Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Fakta Mengerikan Ikan Sapu-Sapu, Ancaman di Balik Sungai Tercemar
ilustrasi ikan sapu-sapu (pixabay.com/geraldrose)
  • Ikan sapu-sapu kini mendominasi sungai Jakarta, mendorong Pemprov DKI melakukan penangkapan massal karena dianggap mengganggu keseimbangan ekosistem perairan.
  • Ikan ini mampu bertahan di kondisi air minim oksigen dengan mengambil udara langsung dari permukaan dan memiliki pelat keras yang membuatnya sulit dimangsa predator.
  • Aktivitas menggali lubang ikan sapu-sapu menyebabkan erosi tepi sungai, merusak habitat dasar, serta menggeser populasi ikan lokal sehingga mengancam ekosistem alami.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kehadiran ikan sapu-sapu di sungai-sungai Jakarta belakangan ini kembali menjadi sorotan publik. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bahkan mulai mendorong penangkapan secara masif karena populasinya yang dianggap mengganggu keseimbangan ekosistem. Langkah ini didukung karena ikan sapu-sapu semakin banyak ditemukan di aliran sungai Jakarta dan sekitarnya.

Fenomena tersebut kemudian memicu pertanyaan, bagaimana ikan yang awalnya dikenal sebagai pembersih akuarium kini bisa mendominasi perairan alami? Di balik kemampuannya bertahan di lingkungan ekstrem, ikan sapu-sapu ternyata menyimpan sejumlah fakta yang cukup mengkhawatirkan. Lalu, seberapa mengerikan sebenarnya ikan ini jika dilihat dari sisi ilmiah?

1. Mampu bertahan di lingkungan yang mematikan bagi ikan lain

ilustrasi ikan sapu-sapu (pexels.com/Monamie Chakravarti)

Siapa sangka, ikan sapu-sapu yang dikenal sebagai ikan pembersih akuarium ternyata mampu bertahan di lingkungan yang mematikan bagi ikan lain. Berdasarkan studi yang terbit dalam Comparative Biochemistry and Physiology Part A: Molecular & Integrative Physiology pada tahun 1998, ikan dari kelompok Loricariidae, yang mencakup ikan sapu-sapu, memiliki kemampuan mengambil oksigen langsung dari udara saat kadar oksigen di air sangat rendah.

Kondisi ini dikenal sebagai hipoksia, yaitu ketika air kekurangan oksigen sehingga sulit mendukung kehidupan ikan pada umumnya. Dalam situasi tersebut, ikan sapu-sapu dapat naik ke permukaan untuk mengambil oksigen langsung dari udara. Selain itu, tubuhnya juga mampu menyesuaikan cara kerja metabolisme agar tetap bertahan di lingkungan yang buruk.

2. Susah dimusnahkan karena "kebal" predator

ilustrasi ikan sapu-sapu (pexels.com/Denise H.)

Ikan sapu-sapu juga dikenal sulit dimusnahkan karena memiliki perlindungan alami dari predator. Menurut studi yang dipublikasikan dalam BMC Ecology & Evolution pada 2012, ikan dari kelompok Loricariidae memiliki tubuh yang dilapisi pelat keras atau dermal plates yang berfungsi sebagai pelindung. Struktur ini membuat tubuh mereka lebih tahan terhadap serangan dibandingkan ikan air tawar lainnya.

Karena perlindungan tersebut, tidak banyak predator yang mampu dengan mudah memangsa ikan sapu-sapu di habitat alaminya. Kondisi ini membuat populasi ikan sapu-sapu lebih mudah berkembang tanpa banyak tekanan dari rantai makanan. Inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa ikan sapu-sapu bisa bertahan dan bahkan mendominasi berbagai perairan.

3. Merusak dasar sungai dan menganggu ekosistem

ilustrasi ikan sapu-sapu (pixabay.com/furbymama)

Fakta paling mengerikan dari ikan sapu-sapu yaitu kemampuannya dalam merusak lingkungan habitatnya. Berdasarkan penelitian yang terbit dalam jurnal Asian Fisheries Science pada 2023, ikan ini dapat menggali lubang di tepi sungai yang menyebabkan erosi dan merusak struktur habitat perairan. Selain itu, aktivitas tersebut juga dapat mengubah kondisi dasar sungai atau benthic ecology, sehingga mengganggu keseimbangan ekosistem.

Penelitian yang sama menyebutkan bahwa ikan sapu-sapu bersaing dengan spesies lokal dalam memperebutkan makanan dan ruang hidup. Bahkan, mereka juga dapat memakan telur ikan lain dan menggeser populasi ikan asli. Kombinasi dampak ini membuat keberadaan ikan sapu-sapu menjadi ancaman serius bagi keseimbangan ekosistem sungai di berbagai wilayah.

Sejak kecil, kamu pasti familiar dengan ikan sapu-sapu yang dikenal sebagai pembersih akuarium. Ternyata, di balik perannya itu, ikan ini justru menyimpan dampak yang tidak sesederhana yang terlihat. Setelah mengetahui fakta ini, masihkah kamu menganggap ikan sapu-sapu hanya sebagai pembersih akuarium?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team