Hewan berbisa tak hanya hidup di darat, melainkan juga menghuni lautan yang luas. Nah, salah satunya adalah Pteropterus antennatus atau spotfin lionfish. Layaknya spesies lain, spotfin lionfish punya tubuh berwarna merah, gerakannya lambat, dan ia memiliki banyak duri yang menjuntai di seluruh tubuh.
5 Fakta Menarik Spotfin Lionfish, Pemburu Malam yang Berbisa

- Spotfin lionfish memiliki tubuh merah dengan belasan duri berbisa di siripnya, bersifat agresif, dan bisa menyerang manusia jika merasa terancam.
- Ikan ini tersebar luas dari perairan Afrika hingga Australia, hidup di kedalaman 2–86 meter, dan menyukai habitat tropis seperti laguna serta area rumput laut.
- Sebagai predator malam hari, spotfin lionfish memangsa krustasea dan ikan kecil, bahkan sesama spesiesnya; menariknya, ikan ini juga sering dipelihara sebagai ikan hias.
Namun, di balik posisinya sebagai ikan berbisa, spotfin lionfish merupakan ikan yang kerap dipelihara. Ia juga termasuk pemburu dan umumnya aktif pada malam hari. Penyebarannya juga cukup luas, bahkan mencakup wilayah Jepang hingga Australia. Apa saja fakta menarik spotfin lionfish? Berikut penjelasan lengkapnya.
1. Punya belasan duri di tubuhnya

Dilansir Animal Diversity Web, spotfin lionfish punya tubuh sepanjang 30-38 centimeter. Badannya agak membulat, tak terlalu panjang, dan warna dasarnya adalah merah. Tercatat, ikan ini memiliki 12-13 duri di sirip dorsalnya serta 11-12 duri halus. Sirip analnya juga memiliki duri, tapi jumlahnya lebih sedikit, yaitu 6 buah. Selain itu, ikan ini juga memiliki 17 duri halus di sirip pektoral.
Duri di sirip dorsalnya juga berbisa dan berbahaya bagi manusia. Ikan ini juga cukup agresif dan tak takut menyerang jika bertemu manusia. Karena itu, kamu harus waspada dan jangan sesekali mengganggu ikan ini. Menariknya, antibisa dari stonefish (ikan berbisa lain) mampu meminimalisir efek dari bisa ikan ini. Namun, bukan berarti antibisa tersebut efektif untuk menyembuhkan efek bisanya.
2. Hidup di perairan Jepang hingga Australia

Laman Fishbase menjelaskan kalau penyebaran spotfin lionfish mencakup perairan Afrika, Jepang, hingga Australia. Biasanya, ikan ini kerap terlihat di kedalaman sekitar 2-86 meter. Terdapat dua habitat favorit ikan ini, yaitu laguna dan area rumput laut. Namun, terkadang ia juga terlihat berenang di bebatuan, pinggir laut, atau area karang yang ramai. Seperti spesies lain, spotfin lionfish juga termasuk ikan perairan dangkal yang sangat menyukai daerah tropis karena punya suhu hangat.
3. Ikan pemburu yang aktif di malam hari

Laman Animalia menerangkan kalau spotfin lionfish merupakan ikan predator yang sangat aktif pada malam hari. Ia merupakan pemburu ganas yang makanan utamanya mencakup krustasea dan ikan berukuran kecil. Tak hanya itu, bahkan ikan ini merupakan spesies kanibal karena kerap memangsa individu spotfin lionfish lain yang ukurannya lebih kecil. Ikan ini juga memiliki banyak gigi yang kecil tapi tetap tajam. Gigi tersebut sangat sempurna untuk mengoyak dan menangkap mangsanya yang licin.
4. Spotfin lionfish kerap dipelihara

Statusnya sebagai hewan berbisa tak membuat ikan ini luput dari pedagangan. Sebaliknya, spotfin lionfish justru sering dijual dan dipelihara sebagai ikan hias. Perawatannya juga tak jauh berbeda dengan spesies lionfish lain karena mereka punya ukuran, ciri fisik, kebiasaan, dan hidup di daerah yang serupa.
Dilansir PetMD, lionfish merupakan ikan dengan kesulitan pemeliharaan di tingkat menengah. Saat memeliharanya, kamu bisa mengatur suhu akuarium di kisaran 20° C. Lionfish juga bisa dipelihara berbarengan dengan ikan lain, khususnya kerapu, anglefish, foxface, dan butterflyfish. Adapun, ikan lambat seperti ikan badut, ikan buntal, dan kuda laut tidak disarankan untuk disatukan dengan lionfish.
5. Telurnya menetas dalam waktu 36 jam

Saat masih muda dan ketika musim kawin, spotfin lionfish akan membuat kelompok dalam rangka melindungi diri. Laman iNaturalist juga menjelaskan kalau ikan ini bereproduksi dalam tempo yang lamban. Sekali bereproduksi, spotfin lionfish mampu menghasilkan hingga 15,000 butir telur. Nantinya, telur tersebut akan menetas dalam waktu yang singkat, yaitu 36 jam. Namun, telur-telur tersebut sangat rawan oleh ancaman predator, khususnya Fistularia commersonii atau ikan kornet bintik biru.
Spotfin lionfish menjadi contoh bahwa kehidupan di laut tak kalah berbahaya dari gunung, gurun, atau hutan. Laut memang tenang, tapi berbagai hewan di dalamnya senantiasa mengembangkan adaptasi yang bisa mengancam manusia dan hewan lain. Selain itu, berbagai fakta menarik spotfin lionfish tersebut juga membuktikan kalau ia merupakan hewan eksotis yang harus dijaga.


















