Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Cerek Kepiting, Burung yang Membangun Sarang di Bawah Tanah

5 Fakta Cerek Kepiting, Burung yang Membangun Sarang di Bawah Tanah
Cerek Kepiting (commons.m.wikimedia.org/Koshy Koshy)
Intinya Sih
  • Cerek kepiting adalah satu-satunya spesies dalam keluarga Dromadidae, dengan ciri khas bulu putih, paruh hitam besar, dan kaki abu-abu panjang yang membantu mencari makan di pesisir Samudra Hindia.
  • Burung ini memiliki paruh kuat untuk menghancurkan cangkang kepiting serta menggali sarang sedalam 1,5 meter di pasir guna menjaga suhu telur tetap stabil saat inkubasi.
  • Hidup berkoloni besar hingga ribuan sarang, cerek kepiting menerapkan pengasuhan kooperatif dan populasinya tergolong stabil menurut IUCN meski aktivitas manusia masih diawasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Cerek kepiting (Dromas ardeola) merupakan burung pantai yang mendiami kawasan pesisir Samudra Hindia, mulai dari wilayah Laut Merah hingga pesisir Afrika Timur dan India. Burung ini memiliki karakteristik fisik yang khas dengan bulu putih bersih serta garis hitam pada bagian punggung dan sayap.

Berbeda dengan burung pantai lainnya, spesies ini memiliki kaki abu-abu yang panjang dan paruh hitam besar yang berfungsi sebagai alat pertahanan serta alat bantu mencari makan. Yuk, simak fakta lainnya tentang cerek kepiting pada pembahasan di bawah ini!

1. Satu-satunya anggota keluarga Dromadidae

Cerek Kepiting
Cerek Kepiting (commons.m.wikimedia.org/Drsssuresh1961)

Dalam klasifikasi ilmiah, cerek kepiting memegang status sebagai satu-satunya spesies dalam genus Dromas dan keluarga Dromadidae. Posisi taksonominya sempat menjadi bahan diskusi para ahli, yang menghubungkannya dengan beberapa kelompok burung lain seperti burung berkaki tebal (Burhinidae) atau burung camar.

Namun, analisis genetik terbaru menunjukkan bahwa spesies ini lebih dekat kekerabatannya dengan kelompok burung praktincol dan courser (Glareolidae). Status sebagai spesies tunggal dalam keluarganya membuat cerek kepiting memiliki ciri fisik dan perilaku yang tidak ditemukan pada burung pantai lainnya.

2. Bentuk paruh yang dirancang khusus untuk makan kepiting

Cerek Kepiting
Cerek Kepiting (commons.m.wikimedia.org/Drsssuresh1961)

Sesuai dengan namanya, burung ini memiliki paruh yang berevolusi untuk memburu kepiting. Paruh berwarna hitam tersebut memiliki struktur yang tebal dan kuat, sehingga mampu memberikan tekanan besar untuk menghancurkan cangkang krustasea yang keras.

Pada bagian tepi paruhnya terdapat struktur kecil yang membantu burung ini memegang mangsa agar tidak lepas. Selain kepiting, mereka juga mengonsumsi moluska, cacing laut, dan ikan kecil, dengan teknik berburu yang meliputi pemantauan secara diam maupun pengejaran cepat di perairan dangkal.

3. Burung pantai yang bersarang di dalam lubang tanah

Cerek Kepiting
Cerek Kepiting (commons.m.wikimedia.org/afsarnayakkan)

Berbeda dengan mayoritas burung pantai yang bertelur di atas permukaan tanah, cerek kepiting menggali lubang di gundukan pasir sebagai tempat bersarang. Lubang tersebut dapat mencapai kedalaman 1,5 meter dan biasanya hanya berisi satu butir telur berwarna putih.

Penggunaan sarang di bawah tanah ini berfungsi untuk menjaga suhu inkubasi agar tetap stabil di tengah cuaca ekstrem. Suhu di dalam lubang terjaga pada kisaran 35 derajat Celsius, yang memungkinkan telur tetap hangat meskipun induknya sedang meninggalkan sarang untuk mencari makan dalam waktu lama.

4. Memiliki sistem kerja sama dalam mengasuh anak

Cerek Kepiting
Cerek Kepiting (commons.m.wikimedia.org/Koshy Koshy)

Cerek kepiting termasuk hewan sosial yang hidup dalam koloni besar, terkadang mencapai lebih dari seribu sarang di satu lokasi. Spesies ini menerapkan sistem pengasuhan kooperatif, di mana beberapa individu dewasa bertugas menjaga area sarang saat induk lainnya pergi mencari makan.

Perilaku ini bertujuan untuk melindungi anak burung dari ancaman predator dan memastikan mereka tidak keluar dari lubang sarang sebelum waktunya. Dalam proses pemberian makan, pengamatan menunjukkan bahwa induk betina memiliki peran yang cukup dominan dalam membawa pasokan makanan ke sarang.

5. Tersebar luas di Samudra Hindia dengan status populasi stabil

Cerek Kepiting
Cerek Kepiting (commons.m.wikimedia.org/Savithri Singh)

Wilayah persebaran cerek kepiting mencakup area luas di pesisir Samudra Hindia, termasuk Laut Merah, Teluk Persia, hingga kepulauan seperti Seychelles dan Madagaskar. Berdasarkan data Daftar Merah IUCN, spesies ini berada dalam kategori risiko rendah (Least Concern) dengan jumlah populasi yang cenderung stabil.

Meski demikian, aktivitas manusia seperti pengambilan telur di beberapa wilayah pesisir tetap menjadi faktor yang dipantau oleh para aktivis lingkungan. Saat ini, upaya perlindungan dilakukan melalui pengelolaan kawasan konservasi laut dan cagar alam di pulau-pulau tempat mereka berkembang biak.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Related Articles

See More