Jika batang pohon dipotong melintang, akan terlihat lingkaran-lingkaran konsentris dari bagian tengah hingga tepi batang. Setiap lingkaran umumnya mewakili satu tahun pertumbuhan pohon.

Satu cincin terdiri atas dua bagian, yaitu lapisan terang dan lapisan gelap. Lapisan terang biasanya terbentuk pada musim semi atau awal musim panas saat pohon tumbuh lebih cepat. Sel-selnya lebih besar sehingga warnanya terlihat lebih cerah.

Sementara itu, lapisan gelap terbentuk pada akhir musim panas atau musim gugur ketika pertumbuhan mulai melambat. Sel-selnya lebih rapat dan padat sehingga tampak lebih gelap. Kombinasi satu lapisan terang dan satu lapisan gelap inilah yang dihitung sebagai satu tahun kehidupan pohon.

2. Bagaimana cara menghitung umur pohon

Cara paling sederhana untuk mengetahui umur pohon adalah dengan menghitung jumlah cincin pada batangnya. Cincin paling dalam menunjukkan tahun pertama pohon tumbuh, sedangkan cincin paling luar adalah pertumbuhan terbaru.

Jika pohon sudah ditebang, ilmuwan cukup menghitung cincin dari pusat batang hingga bagian terluar. Namun, untuk pohon yang masih hidup, mereka biasanya menggunakan alat khusus bernama increment borer.

Alat ini bekerja seperti bor kecil yang mengambil sampel inti kayu dari batang tanpa harus menebang pohon. Sampel tipis tersebut kemudian diamati menggunakan kaca pembesar atau mikroskop agar cincin-cincinnya bisa dihitung dengan lebih akurat.

3. Kenapa ketebalan cincin pohon berbeda-beda

pexels-rdne-8551839.jpg
ilustrasi batang pohon (pexels.com/RDNE Stock project)

Tidak semua cincin pohon memiliki ukuran yang sama. Ada cincin yang lebar, ada juga yang sangat tipis. Ketebalan cincin ternyata dipengaruhi oleh kondisi lingkungan saat pohon tumbuh.

Pada tahun dengan curah hujan cukup dan suhu hangat, pohon biasanya tumbuh lebih cepat sehingga menghasilkan cincin yang lebih lebar. Sebaliknya, ketika cuaca terlalu dingin atau terjadi kekeringan, pertumbuhan melambat dan cincin menjadi lebih sempit.

Karena itu, cincin pohon sering digunakan ilmuwan untuk mempelajari sejarah iklim masa lalu. Dengan membandingkan pola cincin dari banyak pohon, peneliti dapat memperkirakan kapan terjadi musim kering panjang, kebakaran hutan, atau perubahan iklim ekstrem.

4. Cincin pohon bisa menyimpan jejak bencana

Selain mencatat pertumbuhan tahunan, cincin pohon juga dapat menyimpan bekas peristiwa alam. Misalnya, kebakaran hutan dapat meninggalkan luka hitam pada cincin tertentu. Serangan serangga, badai, atau kerusakan lingkungan juga bisa meninggalkan pola yang khas.

Jejak-jejak tersebut membantu ilmuwan merekonstruksi sejarah lingkungan di suatu wilayah selama ratusan bahkan ribuan tahun. Dari sinilah para peneliti bisa mengetahui bagaimana alam berubah dari waktu ke waktu.

5. Ilmu yang mempelajari cincin pohon

Studi tentang cincin pohon dikenal sebagai dendrokronologi. Cabang ilmu ini mempelajari hubungan antara pertumbuhan kayu, waktu, dan kondisi iklim.

Melalui dendrokronologi, ilmuwan dapat menyusun kronologi iklim jangka panjang, termasuk perubahan suhu dan curah hujan sejak ratusan tahun sebelum alat pengukur cuaca modern ditemukan.

Menariknya, kayu yang sudah terbentuk tidak akan berubah lagi. Artinya, setiap cincin menjadi rekaman permanen kondisi lingkungan pada masa itu. Inilah yang membuat cincin pohon sangat penting dalam penelitian perubahan iklim dan sejarah lingkungan bumi.

Jumlah cincin pada batang pohon dapat menunjukkan umur karena setiap cincin biasanya terbentuk sekali dalam setahun. Dengan menghitung cincin-cincin tersebut, ilmuwan dapat memperkirakan usia pohon sekaligus memahami kondisi lingkungan yang pernah dialaminya.

Jadi, potongan batang pohon ternyata bukan hanya kayu biasa. Di dalamnya tersimpan sejarah panjang tentang waktu, cuaca, dan kehidupan alam selama bertahun-tahun.

Referensi

Climate.gov. Diakses pada Mei 2026. How Tree Rings Tell Time and Climate History
National Park Services. Diakses pada Mei 2026. Tree Rings and the Tales They Tell
The National Institute of Standards and Technology. Diakses pada Mei 2026. How Do You Measure the Age of a Tree?
The Royal Forestry Society. Diakses pada Mei 2026. Tree Age

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi

Related Articles

See More