Belalang sembah (pexels.com/Alix)
Salah satu yang menarik perhatian dari belalang sembah adalah kenyataan bahwa mereka sangat bermusuhan satu sama lain. Belalang sembah tidak bisa ditempatkan dalam satu wadah bersama belalang sembah lainnya, atau salah satunya akan dimakan dalam waktu singkat.
Fenomena ini biasanya terjadi pada anak belalang sembah yang baru menetas. Begitu keluar dari ootheca, belalang sembah sudah siap dan tanpa ragu menyantap saudaranya sendiri. Tidak hanya itu, perilaku ini juga terjadi saat masa perkawinan, di mana betina akan memakan jantan saat proses kawin berlangsung.
Beberapa faktor memengaruhi terjadinya kanibalisme seksual pada belalang sembah, antara lain:
Nutrisi dan kelangsungan hidup: Belalang sembah betina memiliki kebutuhan energi yang meningkat untuk telur-telur mereka. Dengan memangsa belalang sembah jantan, mereka memperoleh asupan nutrisi yang optimal sehingga mendorong produksi telur yang baik.
Belalang terlalu stres karena lapar: Ketika belalang sembah betina hidup di lingkungan yang buruk dan minim sumber makanan, mereka bisa saja mengalami kelaparan ekstrem yang kemungkinan terjadinya kanibalisme seksual meningkat. Di mana jantan yang terlalu dekat dengan betina bisa disalahartikan sebagai mangsa.
Strategi evolusi: Adanya kanibalisme seksual memungkinkan keuntungan adaptif, yakni dapat meningkatkan peluang kelangsungan hidup keturunan.
Pengaruh spesies: Tidak semua spesies belalang sembah melakukan kanibalisme seksual, khususnya di wilayah tropis yang menunjukkan tingkat perilaku ini yang lebih rendah.
Kanibalisme seksual terdengar sangat kejam, namun hal ini sebenarnya menguntungkan bagi pejantan. Artinya, praktik ini menjadi kesempatan bagi pejantan untuk memperkuat keturunannya dan dengan demikian meningkatkan peluangnya untuk mewariskan gen.
Proses kanibalisme seksual dimulai dari belalang jantan yang mendekati betina dengan hati-hati. Mereka sering menunjukkan perilaku pacaran, mengandalkan kaki bersendi dan antena untuk menenangkan dan menarik perhatian betina. Belalang jantan akan naik ke atas betina dan menggunakan organ kopulasi miliknya untuk menyuburkan telurnya. Selama proses ini terjadi, betina akan menggigit kapsul kepala jantan.