5 Fakta Ikan Sculpin Koralin, Punya Warna yang Menyatu dengan Habitat

- Ikan sculpin koralin hidup di dasar kolam pasang surut pantai, berwarna menyatu dengan habitatnya, dan pandai berkamuflase.
- Habitat ikan ini berada pada zona pasang surut, dasar laut keras, berbatu dan kolam pasang surut. Makanannya meliputi kerang, invertebrata, moluska, cacing, zoobentos, krustasea hingga alga.
- Ukuran tubuhnya kecil maksimal 14 cm. Proses reproduksi terjadi secara eksternal dan populasinya masih aman karena jarang menjadi target penangkapan ikan komersial.
Keberagaman spesies ikan menghuni perairan laut, yang sejatinya memberikan habitat, makanan hingga tempat berkembangbiak. Habitat yang beragam mulai dari substrat berbatu, berlumpur, berpasir hingga hamparan rumput laut. Semua tempat tersebut memberikan kehidupan bagi spesies ikan dalam berbagai bentuk hingga warna.
Membahas tentang warna ikan, terdapat salah satu spesies ikan yang hidup di dasar kolam pasang surut pantai. Keberadaannya ikan sculpin karang (Artedius corallinus) sulit terlihat. Karena selain ukuran yang kecil, warnanya pun sangat menyatu dengan habitatnya, diantara rumput laut dan bebatuan. Mereka adalah spesies ikan yang pandai berkamuflase. Seperti apa fakta menarik dari ikan sculpin karang? Simak ulasannya sebagai berikut.
1. Tinggal pada habitat berbatu

Spesies ikan dari keluarga Psychrolutidae, genus Artedius ini memiliki wilayah persebaran di Samudra Pasifik Timur. Serta di Pantai Barat Amerika Serikat hingga utara Baja California, Meksiko. Hal ini disebutkan The Reefers Network, ikan sculpin koralin menghuni habitat pada zona pasang surut, dasar laut keras, berbatu dan kolam pasang surut atau kolam berbatu. Umumnya sekitar kedalaman 0-21 m, yang ditemukan di celah-celah bebatuan. Pada tempat tersebut mereka mendapatkan makanannya berupa kerang, invertebrata, moluska, cacing, zoobentos, krustasea (udang dan kepiting) hingga memakan alga.
2. Punya warna yang mirip dengan habitatnya berada

Salah satu hal unik pada ikan sculpin koralin adalah warnanya yang begitu menyatu dengan lingkungannya berada. Hal ini tentu sangat bermanfaat bagi mereka dalam hal melindungi diri dari predator. Dilansir Mexican Fish, spesies ikan ini sulit terlihat ketika berada di antara bebatuan. Pada bagian punggung biasanya berwarna abu-abu gelap hingga cokelat kemerahan. Dilengkapi dengan bercak berwarna merah keunguan pada bagian kepala dan punggung. Selain untuk melindungi diri, kamuflase ini digunakannya untuk menyergap mangsa.
Pada kepalanya, terdapat dua pita putih lebar yang menonjol yang dipisahkan oleh pita cokelat kemerahan lebar. Serta ada bintik putih menonjol pada pangkal tangkai ekornya. Selain itu, ikan sculpin koralin punya sirip punggung, sirip dubur dan sirip ekor yang transparan dengan jari jari dan durinya yang berwarna cokelat. Sedangkan sirip perut juga transparan dengan garis-garis cokelat. Pada bagian perut tepat di atas sirip dubur yang memanjang, terdapat serangkaian bintik putih bulat yang berukuran sedang.
3. Ukuran tubuhnya kecil

Selain warnanya yang mirip hingga menyatu dengan habitatnya berada, ikan sculpin koralin juga memiliki ukuran yang terbilang kecil. Dilansir Monterey Scuba Board, panjang pertumbuhan maksimumnya sebesar 14 cm. Tubuhnya pipih, dengan kepala lebar dan besar serta mulut yang memanjang sampai ke tepi belakang mata yang besar.
4. Proses reproduksi terjadi secara eksternal

Ikan sculpin koralin tergolong ovipar yang pembuahannya terjadi secara eksternal. Namun, informasi tersebut kurang dipelajari secara lanjut, sehingga informasinya terbatas. Dilansir Life in Water Wiki, umumnya terdapat berbagai strategi reproduksi membangun sarang di bawah bebatuan atau celah-celah. Di lokasi tersembunyi tersebut telur biasanya diletakkan. Lalu, telur tersebut dijaga oleh induknya hingga menetas. Selain itu, mereka bersifat bentik yang suka diam atau menghabiskan waktu di dekat dasar perairan.
5. Populasinya masih aman

Spesies ikan sculpin koralin (Artedius corallinus) ini adalah ikan yang umum ditemukan pada habitatnya. Namun, karena ukuran yang kecil sehingga jarang menjadi target penangkapan ikan komersial. Maka, populasinya disebut lebih aman serta secara formal kurang dipelajari maupun dievaluasi secara formal oleh lembaga konservasi terkait.
Akan tetapi, kekhawatiran akan kerentanan bisa terjadi karena habitat yang hilang, polusi maupun perubahan iklim. Maka, perlu dilakukan konservasi secara khusus untuk ikan sculpin koralin maupun spesies ikan sculpin lainnya. Upaya tersebut bisa berupa membantu dalam melindungi pantai berbatu. Berusaha mengendalikan polusi maupun dengan program pemantauan pelacakan kesehatan serta melalui tren populasi. Selain itu, mengenai pengelolaan berkelanjutan dan informasi strategi konservasi, perlu dilakukan penelitian lagi baik ekologi maupun perilakunya. Semoga bermanfaat!



















