Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Fakta Walrus, Mamalia Laut Paling Nyentrik di Arktik
Walrus (pexels.com/Jonathan)
  • Walrus dikenal sebagai mamalia laut sosial dengan tubuh besar berlemak dan gading panjang yang sebenarnya merupakan gigi taring, digunakan untuk dominasi, pertahanan, serta membantu naik ke es.
  • Lemak tebal hingga 15 cm menjaga walrus tetap hangat di suhu ekstrem Arktik, sementara kemampuan mengatur sirkulasi darah membantu mereka bertahan dari dingin ekstrem.
  • Terdapat dua subspesies utama walrus—Atlantik dan Pasifik—yang hidup berkelompok besar, berkomunikasi dengan suara keras, serta mencari moluska menggunakan kumis sensitif di dasar laut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Arktik adalah panggung utama bagi walrus, spesies terakhir dari Odobenus rosmarus. Cukup mudah mengenali walrus di tengah perairan yang dingin, tubuhnya tampak gempal dengan sepasang gading yang menjuntai dengan warna putih mencolok. Kehidupan mereka pun sangat sosial, dan menjadi mamalia laut paling berisik di Arktik.

Tubuh gempalnya sebagian besar terdiri dari lemak - ini bukanlah penghinaan, karena tubuh walrus yang dipenuhi lemak memang didesain demikian untuk bertahan di tempat paling ekstrem di bumi. Es yang mencair, laut yang gelap, dan makanan yang harus digali di tengah hamparan es, sungguh, tubuh yang gempal dan taring panjang adalah kelebihan yang walrus andalkan untuk bertahan hidup. Nah, untuk mengenal lebih dalam seputar walrus, simaklah artikel di bawah ini yang membahas 6 fakta menarik seputar walrus sebagai mamalia paling nyentrik di Arktik!

1. Gading adalah giginya

Walrus (pexels.com/Francesco ungaro)

Baik walrus jantan atau betina sama-sama memiliki gading, bedanya gading jantan cenderung lebih panjang dan lurus daripada gading betina. Tapi, sebelum membahas lebih dalam, tahukah kamu bahwa gading walrus adalah giginya? Yup, kamu tidak salah baca, gading putih sepanjang itu ternyata masih bagian dari gigi.

Meskipun rata-rata walrus memiliki 18 gigi, gading tersebut adalah dua gigi taringnya. Gading walrus jantan dapat tumbuh hingga sepanjang 39 inci dan gading walrus betina dapat tumbuh hingga sepanjang 31,5 inci. Berat rata-rata gading walrus adalah 11-15 pon masing-masing.

Sekali lagi, gading walrus termasuk dari giginya, namun fungsi utamanya bukanlah untuk makan layaknya gigi pada umumnya. Tujuan utama gading walrus adalah untuk menunjukkan dominasi dalam lingkungan sosial. Selain itu, walrus menggunakan gadingnya untuk membantu mengangkat tubuh mereka dari air ke atas es atau pantai berbatu. Lebih dari itu, gadingnya pun berfungsi untuk berkelahi dan menjadi bagian dari taktik pertahanan selama saat kawin.

2. Walrus sangat tahan dingin

Walrus (pexels.com/Francesco ungaro)

Tubuh walrus yang besar itu didominasi oleh tumpukan lemak yang menjadi bagian dari kelangsungan hidupnya. Lemak tersebut dapat mencapai sepertiga dari massa tubuh walrus. Itulah mengapa selama musim dingin tiba, walrus tetap hangat saat menerobos perairan yang sangat beku.

Lapisan lemak hanyalah salah satu cara mamalia laut menjaga kehangatan tubuh. Cara lainnya termasuk bulu yang lebat dan tubuh meruncing. Dan jika semua cara lain gagal, mereka selalu dapat melakukan apa yang dilakukan burung migran di mana pun, yaitu melarikan diri ke iklim yang lebih hangat.

Suhu serendah -35C tidak akan membahayakan bagi walrus. Dengan lapisan lemak setebal hingga 15 cm, walrus terlindungi dengan sempurna dari dingin. Kulit mereka yang berkerut akan mengerut di air dingin, yang mengurangi sirkulasi dan meminimalkan kehilangan panas. Walrus juga dapat mengontrol aliran darah mereka, dan mengurangi sirkulasi darah ke anggota tubuh mereka jika perlu, untuk menjaga organ vital mereka tetap hangat. Jadi, kapan pun suhu di perairan Arktik terlalu dingin, walrus akan naik ke bongkahan es terdekar yang tersedia untuk menghemat energi mereka.

3. Tidur sambil mengapung

Walrus (pexels.com/Francesco ungaro)

Tidur mengambang di perairan dingin adalah hal yang biasa bagi walrus. Kebiasaan walrus tidur sambil mengapung ini didukung dengan adanya kantung udara yang dapat mengembang di tenggorokan mereka (atau disebut kantung faring) memungkinkan mereka mengapung secara vertikal di dalam air saat beristirahat. Jam tidur walrus juga tidak menentu, mereka dapat bertahan hingga 84 jam tanpa tidur jika perlu atau beristirahat hingga 20 jam berturut-turut untuk memulihkan diri setelah aktivitas yang menghabiskan energi.

4. Terdapat dua subspesies walrus

Walrus (pexels.com/Francesco ungaro)

Terdapat dua subspesies walrus, yaitu walrus Atlantik dan walrus Pasifik. Walrus Atlantik secara historis tersebar dari Arktik Kanada tengah ke timur hingga Laut Kara, ke utara hingga Franz Josef Land dan ke selatan hingga Nova Scotia, Kanada. Enam populasi yang masih ada diakui berdasarkan pertukaran genetik dan faktor lain seperti pemisahan geografis. Beberapa di antaranya dimiliki bersama oleh Kanada dan Greenland, dan Norwegia serta Rusia berbagi populasi Svalbard-Frans Josef Land.

Sementara itu, terdapat dua populasi walrus Pasifik yang diakui, satu di laut Laptev Rusia dan yang lainnya, yang terbagi antara Rusia dan Alaska, di Laut Bering dan Chukchi. Populasi laut Laptev pernah dianggap sebagai subspesies terpisah, tetapi studi terbary mendukung pengakuannya sebagai populasi walrus Pasifik paling barat.

5. Menyukai kehidupan sosial

Walrus (pexels.com/Jonathan)

Walrus menghabiskan sebagian besar waktunya dalam kawanan besar. Bisa dibilang walrus sangat menyukai kehidupan bersosialisasi. Kelompok ini dapat berjumlah dari puluhan hingga ribuan individu. Walrus jantan sering membentuk kelompok terpisah selama musim non-kawin, sementara walrus betina dan anak-anaknya tetap bersama untuk perlindungan dan ikatan sosial.

Bagi walrus, komunikasi vokal sangat penting. Walrus jantan menghasilkan suara keras seperti lonceng di bawah air selama musim kawin untuk menarik betina dan menetapkan dominasi. Suara kawanan walrus dapat terdengar dari jarak lebih dari satu mil.

6. Kumis khusus yang sensitif

Walrus (pexels.com/Francesco ungaro)

Walrus lebih suka memakan moluska bivalvia. Untuk menemukan moluska, walrus menyelam di perairan dangkal dan mencari di dasar laut dengan kumis atau vibrissa meeka yang sangat sensitif. Ketika mereka menemukan moluska, mereka membuat segel dengan bibir mereka dan menggunakan lidahnya untuk menghasilkan vakum guna menghisap daging langsung dari cangkangnya.

Walrus mampu menemukan makanan yang terkubur berkat 400-700 bulu kaku atau vibrissae, yang tumbuh di moncong mereka. Seperti kumis kucing, vibrissae sensitif terhadap sentuhan, memberi tahu walrus kapan ia telah bersentuhan dengan makanan yang sesuai. Vibrissae dapat tumbuh hingga sepanjang satu kaki, tetapi gesekan dengan pasir dan batu biasanya membuatnya lebih pendek.

Itu dia 6 fakta menarik mamalia laut bernama walrus. Tubuhnya yang besar dan gempal memang dirancang untuk bertahan hidup di suhu beku. Ditambah gading panjang yang sebenarnya gigi juga tercipta untuk berburu makanan dan berkelahi. Walrus sangat menyukai kehidupan sosial, itulah mengapa mereka menjadi mamalia laut paling heboh di Arktik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article