"Hewan liar tidak melakukan seks (yang) aman, tentu saja mereka mengidap IMS," jelas Dr. Barbara Natterson-Horowitz, konsultan ahli jantung UCLA untuk kebun binatang Los Angeles.
7 Fakta Gelap Lumba-lumba, Tidak Sepolos Kelihatannya!

- Lumba-lumba ternyata memiliki sisi agresif, termasuk membunuh anakan dari spesies sendiri maupun lain demi dorongan seksual dan dominasi.
- Perilaku seksual lumba-lumba bisa ekstrem, mulai dari pemaksaan terhadap betina hingga menunjukkan ketertarikan pada manusia di beberapa kasus.
- Lumba-lumba juga menunjukkan perilaku unik seperti tetap terjaga berhari-hari, menggunakan racun ikan buntal untuk efek ‘high’, dan rentan terkena infeksi menular seksual.
Kita sering mendengar tentang lumba-lumba dalam konteks yang positif. Seperti tingkat intelegensinya yang tinggi dan memiliki sifat altruistik di mana mereka kerap terlihat membantu manusia atau hewan lain.
Tetapi, lumba-lumba tidak sesempurna itu. Bahkan, mereka memiliki sisi gelap yang jarang diketahui orang. Penasaran dengan fakta gelap lumba-lumba? Scroll down, please!
Table of Content
1. Membunuh lumba-lumba yang masih kecil

Yang biasanya membunuh anakan lumba-lumba adalah para pejantan. Berdasarkan studi yang diterbitkan dalam Proceedings: Biological Sciences di tahun 1998, diketahui bahwa 5 lumba-lumba hidung botol remaja mengalami cedera fatal akibat serangan lumba-lumba jantan dewasa dari spesies yang sama.
Rupanya, lumba-lumba jantan melakukannya demi seks. Mengutip Deep Sea News, setelah kematian anaknya, lumba-lumba betina siap untuk hamil lagi.
2. Mereka juga membunuh anakan spesies lain

Di Skotlandia, para ilmuwan menemukan bayi lumba-lumba pelabuhan (Phocoena phocoena) terdampar dengan luka internal yang mengerikan. Awalnya, mereka berpikir kalau kematiannya disebabkan oleh tes senjata.
Sampai akhirnya ilmuwan tersebut menemukan bekas gigi di tubuh lumba-lumba tersebut! Belakangan, diketahui pelakunya adalah lumba-lumba dari spesies lain.
3. Sering terlihat memperkosa lumba-lumba betina

Tidak sepolos kelihatannya, lumba-lumba kerap melakukan kekerasan dan pemaksaan dalam seks. Sebagai contoh, kawanan yang berisi dua atau tiga lumba-lumba hidung botol jantan memaksa betina kawin, terkadang sampai berminggu-minggu.
Bahkan, lumba-lumba jantan mengeluarkan suara agresif, membuat gerakan mengancam, dan memukul betina dengan ekor mereka. Dan mereka akan mengejarnya jika betina mencoba berenang menjauh. Parah!
4. Anehnya, mereka bisa terangsang dengan manusia!

Dalam salah satu segmen di saluran televisi berbayar Nat Geo Wild, terlihat lumba-lumba di aquatic park yang melompat ke seorang perempuan dengan cara yang mencurigakan. Ia muncul dari kolam di antara kaki perempuan itu, lalu menjatuhkan diri di atasnya, dan memajumundurkan tubuhnya.
Tidak bisa dipastikan apakah lumba-lumba itu terangsang secara seksual dengan manusia. Tapi, fenomena ini banyak terjadi di berbagai belahan dunia.
Misalnya, pihak berwenang di pelabuhan Weymouth, Inggris, yang memperingatkan pengunjung tentang lumba-lumba bernama Georges. Dilansir Washington Citypaper, lumba-lumba itu sangat agresif secara seksual dan beberapa kali mencoba kawin dengan para penyelam!
5. Bisa terjaga selama berhari-hari tanpa tidur

Apa jadinya jika manusia tidak tidur satu hari? Mungkin, kita menjadi mudah marah, sulit konsentrasi, pelupa, dan tubuh mudah capek. Tetapi, tidak demikian dengan lumba-lumba.
Mengutip National Geographic, mamalia laut ini bisa terjaga selama lima hari berturut-turut tanpa kehilangan ketajaman mentalnya. Bahkan, mereka harus tetap sadar walau sedang tidur. Ini karena pernapasan lumba-lumba tidak dikendalikan secara otomatis.
6. Menggunakan racun ikan buntal supaya 'high'

Serial dokumenter "Spy in the Pod" memperlihatkan lumba-lumba yang 'high' setelah menyundul ikan buntal. Saat terancam, ikan buntal mengeluarkan racun dalam dosis kecil yang bisa bikin lumba-lumba teler.
Dalam sebuah video, terlihat beberapa lumba-lumba bermain dengan ikan buntal selama 20-30 menit. Setelah itu, lumba-lumba mengambang di bawah permukaan air dan terlihat terpesona oleh pantulannya sendiri. What a strange behavior!
7. Sebagian terkena infeksi menular seksual

Tidak hanya manusia, beberapa hewan bisa terkena infeksi menular seksual (IMS). Dilansir HuffPost, salah satunya adalah lumba-lumba hidung botol Atlantik (Tursiops truncatus) yang bisa mengidap kutil kelamin.
Selain lumba-lumba, babon bisa terkena herpes dan sifilis umum terjadi pada kelinci. Bahkan, populasi koala liar berkurang drastis karena infeksi klamidia.
Nah, itulah beberapa fakta gelap lumba-lumba yang perlu kamu ketahui. Apakah kini persepsimu berubah?
FAQ Seputar Fakta Gelap Lumba-lumba
| Apakah lumba-lumba pernah membunuh makhluk laut lain hanya untuk kesenangan? | Ya. Berbeda dengan mayoritas predator laut yang membunuh hanya untuk bertahan hidup atau mencari makan, lumba-lumba memiliki motivasi membunuh yang misterius. Mereka sering ditemukan menyerang mamalia laut lain atau ikan berukuran kecil, memukulnya dengan moncong, dan mencabiknya menggunakan gigi tajam tanpa ada niat untuk memakan korbannya sama sekali. Perilaku ini murni dilakukan sebagai bentuk "permainan" atau penyaluran agresi. |
| Bagaimana cara lumba-lumba jantan merebut atau menculik betina dari kelompok lain? | Lumba-lumba memiliki struktur sosial berlapis yang mirip dengan politik atau geng teritorial. Beberapa lumba-lumba jantan akan membentuk aliansi atau kelompok kecil yang agresif. Mereka akan bekerja sama untuk menyusup ke kelompok lain, mengisolasi satu lumba-lumba betina secara paksa, dan mengawalnya dengan ketat agar betina tersebut tidak bisa melarikan diri kembali ke kelompok asalnya. |
| Mengapa lumba-lumba sering terlihat menyiksa mangsanya sebelum dimakan? | Ketika berburu mangsa yang memiliki pertahanan diri berbahaya—seperti gurita—lumba-lumba tidak langsung menelannya. Mereka akan melempar gurita tersebut ke udara berulang kali dan menghantamkannya ke permukaan air hingga hancur berkeping-keping. Selain untuk melumpuhkan tentakel gurita yang bisa menyumbat saluran napas mereka, tindakan brutal ini juga sering dilakukan pada ikan kecil sebagai bagian dari permainan berburu mereka. |
| Apakah kecerdasan otak lumba-lumba juga digunakan untuk menipu sesamanya? | Benar. Tingkat kerutan otak (gyrification) lumba-lumba yang sangat tinggi memungkinkan mereka melakukan manipulasi sosial. Di alam liar, lumba-lumba diketahui kerap melakukan taktik pengelabuan, memberikan sinyal palsu untuk menjauhkan anggota kelompok lain dari sumber makanan, atau bekerja sama secara licik demi keuntungan individu atau aliansi mereka sendiri. |


















![[QUIZ] Dari Kristal Berkilau Pilihanmu, Ini Karaktermu yang Sesungguhnya](https://image.idntimes.com/post/20250428/j-yeo-tmv0xvj9ypq-unsplash-4674302905837cbdd7531d92ad0b8bc9.jpg)


