Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Fakta Cikrak Peri Agung, Jantan Memetik Bunga Kuning untuk Betina

6 Fakta Cikrak Peri Agung, Jantan Memetik Bunga Kuning untuk Betina
Cikrak peri agung (pixabay.com/Penny)

Cikrak peri agung merupakan burung yang berasal dari Australia. Mereka berada dalam famili Maluridae dengan nama ilmiah Malurus cyaneus. Panjang tubuhnya mencapai 14-16 sentimeter dan beratnya kisaran 8-13 gram. Kamu mungkin akan langsung mengenali mereka di alam liar karena penampilannya sangat menarik. Bulu jantan saat musim kawin berwarna biru di bagian dahi, penutup telinga, mantel, dan ekornya.

Sementara itu, mereka juga tampak seperti mengenakan topeng hitam. Berbeda dengan betina dan jantan yang belum kawin, cenderung berwarna cokelat kekuningan dengan perut bagian bawah lebih terang. Yuk, kenalan melalui fakta-fakta berikut ini.

1. Wilayah penyebaran cikrak peri agung

Cikrak peri agung (pixabay.com/Penny)
Cikrak peri agung (pixabay.com/Penny)

Penyebaran cikrak peri agung berada di sebagian besar benua, dari bagian tenggara Australia Selatan, termasuk Pulau Kanguru dan Adelaide serta Semananjung Eyre hingga seluruh Victoria, Tasmania, wilayah dan sub-wilayah pesisir New South Wales. Mereka juga ada di Queensland melalui wilayah Brisbane, meluas ke pedalaman di utara hingga Sungai Dawson dan bagian barat Blackall. Mereka menghuni semua area yang semak belukarnya sedikit.

Dilansir Animalia, mereka bisa kamu temui di padang rumput dengan semak tersebar, hutan yang cukup lebat, dan bisa saja di kebun rumahmu. Cikrak peri agung juga telah beradaptasi dengan lingkungan perkotaan dan bisa ditemui di pinggiran kota Sydney, Canberra, dan Melbourne.

2. Cikrak peri agung hidup dalam kelompok kecil

Cikrak peri agung (pixabay.com/Penny)
Cikrak peri agung (pixabay.com/Penny)

Hidup dalam kelompok kecil yang terdiri dari tiga hingga lima burung, mereka masih harus mempertahankan dan melindungi wilayah kecilnya sepanjang tahun. Kelompok cikrak peri agung terdiri dari satu atau banyak jantan dan betina pembantu yang lahir di wilayah jelajahnya, tidak harus dari anak-anak pasangan yang berkembangbiak. Burung-burung itu membantunya melindungi wilayah dan merawat anak-anaknya.

3. Cikrak peri agung spesialis pemakan serangga

Cikrak peri agung (pixabay.com/Penny)
Cikrak peri agung (pixabay.com/Penny)

Sebagai burung yang aktif di siang hari, mereka lebih banyak menghabiskan waktunya untuk mencari makan di area terbuka di dekat sarangnya. Cikrak peri agung adalah karnivora yang banyak memakan serangga.

Mereka memangsa berbagai makhluk kecil seperti semut, belalang, lalat dan berbagai larva. Untuk melengkapi dietnya, cikrak peri agung juga mengonsumsi biji-bijian, bunga dan buah-buahan, dilansir Australian Museum.

4. Cikrak peri agung punya cara untuk mendistraksi pemangsa

Cikrak peri agung (pixabay.com/Penny)
Cikrak peri agung (pixabay.com/Penny)

Burung yang hidup di alam liar memiliki cara sendiri untuk mengelabui pemangsa, begitu juga dengan cikrak peri agung. Mereka akan menunjukkan tampilan 'rodent-run' untuk mengalihkan perhatian pemangsa dari sarangnya, sebab di sana ada anak-anaknya. Selama pertunjukan itu, cikrak peri agung berlari cepat dan menyuarakan panggilan peringatan. Kepala, leher dan ekornya diturunkan, sayapnya direntangkan dan bulunya dikibarkan.

5. Jantan memetik kelopak bunga untuk betina

Cikrak peri agung (pixabay.com/Penny)
Cikrak peri agung (pixabay.com/Penny)

Selama musim kawin, jantan memiliki cara tersendiri untuk memikat perhatian betina. Cikrak peri agung jantan akan memetik kelopak bunga berwarna kuning yang kontras dengan bulunya. Kelopak bunga itu akan ditunjukkan pada betina. Terkadang, mereka juga menunjukkan kelopak unga di wilayah lain dan bahkan di luar musim kawin, itu dilakukan jantan untuk mempromosikan dirinya. Unik, bukan?

6. Sistem perkawinan cikrak peri agung

Cikrak peri agung (pixabay.com/Penny)
Cikrak peri agung (pixabay.com/Penny)

Sistem perkawinan cikrak peri agung cukup kompleks. Mereka dianggap monogami secara sosial, tapi menunjukkan perkawinan poligami. Pasangan jantan terikat seumur hidup, tapi mereka juga sering kawin dengan burung lainnya. Menariknya lagi, pasangan kawin memiliki pendamping yang membantunya merawat anak-anak mereka. Musim kawinnya terjadi dari musim semi hingga akhir musim panas.

Cikrak peri agung membangun sarangnya di tanah, di bawah 1 meter dan di antara tumbuhan lebat. Betina menghasilkan 3 hingga 4 butir telur yang dierami selama 14 hari. Anak burung bisa mencari makan sendiri pada usia 40 hari tapi mereka masih berada dalam kelompok keluarga kecilnya untuk membantu induknya selama satu tahun atau lebih.

Burung indah satu ini ternyata memiliki cara unik sendiri untuk memikat pasangannya. Siapa sangka bahwa mereka akan menggunakan kelopak bunga kuning yang cerah! Populasi cikrak peri agung tidak diketahui dengan pasti tapi cenderung stabil dan diklasifikasikan sebagai Least Concern. Tertarik melihat cikrak peri agung secara langsung?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera
Follow Us

Latest in Science

See More

Cahaya Terang Terlihat di Langit Lampung dan Banten, Bekas Roket China

05 Apr 2026, 23:50 WIBScience