Kanguru (pexels.com/Kaboompics.com)
Diapause embrionik menunda kelahiran anak pada hewan betina tertentu. Hal ini memungkinkan induk untuk menunggu hingga tanda-tanda fisiologis yang tepat menunjukkan hasil reproduksi yang menguntungkan. Hingga saat itu, embrio blastokista berada dalam keadaan dorman.
Lebih dari 130 spesies hewan telah terbukti menunda kehamilan mereka. Di bawah ini adalah lima diantaranya:
Beruang kutub betina mampu menyimpan telur yang telah dibuahi hingga mereka siap melanjutkan kehamilan. Pada beruang kutub, masa kehamilan berlangsung selama delapan bulan. Akhir Maret hingga awal Juni adalah waktu yang tepat bagi beruang betina menemukan pasangan.
Mereka melahirkan satu hingga tiga anak pada bulan November atau Desember. Di Arktik banyak ditemukan predator besar berburu mangsa yang mudah sepanjang tahun. Induk beruang kutub ini menunjukkan bahwa tidak ada waktu yang ideal untuk hamil. Namun, tubuh mereka didesain untuk menyimpan embiro hingga waktu yang tepat untuk meningkatkan kehamilan.
Anjing laut mampu menunda kehamilan untuk melahirkan dalam kondisi optimal. Sebagian besar spesies anjing laut kawin dalam beberapa Minggu sebelum musim kawin. Anjing laut jantan telah menetapkan wilayah teritorial dan banyak betina berkumpul, sehingga momennya pun lebih ideal.
Periode kehamilan anjing laut biasanya kurang dari satu tahun, di mana persalinan tidak bertepatan dengan kondisi optimal untuk kelahiran. Artinya, dengan adanya diapause embrionik dapat membantu anjing laut untuk memastikan kelahiran di waktu yang tepat. Beberapa faktor memengaruhi durasi diapause embrio, seperti jenis spesies, habitat, dan kesehatan induk.
Kondisi lingkungan pun dapat memengaruhi waktu implantasi. Misalnya pada anjing laut abu-abu yang mengatur kehamilan berdasarkan suhu air. Di mana menunda implantasi embrio memungkinkan induk untuk bertahan dalam kondisi sulit seperti kelaparan atau cuaca buruk.
Embiro beberapa spesies hewan pengerat menunggu untuk berimplantasi sampai tubuh induknya memiliki cadangan makanan dan energi yang cukup. Tikus dan hewan pengerat lainnya mengalami diapause ketika kehidupan di alam liar sangat menantang. Hal ini disebabkan beberapa faktor seperti kekurangan makanan, penyimpanan lemak yang kurang memadai, dan adanya saudara kandung yang lebih tua yang masih menyusui.Tikus peliharaan atau tikus di laboratorium biasanya memiliki hasil kelahiran yang lebih baik. Hal ini disebabkan adanya lingkungan hidup yang lebih terkontrol.
Jenis armadillo sembilan pita biasanya melakukan pengaturan popular, di mana betina yang hamil mampu menunda perkembangan embrio hingga dua tahun sebagai respons terhadap tekanan lingkungan yang ekstrem. Implantasi embrio di dinding rahim tertunda selama tiga hingga empat bulan. Hal ini ditambah dengan periode pertumbuhan pesat rata-rata selama lima bulan, artinya waktu rata-rata hingga kelahiran adalah sekitar sembilan bulan.
Kanguru dan walabi betina menggunakan kedua rahim selama masa kehamilan. Kehamilan marsupial ditandai dengan durasi kehamilan yang singkat dan periode menyusui yang panjang. Namun, dengan memicu diapause embrionik, kehamilan dapat diperpanjang hingga 11 bulan lamanya. Pada kanguru dan walabi, hormon melatonin dan prolaktin membantu memodulasi pengaruh variabel laktasi dan musiman terhadap diapause.