Perubahan genetiknya tidak sama pada setiap ras bobtail. Pada Manx, misalnya, ekor pendek berkaitan dengan perubahan pada gen TBXT, yaitu gen yang ikut berperan dalam perkembangan tubuh embrio. Ras bobtail lainnya dapat memiliki perubahan genetik berbeda yang menghasilkan bentuk ekor pendek dengan karakter masing-masing.
5 Fakta Ras Kucing Bobtail, Unik dari Bentuk Ekornya

- Ekor pendek kucing bobtail muncul akibat perubahan gen yang memengaruhi pembentukan ruas tulang ekor; mekanismenya berbeda di tiap ras, termasuk gen TBXT pada Manx.
- Dalam satu kelahiran, anak bobtail dapat memiliki panjang dan bentuk ekor berbeda, dari nyaris tanpa ekor hingga lurus, bengkok, berkait, bersimpul, atau menyerupai pom-pom.
- Bobtail sehat tetap lincah bergerak, tetapi Manx berisiko mengalami gangguan tulang belakang dan saraf, seperti kelemahan kaki belakang serta kesulitan mengontrol buang air.
Ekor menjadi salah satu ciri paling gampang dikenali saat melihat kucing bobtail. Dibandingkan kucing pada umumnya, bagian belakang tubuh ras ini memang terlihat berbeda sehingga sering membuat orang penasaran sejak pertama kali melihatnya.
Bobtail sendiri tidak hanya terdiri dari satu ras. Ada beberapa ras kucing yang sama-sama memiliki ekor pendek, tetapi sejarah dan karakteristiknya tidak selalu sama. Lantas, apa yang membuat ekor kucing bobtail bisa berbeda dari kucing pada umumnya?
1. Ekor pendek bobtail berasal dari perubahan gen

Kucing Bobtail (commons.wikimedia.org/Alex Opryatin) Ekor kucing tersusun dari ruas-ruas tulang belakang yang disebut vertebra kaudal. Pada kucing bobtail, perubahan pada gen tertentu dapat memengaruhi pembentukan ruas tulang tersebut sejak masih berada di dalam kandungan. Akibatnya, ekor bisa tumbuh lebih pendek dibandingkan kucing dengan ekor panjang, dengan jumlah dan bentuk ruas yang juga dapat berbeda.
2. Anak kucing dari induk yang sama bisa punya ekor berbeda

Manx (commons.wikimedia.org/Jonik) Bentuk ekor tidak selalu sama pada semua anak dari satu induk. Dalam satu kelahiran, bisa saja ada anak dengan ekor sangat pendek, sementara saudaranya masih memiliki ekor yang lebih panjang. Hal ini berkaitan dengan gen yang diterima masing-masing anak dari induknya.
Manx merupakan salah satu ras yang memiliki variasi panjang ekor cukup lebar. Ada Manx yang hampir tidak memiliki ekor sama sekali, tetapi ada pula yang masih mempunyai bagian ekor dengan panjang tertentu. Dalam standar ras Manx dikenal beberapa sebutan berdasarkan bentuk ekornya, termasuk rumpy untuk kucing tanpa ekor yang terlihat dan stumpy untuk kucing dengan sisa ekor pendek.
3. Ekor bobtail bisa lurus, bengkok, atau seperti gumpalan bulu

Japanese Bobtail (commons.wikimedia.org/ようてい) Ekor pendek pada bobtail tidak selalu berbentuk sama. Japanese Bobtail, misalnya, memiliki ekor yang sering terlihat seperti pom-pom karena bagian ekornya pendek dan ditumbuhi bulu yang cukup lebat. Ada pula Japanese Bobtail dengan ekor yang memiliki lekukan atau sudut sehingga bentuknya terlihat berbeda pada setiap kucing.
Kurilian Bobtail memiliki variasi yang tidak kalah menarik. Ekornya dapat berbentuk seperti kait, simpul, atau gumpalan kecil, dengan panjang yang juga berbeda-beda. Beberapa bagian ekornya bahkan dapat terasa kaku ketika disentuh karena susunan ruas tulang di dalamnya tidak sama dengan ekor kucing panjang.
4. Manx memiliki risiko kelainan tulang belakang

Manx (commons.wikimedia.org/TheEaterofCorn) Pada Manx, perubahan gen yang berkaitan dengan ekor juga dapat memengaruhi perkembangan tulang belakang. Sebagian anak kucing dapat mengalami Manx syndrome, terutama ketika perkembangan bagian belakang tulang belakang dan saraf tidak berlangsung normal. Kondisi tersebut dapat terlihat sejak masih kecil.
Gejalanya beragam, mulai dari kelemahan pada kaki belakang, gangguan koordinasi gerak, hingga kesulitan mengontrol buang air kecil dan besar. Tidak semua kucing Manx mengalami kondisi tersebut, karena pengaruh perubahan gen pada setiap individu dapat berbeda. Pemeriksaan kesehatan tetap diperlukan terutama pada anak kucing yang menunjukkan gangguan gerak atau masalah pada fungsi tubuh bagian belakang.
5. Kucing tetap bisa bergerak lincah meski ekornya pendek

Kucing Bobtail (commons.wikimedia.org/Alex Opryatin) Ekor memang membantu kucing menjaga keseimbangan saat bergerak, tetapi kemampuan tersebut tidak hanya bergantung pada ekor. Kucing menggunakan penglihatan, telinga bagian dalam, otot, persendian, dan sistem saraf untuk mengatur posisi tubuh ketika berjalan atau melompat. Informasi dari berbagai bagian tubuh tersebut diproses otak agar kucing dapat menyesuaikan gerakannya.
Kucing bobtail yang sehat tetap bisa berlari, melompat, memanjat, dan bermain seperti kucing lainnya. Perbedaan panjang ekor tidak otomatis membuat kemampuan bergeraknya berkurang. Hal yang perlu diperhatikan justru kondisi tulang belakang dan saraf pada ras atau individu yang memiliki kelainan terkait gen ekor pendek.
Ekor pendek pada kucing bobtail bukan sekadar perbedaan penampilan, karena bentuknya dapat dipengaruhi oleh faktor genetik yang berbeda pada tiap ras. Variasi tersebut membuat beberapa bobtail memiliki bentuk ekor yang cukup khas dan mudah dibedakan. Dari berbagai fakta tentang bobtail, bagian mana yang paling menarik menurut kamu?
Referensi:
"7 Fascinating Facts About Bobtail Cat Breeds That Will Surprise You." Cat Breed Zone. Diakses pada Agustus 2026
"Japanese Bobtail." Hills Pet. Diakses pada Agustus 2026
"Kurilian Bobtail." Vet Street. Diakses pada Agustus 2026
"American Bobtail." TICA. Diakses pada Agustus 2026








![[QUIZ] Tebak Fakta Soal Luar Angkasa, Benar atau Salah](https://image.idntimes.com/post/20250709/upload_b5e6bd681df34742826fca8a2f0cfcc2_665f5fc2-b24a-4203-a7d0-bf0227e41ddb.jpg)



![[QUIZ] Pilih Karakter Upin & Ipin, Kamu Dominan Otak Kanan atau Kiri?](https://image.idntimes.com/post/20250526/img-20250524-171040-59d926335e45a3f62b89089b95e5200f.jpg)








