Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apa yang Terjadi jika Bumi Keluar dari Orbitnya?

ilustrasi Bumi dan Matahari
ilustrasi Bumi dan Matahari (freepik.com/freepik)
Intinya sih...
  • Suhu Bumi akan berubah secara drastis, baik menjadi sangat dingin atau sangat panas
  • Siang dan malam menjadi tidak teratur, mengacaukan ritme biologis makhluk hidup
  • Atmosfer mengalami ketidakstabilan, membuat Bumi rentan terhadap cuaca ekstrem
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bumi berada pada orbit yang stabil karena tarikan gravitasi Matahari yang menjaga kecepatannya tetap seimbang. Selama keseimbangan ini terjaga, planet dapat mempertahankan jaraknya dari Matahari dan memelihara kondisi yang mendukung kehidupan. Namun, jika orbit berubah, dampaknya akan sangat besar bagi iklim, ekosistem dan struktur fisik planet. Perubahan kecil saja sudah bisa mengganggu stabilitas jangka panjang.

Kemungkinan Bumi keluar dari orbitnya memang sangat kecil, tetapi secara teori perubahan besar pada gaya gravitasi atau tumbukan benda langit dapat memicu kemungkinan ini. Situasi seperti itu membuat seluruh sistem Tata Surya ikut terpengaruh. Orbit yang tidak lagi stabil akan mengubah cara planet berputar dan bergerak di ruang angkasa. Fenomena ini dapat membuka rangkaian perubahan ekstrem yang sulit diprediksi secara pasti.

1. Suhu Bumi akan berubah secara drastis

ilustrasi sungai yang membeku
ilustrasi sungai yang membeku (pexels.com/Riccardo)

Jika Bumi bergerak lebih jauh dari Matahari, suhu global akan turun dengan cepat. Lautan mulai membeku dan atmosfer menjadi lebih tipis akibat penurunan energi yang diterima. Ini akan mengubah pola cuaca secara total sehingga membuat sebagian besar wilayah tidak lagi dapat dihuni makhluk hidup. Proses pembekuan dapat berlangsung bertahap, tetapi terus meningkat setiap tahun.

Sebaliknya, jika Bumi bergerak lebih dekat ke Matahari, panas ekstrem akan menjadi masalah utama. Suhu permukaan bisa meningkat hingga melampaui batas yang dapat ditoleransi oleh organisme. Penguapan air laut meningkat dan menyebabkan atmosfer berubah komposisinya. Kedua kondisi ini menunjukkan betapa sensitifnya suhu Bumi terhadap jarak orbit.

2. Siang dan malam menjadi tidak teratur

ilustrasi berjemur dengan sinar matahari
ilustrasi berjemur dengan sinar matahari (pexels.com/Julian Jagtenberg)

Perubahan orbit dapat memengaruhi durasi rotasi dan revolusi planet. Akibatnya, panjang siang dan malam bisa berubah secara signifikan. Ada kemungkinan satu hari berlangsung lebih lama hingga mencapai puluhan jam. Perubahan ini akan mengacaukan ritme biologis makhluk hidup yang bergantung pada pergantian cahaya dan kegelapan.

Gangguan terhadap pola cahaya juga berdampak pada fotosintesis tanaman. Proses produksi energi pada tumbuhan menjadi tidak stabil sehingga memengaruhi rantai makanan secara keseluruhan. Hewan yang bergantung pada pola berburu atau migrasi pun ikut mengalami kesulitan menyesuaikan diri. Ketidakteraturan rotasi dapat menciptakan perubahan yang panjang dan sulit dipulihkan.

3. Atmosfer mengalami ketidakstabilan

ilustrasi bumi
ilustrasi bumi (pexels.com/Zelch Csaba)

Orbit yang keluar dari jalur normal dapat mengubah tekanan dan struktur atmosfer. Jika Bumi menjauh dari Matahari, atmosfer menjadi lebih rapuh karena kehilangan energi yang menjaga molekul tetap aktif. Lapisan pelindung seperti ozon juga dapat menipis sehingga permukaan Bumi semakin rentan terhadap radiasi. Hal ini memperburuk kondisi yang sudah berbahaya bagi makhluk hidup.

Jika Bumi justru mendekat, atmosfer dapat menjadi lebih padat akibat peningkatan panas dan penguapan air. Perubahan ini menghasilkan badai dan angin ekstrem yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Ketidakstabilan atmosfer semacam ini membuat keseimbangan iklim sulit dipertahankan. Bumi menjadi jauh lebih rentan terhadap fenomena cuaca ekstrem.

4. Bumi bisa tersedot ke gravitasi objek lain

ilustrasi luar angkasa
ilustrasi luar angkasa (pexels.com/Pixabay)

Ketika keluar dari orbit, Bumi mungkin mengarah ke jalur yang membawanya mendekati planet lain atau bahkan bintang lain. Gaya gravitasi kuat dari objek tersebut dapat menarik Bumi sehingga menciptakan lintasan baru yang tidak terduga. Dalam beberapa skenario, Bumi dapat memasuki orbit baru yang sangat tidak stabil. Situasi ini akan membuat perjalanan planet semakin kacau.

Ada pula kemungkinan Bumi terdorong keluar dari Tata Surya menuju ruang antarbintang. Dalam kondisi ini, planet kehilangan sumber energi utama dan menjadi dunia beku tanpa cahaya. Tanpa Matahari, suhu akan turun drastis hingga mendekati nol mutlak. Ini menunjukkan betapa pentingnya keseimbangan gravitasi dalam menjaga keberlangsungan hidup di Bumi.

Jika Bumi keluar dari orbitnya, seluruh sistem kehidupan akan berubah secara drastis. Stabilitas yang selama ini terlihat biasa di Bumi ternyata bergantung pada keseimbangan orbit. Keseimbangan ini menjadi salah satu alasan utama mengapa kehidupan dapat tumbuh dan bertahan hingga sekarang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Science

See More

[QUIZ] Pilih Lukisan Berikut, Kami Tahu Kepribadianmu Alpha, Beta, atau Omega

14 Feb 2026, 18:55 WIBScience