Di tengah pedalaman Amazon, Amerika Selatan, kamu akan menemukan seekor burung dengan penampilan yang nyentrik. Secara visual, burung hoatzin memiliki bentuk yang gagah dengan ciri khas jambul di kepala. Namun, apakah kamu percaya kalau hoatzin adalah satu-satunya burung yang baunya menyerupai aroma sapi?
Kenapa Burung Hoatzin Punya Aroma seperti Sapi?

Aroma khas yang dikeluarkan burung hoatzin membuatnya mendapatkan julukan 'sapi terbang'. Burung hoatzin punya aroma seperti sapi, bukan karena tinggal di tempat dekat kandang sapi, bukan juga karena mereka hidup berdampingan dengan sapi. Lalu, apa yang membuat hoatzin berbau persis seperti sapi? Nah, dalam artikel ini akan dijelaskan lebih lanjut mulai dari karakteristik dan alasan mengapa hoatzin memiliki bau menyerupai sapi.
1. Karakteristik burung hoatzin

Burung hoatzin atau Opisthocomus hoazin merupakan burung dengan perilaku dan karakterisik fisik yang unik. Secara visual, burung ini memiliki kulit biru yang menutupi wajahnya dan mata berwarna merah. Hoatzin dewasa panjangnya sekitar 24 sampai 26 inci.
Bulu-bulu luarnya sebagian besar berwarna cokelat kemerahan dan ekor panjang menjuntai berwarna hijau perunggu, serta berujung pada pita putih. Jika diperhatikan, kepalanya terlihat mencolok dengan hiasan jambul bulu berwarna cokelat kemerahan.
Uniknya lagi, saat baru lahir, hoatzin tidak memiliki bulu, tetapi mengembangkan lapisan bulu halus hitam tidak lama setelah ia lahir. Pada hoatzin muda, ciri khas yang mudah dilihat adalah adanya sepasang cakar sayap fungsional yang terdapat di ujung sayap mereka pada jari pertama dan kedua. Ciri ini berangsur hilang saat hoatzin memasuki usia dewasa.
Hoatzin tersebar luas di wilayah Amazon di Amerika Selatan bagian utara dan tengah. Habitat hoatzin meliputi rawa-rawa, lahan basah air tawar, hutan galeri, dan tepian sungai, danau, hingga aliran air. Burung ini tidak pernah hidup di ketinggian di atas 1.640 kaki atau 500 meter.
Hoatzin menghabiskan waktunya di atas pepohonan dan sangat bergantung pada keberadaan perairan yang tenang. Mereka biasanya tinggal di hutan yang tumbuh subur di sepanjang pinggiran sungai atau danau, serta di wilayah rawa-rawa dan lahan basah yang selalu tergenang air tawar. Hoatzin juga sering ditemukan di sekitar danau tapal kuda, yakni danau-danau tenang yang terbentuk dari perubahan aliran sungai yang berkelok-kelok.
2. Perilaku sosial dan reproduksi

Burung hoatzin terkenal akan ketatnya penjagaan wilayahnya, terutama saat musim kawin tiba. Karena tempat mereka untuk membuat sarang di pinggir air sangat terbatas, pasangan hoatzin akan bekerja sama dengan gigih untuk mengusir gangguan dan mempertahankan area yang sudah mereka pilih.
Sepasang burung yang sedang berkembang biak akan memberi tahu burung lain terkait batas wilayah mereka dengan menampilkan ritual perkawinan, suara keras, dan postur yang agresif. Mengingat lokasi ideal di tepi air sangat terbatas, burung hoatzin muda sering menetap di wilayah orang tua mereka hingga beberapa tahun.
Selama tinggal bersama orang tuanya, mereka tidak sekadar numpang, melainkan bertindak layaknya pembantu orang tua mereka. Artinya, burung hoatzin membantu mempertahankan daerah kekuasaan dan mengasuh anak-anak burung yang masih muda.
Dalam hal reproduksi, burung hoatzin tidak mulai berkembang biak sampai setelah tahun pertama kehidupannya. Musim kawin terjadi bersamaan dengan musim hujan di wilayahnya. Burung hoatzin akan membangun sarang di dahan-dahan di atas air sekitar 6 sampai 15 kaki di atas permukaan.
Mereka biasanya bertelur dua hingga tiga butir, dengan masa inkubasi yang berlangsung selama 32 hari. Baik jantan maupun betina, mereka sama-sama mengerami anak-anaknya, yang biasanya tetap berada di sarang selama dua hingga tiga minggu setelah menetas.
3. Alasan burung hoatzin memiliki bau seperti sapi

Hoatzin sering dijuluki sebagai 'burung bau' atau 'sapi terbang". Apa alasannya sampai burung ini dikenal dengan baunya yang menyerupai sapi? Sebelumnya, diketahui hoatzin mencerna makanannya dengan bantuan fermentasi bakteri.
Berbeda dengan burung lain yang menggunakan lambung, hoatzin adalah satu-satunya burung di dunia yang memfermentasi makanannya. Proses fermentasi makanan ini juga terlihat pada mamalia ruminansia seperti sapi. Bedanya, sapi memiliki perut yang beradaptasi khusus, sedangkan hoatzin memiliki tembolok yang beradaptasi khusus.
Hoatzin mengandalkan usus depan untuk mencerna makanan. Bakteri di usus depan akan menghasilkan enzim yang membantu memecah selulosa pada bahan daun yang keras. Beberapa dari 1000 spesies bakteri yang ditemukan di tembolok hoatzin juga ditemukan pada mamalia ruminansia.
Proses pencernaan makanan membutuhkan waktu hingga 45 jam. Itulah mengapa burung hoatzin lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bersantai. Mereka tidak bisa terbang ketika tembolok penuh dengan daun yang berfermentasi.
Daun yang difermentasi tersebut melepaskan metana yang dikeluarkan burung melalui sendawa. Inilah kombinasi dari makanan berdaun, fermentasi di bagian depan saluran pencernaan, dan sering bersendawa yang membuat burung ini mengeluarkan aroma busuk seperti kotoran sapi.
Hoatzin adalah burung unik yang persebarannya luas di Amazon. Selain itu, burung hoatzin punya aroma seperti sapi karena burung ini punya sistem pencernaan yang menyerupai mamalia tersebut, yakni dengan memfermentasi makanan dan mengeluarkan sendawa yang baunya persis seperti sapi.



















