Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dari Mana Nama Strawberry Moon Berasal?
ilustrasi Strawberry Moon (unsplash.com/Jonny Clow)
  • Nama Strawberry Moon berasal dari tradisi masyarakat Algonquian di Amerika Utara yang menandai musim panen stroberi liar pada bulan Juni.
  • Istilah Strawberry Moon tidak menggambarkan warna Bulan, melainkan penanda musim; warna kemerahan hanya efek posisi dan atmosfer Bumi.
  • Beragam budaya memiliki nama berbeda untuk bulan purnama Juni, mencerminkan cara manusia kuno menggunakan langit sebagai kalender alami.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Setiap bulan purnama ternyata memiliki nama unik yang berbeda-beda. Salah satu yang paling terkenal adalah Strawberry Moon, sebutan untuk bulan purnama yang muncul pada bulan Juni. Mendengar namanya, banyak orang mengira bulan ini akan tampak berwarna merah muda seperti stroberi.

Padahal, kenyataannya tidak demikian. Nama Strawberry Moon sama sekali tidak berkaitan dengan warna Bulan, melainkan berasal dari tradisi kuno yang menghubungkan siklus bulan dengan perubahan musim dan aktivitas manusia di alam.

1. Berasal dari tradisi masyarakat kuno Amerika Utara

Nama Strawberry Moon berasal dari tradisi penamaan bulan purnama yang dilakukan oleh masyarakat kuno di Amerika Utara, khususnya kelompok penutur bahasa Algonquian yang tinggal di wilayah timur laut benua tersebut. Pada masa itu, masyarakat belum menggunakan kalender modern seperti sekarang. Sebagai gantinya, mereka memanfaatkan siklus Bulan sebagai penanda waktu untuk berburu, bercocok tanam, hingga mengumpulkan hasil alam.

Bulan purnama yang muncul pada bulan Juni bertepatan dengan musim matangnya stroberi liar. Karena itulah, mereka menyebutnya sebagai Strawberry Moon atau "Bulan Stroberi" untuk menandai waktu terbaik memanen buah tersebut.

2. Srawberry moon bukan berarti bulannya berwarna merah muda

Salah satu kesalahpahaman yang paling umum adalah anggapan bahwa Strawberry Moon akan tampak berwarna merah muda atau merah seperti stroberi. Faktanya, warna Bulan saat Strawberry Moon biasanya tidak berbeda dengan bulan purnama biasa. Jika terkadang terlihat kekuningan, jingga, atau kemerahan, hal itu disebabkan oleh posisi Bulan yang rendah di langit serta pengaruh atmosfer Bumi, bukan karena namanya. Dengan kata lain, istilah Strawberry Moon hanyalah penanda musim, bukan deskripsi warna Bulan.

3. Setiap daerah memiliki nama bulan purnama yang berbeda

ilustrasi bulan purnama (pexels.com/Tom Fisk)

Meskipun nama Strawberry Moon paling populer di dunia, masyarakat di berbagai wilayah memiliki sebutan mereka sendiri untuk bulan purnama Juni. Di beberapa wilayah Eropa, bulan purnama ini dikenal sebagai Rose Moon karena bertepatan dengan musim mekarnya bunga mawar. Ada pula yang menyebutnya Honey Moon atau Mead Moon karena berkaitan dengan musim panen madu dan pembuatan minuman madu fermentasi.

Sementara itu, beberapa kelompok masyarakat pribumi lainnya menggunakan nama yang berkaitan dengan pematangan buah beri atau perubahan perilaku hewan pada awal musim panas. Perbedaan nama ini menunjukkan bagaimana manusia pada masa lalu sangat bergantung pada alam dan menggunakan langit sebagai penunjuk waktu.

4. Bagaimana Strawberry Moon digunakan saat ini

Saat ini, Strawberry Moon lebih banyak digunakan sebagai istilah budaya dan populer dibandingkan istilah ilmiah. Lembaga astronomi menganggapnya sebagai nama tradisional, bukan klasifikasi resmi dalam ilmu astronomi.

Meski begitu, nama ini tetap disukai karena mampu menghadirkan gambaran yang hangat dan mudah diingat: musim panas yang mulai tiba, buah stroberi yang matang, serta malam-malam cerah di bulan Juni. Tidak heran jika setiap tahun kemunculan Strawberry Moon selalu berhasil menarik perhatian para pengamat langit di berbagai negara.

5. Strawberry Moon sebagai kalender alam

Bagi masyarakat masa lalu, nama bulan purnama berfungsi layaknya kalender alami. Ketika para tetua mengatakan bahwa Strawberry Moon telah tiba, masyarakat langsung memahami bahwa inilah saat yang tepat untuk memanen stroberi liar sebelum musimnya berakhir. Konsepnya mirip dengan istilah Harvest Moon yang menandakan datangnya musim panen pada musim gugur. Cara ini membantu masyarakat mengatur aktivitas mereka jauh sebelum kalender modern ditemukan.

Jadi, Strawberry Moon adalah nama tradisional untuk bulan purnama yang muncul pada bulan Juni. Nama ini berasal dari tradisi masyarakat pribumi Amerika Utara yang menggunakan siklus Bulan sebagai penanda musim, khususnya musim panen stroberi liar. Jadi, meskipun namanya mengandung kata "stroberi", Strawberry Moon bukanlah Bulan yang berwarna merah muda. Sebaliknya, nama tersebut merupakan warisan budaya berusia ratusan tahun yang mengingatkan kita pada hubungan erat antara manusia, alam, dan langit malam.

Referensi

BBC Science Focus. Diakses pada Juli 2026. Why Tonight's June Full Moon Is Called The Strawberry Moon
India Today. Diakses pada Juli 2026. A Fruity Delight: Why June's Full Moon Is Called Strawberry Moon
Perth Observatory. Diakses pada Juli 2026. Why June’s Full Moon Is Called The Strawberry Moon
The Times of India. Diakses pada Juli 2026. Why Is June's Full Moon Known as The Strawberry Moon? Here's Everything Student Should Know

Curated For You

Editorial Team

Related Article