Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Brandenburg an der Havel, Kota Air Warisan Kaisar Otto I

5 Fakta Brandenburg an der Havel, Kota Air Warisan Kaisar Otto I
Brandenburg an der Havel (commons.wikimedia.org/Dguendel/CC BY 4.0)
Intinya Sih
  • Brandenburg an der Havel adalah kota tertua di negara bagian Brandenburg, Jerman, dengan sejarah panjang sejak masa suku Slavia Hevelli dan penaklukan oleh Raja Henry I pada abad ke-10.
  • Kaisar Otto I mendirikan Keuskupan Brandenburg pada tahun 948 yang kemudian melahirkan arsitektur Gotik Bata khas serta memperkuat peran spiritual dan budaya kota ini di Jerman Timur.
  • Sekitar 20% wilayah kota berupa air, menjadikannya pusat olahraga air besar di Eropa, sekaligus pernah menjadi pusat industri sepeda dan otomotif penting pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Di negara bagian Brandenburg, Jerman, ada salah satu kota otonom tertua ikonik di sana, namanya adalah Brandenburg an der Havel. Brandenburg an der Havel adalah kota yang terletak di sepanjang aliran sungai Havel bagian bawah, sekitar 60 km di sebelah barat daya kota Berlin. Bisa dibilang kota ini merupakan kota kecil namun maju, pasalnya penduduk di sini hanya berkisar sekitar 72.000 jiwa saja.

Selain itu, Brandenburg an der Havel memiliki tata letak yang tidak biasa, yaitu terbagi menjadi 3 pulau utama yang meliputi Kota Tua (Altstadt), Kota Baru (Neustadt), dan Pulau Katedral (Dominsel) yang juga dikelilingi oleh danau besar. Kali ini akan dibahas lima fakta unik yang dimiliki oleh Brandenburg an der Havel. Penasaran ada apa saja? Yuk simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

1. Pernah menjadi benteng pertahanan suku Slavia

Brandenburg an der Havel
Brandenburg an der Havel (commons.wikimedia.org/Dguendel/CC BY 4.0)

Jauh sebelum menjadi kota yang berkembang, wilayah Brandenburg an der Havel adalah pusat kekuatan suku Slavia Hevelli yang saat itu membangun benteng besar Brenna. Namun, benteng pertahanan ini harus hancur ditangan Raja Henry I dari Jerman pada tahun 928. Hal ini juga menandai adanya transisi panjang di Brandenburg an der Havel menjadi bagian dari Kekaisaran Jerman.

Tak hanya sekali, bahkan perebutan kekuasaan atas benteng ini telah dilakukan berkali-kali oleh Jerman dan Slavia. Peristiwa ini menjadi saksi hidup adanya landasan terbentuknya sebuah wilayah perbatasan yang kedepannya akan berkembang menjadi pusat kekuatan politik di Eropa Utara.

2. Tempat lahirnya Negara Bagian Brandenburg

Brandenburg an der Havel
Brandenburg an der Havel (commons.wikimedia.org/Queryzo/CC BY-SA 4.0)

Seperti yang sebelumnya dibahas sedikit di awal, Brandenburg an der Havel adalah kota yang ikonik di negara bagian Brandenburg. Berdasarkan informasi dari laman Britannica, nama "Brandenburg" sendiri awalnya diambil dari permukiman Slavia kuno bernama Brenna yang ditaklukkan pada abad ke-10 yang juga menjadikannya permukiman kota tertua di wilayah tersebut.

Adanya sejarah yang menjadikan Brandenburg an der Havel sebagai pemukiman tertua, membuat identitas namanya dipakai oleh seluruh wilayah negara bagian Brandenburg yang dikenal. Brandenburg an der Havel di sini juga memiliki kedudukan historis yang kuat dibandingkan dengan kota lainnya di Jerman Timur.

3. Warisan keuskupan Otto I

Brandenburg an der Havel
Brandenburg an der Havel (commons.wikimedia.org/Ymblanter/CC BY-SA 4.0)

Masih di tahun yang sama dengan poin pertama, yaitu 948, dilansir dari Family Pedia bahwa Kaisar Otto I (Otto yang Agung) mendirikan sebuah Keuskupan Brandenburg dan Havelburg. Ia membangun ini dengan tujuan untuk upaya perluasan pengaruh Jerman Timur. Rencana itu jelas tidak berjalan mulus dan sesuai rencana. Banyak terjadi penolakan hingga pemberontakan pada tahun 983 hingga hancur, dan pada akhirnya dibangun kembali katedral dan struktur gereja pada abad ke-12 sebagai pusat spiritual.

Selain itu, adanya keuskupan ini justru membuat arsitektur Gotik Bata (Brick Gothic) menjadi autentik dan berkembang pesat. Arsitektur pada bangunan di keuskupan ini mendeskripsikan simbol kekuasaan dan kemajuan peradaban Jerman.

4. Satu perlima dari wilayahnya adalah air

Plauer See
Plauer See (commons.wikimedia.org/B. Zielke/CC BY-SA 3.0)

Masih ingat dengan penjelasan kota ini di awal? Yang menjelaskan bahwa kota ini terbagi menjadi 3 bagian pulau yang dikelilingi danau besar, ternyata memang Brandenburg an der Havel memiliki sekitar 20% dari wilayahnya yang berisi air. Banyak juga yang menjadikan kota ini sebagai gerbang utama menuju olahraga air pedalaman terbesar di Eropa, dengan akses ke 3.000 danau di sekitarnya.

Beetzsee dan Plauer See merupakan dua contoh danau besar yang sangat terkenal di wilayah ini. Keberadaan air yang melimpah jelas membawa banyak keuntungan gaya hidup masyarakat lokal, mulai dari kebutuhan mineral, jalur perdagangan transportasi air, hingga destinasi populer yang mendunia.

5. Pusat industri sepeda dunia

Brandenburg an der Havel
Brandenburg an der Havel (commons.wikimedia.org/Dguendel/CC BY 4.0)

Brandenburg an der Havel merupakan salah satu kota industri terpenting di Prusia pada abad ke-19 dan awal abad ke-20. Dalam laman Brennabor yang merupakan merek sepeda terkenal, menyebutkan bisa memproduksi puluhan ribu sepeda setiap tahunnya.

Kesuksesan dalam industri sepeda di Brandenburg an der Havel tidak hanya berkembang sampai di situ saja, bahkan kota ini mulai memasuki industri mobil dan pesawat terbang. Hal ini pernah menjadikan Brandenburg an der Havel sebagai salah satu pusat ekonomi utama di Jerman.

Itu dia lima fakta unik yang dimiliki oleh Brandenburg an der Havel. Mulai dari tempat adanya benteng pertahanan suku Slavia hingga menjadi kota yang sangat sukses dalam industri sepeda di dunia. Semoga ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan baru untuk banyak orang. Selanjutnya, bahas fakta menarik kota apa lagi?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Related Articles

See More