Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Disebut Mirip "Donald Trump", Apakah Kerbau Albino Langka?
ilustrasi kerbau albino (Wikimedia Common/Santulan Mahanta)
  • Seekor kerbau albino di Bangladesh viral menjelang Idul Adha karena tampilannya unik dengan warna krem, hidung merah muda, dan rambut pirang yang disebut mirip Donald Trump.
  • Kerbau albino tergolong sangat langka, hanya sekitar 1 dari 100.000 kelahiran pada mamalia besar, disebabkan kelainan genetik yang menghambat produksi pigmen melanin.
  • Mutasi gen TYR menyebabkan tubuh kerbau tidak memproduksi melanin, diwariskan secara resesif, dan lebih sering muncul pada populasi kecil dengan perkawinan sedarah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Menjelang Idul Adha kemarin, warga Bangladesh dibuat heboh dengan kemunculan seekor kerbau albino yang viral di media sosial. Kerbau dengan warna tubuh krem, hidung merah muda, dan rambut pirang panjang di dahinya itu bahkan dijuluki mirip Presiden AS Donald Trump. Keunikannya membuat banyak warga rela datang dari berbagai daerah hanya untuk melihat langsung hingga berfoto bersama hewan langka tersebut.

Kemunculan kerbau unik ini pun membuat banyak orang penasaran, apakah kerbau albino langka? Kondisi albino pada kerbau memang sangat jarang terjadi karena dipengaruhi kelainan genetik yang membuat tubuh hewan tidak mampu memproduksi pigmen warna secara normal. Yuk, simak pembahasan lengkapnya berikut ini!

1. Apakah kerbau albino langka?

Kerbau albino termasuk hewan yang sangat langka. Pada mamalia besar seperti kerbau, peluang lahir dengan albinisme sejati diperkirakan hanya sekitar 1 dari 100.000 kelahiran. Karena itu, kemunculan kerbau albino sering dianggap sebagai fenomena yang sangat jarang ditemukan, terutama di kawasan Asia Selatan yang dikenal memiliki populasi kerbau cukup besar. Kerbau albino sejati biasanya memiliki bulu putih bersih, kulit pucat, dan mata berwarna merah muda atau kemerahan karena pembuluh darah di matanya terlihat jelas.

Namun, tidak semua kerbau berwarna putih bisa disebut albino. Ada juga kondisi lain yang disebut leucism, yaitu hilangnya sebagian pigmen sehingga hewan tampak putih, tetapi tetap memiliki warna mata normal. Kerbau albino sejati juga lebih sulit bertahan hidup karena sangat sensitif terhadap sinar matahari dan rentan mengalami gangguan penglihatan. Di alam maupun peternakan, mereka membutuhkan perlindungan ekstra seperti tempat teduh dan perawatan khusus.

2. Penyebab kerbau albino

Penyebab kerbau albino yakni karena adanya kelainan genetik yang memengaruhi produksi melanin, yaitu pigmen alami yang memberi warna pada kulit, mata, dan bulu. Akibatnya, kerbau albino memiliki warna tubuh putih pucat dengan mata dan kulit yang cenderung merah muda. Kondisi ini tergolong sangat langka dan biasanya berkaitan dengan faktor keturunan. Berikut beberapa penyebab kerbau albino.

  • Mutasi pada gen TYR (Tyrosinase)

Penyebab utama albinisme pada kerbau adalah mutasi pada gen TYR atau tyrosinase. Gen ini berfungsi menghasilkan enzim tyrosinase yang berperan penting dalam pembentukan melanin. Pada kerbau albino, terjadi perubahan genetik berupa mutasi dari G menjadi A yang membuat enzim tersebut tidak bekerja dengan normal. Akibatnya, tubuh kerbau tidak mampu memproduksi melanin sama sekali.

  • Produksi melanin terhenti

Karena enzim tyrosinase tidak aktif, proses pembentukan pigmen menjadi terhambat. Hal inilah yang menyebabkan bulu kerbau tampak putih bersih, sedangkan kulit dan matanya terlihat merah muda atau pucat karena minimnya pigmen warna.

  • Pewarisan gen resesif

Albinisme termasuk kelainan genetik autosomal resesif. Artinya, seekor kerbau harus mewarisi dua salinan gen albino, masing-masing dari induk jantan dan betina agar lahir sebagai albino. Jika hanya memiliki satu gen mutasi, kerbau akan terlihat normal tetapi menjadi pembawa sifat atau carrier.

  • Perkawinan sedarah

Risiko lahirnya kerbau albino lebih tinggi pada populasi kecil atau kelompok ternak yang sering mengalami perkawinan sedarah. Hal ini membuat peluang bertemunya dua gen mutasi menjadi lebih besar sehingga sifat albino lebih mudah muncul pada keturunannya.

Dari penjelasan di atas, apakah kerbau albino langka memang memiliki jawaban yang cukup jelas karena kondisi ini sangat jarang terjadi pada mamalia besar seperti kerbau. Faktor genetik hingga minimnya kemampuan bertahan hidup membuat hewan ini sangat jarang ditemukan di alam maupun peternakan. Semoga ulasan ini bisa menjawab pertanyaanmu, ya.

FAQ seputar apakah kerbau albino langka

Apakah kerbau albino langka?

Ya, kerbau albino termasuk sangat langka karena kondisi ini terjadi akibat kelainan genetik yang jarang muncul.

Apa penyebab kerbau menjadi albino?

Kerbau albino disebabkan oleh tubuh yang tidak mampu memproduksi melanin atau pigmen warna secara normal.

Apakah semua kerbau putih termasuk albino?

Tidak. Beberapa kerbau putih bisa mengalami leucism, yaitu hilangnya sebagian pigmen, bukan albinisme sejati.

Referensi

"White Buffalo (Bison)". Ozark Valley Bison Ranch. Diakses Mei 2026.
"Rare Albino Buffalo Spared: How A ‘Donald Trump’ Hairdo Saved A Life". Kevin Van Paassen. Diakses Mei 2026.

Editorial Team

Related Article