Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fenomena Langit Agustus 2026, Ada Gerhana Matahari Total!
ilustrasi mengamati langit (pexels.com/Thirdman)
  • Agustus 2026 menghadirkan lima fenomena langit, termasuk konjungsi Bulan-Mars pada 9 Agustus dan Bulan-Venus pada 16 Agustus, yang dapat diamati dari Indonesia saat cuaca cerah.
  • Gerhana Matahari Total terjadi 12 Agustus dan melintasi Arktik hingga Eropa, tetapi berlangsung malam hingga dini hari di Indonesia sehingga tidak terlihat langsung.
  • Puncak hujan meteor Perseid diperkirakan terjadi 13 Agustus hingga 100 meteor per jam, disusul Kappa Cygnid pada 18 Agustus; lokasi gelap dan langit cerah mendukung pengamatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Langit memiliki berbagai fenomena astronomi yang dapat diamati sepanjang tahun, termasuk pada Agustus 2026. Di bulan ini, sejumlah peristiwa menarik diperkirakan terjadi dengan karakteristik yang berbeda-beda. Namun, tidak semua fenomena dapat disaksikan dari Indonesia karena bergantung pada posisi geografis, waktu terjadinya, serta kondisi cuaca di masing-masing wilayah.

Beberapa di antaranya juga memerlukan alat bantu atau berada pada waktu pengamatan tertentu agar dapat terlihat dengan jelas. Meski begitu, fenomena-fenomena tersebut tetap menarik untuk diikuti karena menunjukkan bagaimana Bumi, Bulan, dan benda langit lainnya terus bergerak di Tata Surya. So, fenomena langit apa saja yang diperkirakan terjadi sepanjang Agustus 2026? Yuk, catat jadwal dan waktunya berikut ini!

1. Konjungsi Bulan dan Mars (9 Agustus 2026)

ilustrasi konjungsi Bulan dan Mars (pixabay.com/Bru-nO)

Konjungsi Bulan dan Mars akan menghiasi langit pada 9 Agustus 2026. Peristiwa tersebut terjadi ketika Bulan dan Mars tampak berdekatan di langit jika dilihat dari Bumi, meski keduanya sebenarnya terpisah sangat jauh di ruang angkasa. Dilansir In-the-Sky, kamu bisa mengamati fenomena ini mulai pukul 02.42 WIB atau sebelum Matahari terbit.

Menariknya lagi, pada waktu yang hampir bersamaan, Bulan dan Mars juga akan mengalami appulse, yaitu momen ketika dua benda langit tampak berada pada jarak sudut yang sangat dekat di langit. Fenomena ini dapat diamati dengan mata telanjang atau menggunakan binokular jika cuaca cerah. Namun, keduanya akan tampak terlalu berjauhan untuk diamati dalam satu bidang pandang teleskop.

2. Gerhana matahari total (12—13 Agustus 2026)

Ilustrasi fenomena gerhana matahari total (unsplash.com/Bryan Goff)

Gerhana matahari total akan terjadi pada 12 Agustus 2026. Di Indonesia, fenomena ini berlangsung pada waktu malam dan dini hari, yaitu 12—13 Agustus 2026. Itu artinya, peristiwa spektakuler tersebut tidak bisa diamati di Indonesia.

Mengutip dari NASA, jalur gerhana matahari total akan melintasi Samudra Arktik, Greenland, Islandia, Spanyol, serta sebagian wilayah Portugal. Sementara itu, sejumlah wilayah lain di Eropa dan Afrika Utara hanya akan mengalami gerhana sebagian.

Meski tidak melintasi Indonesia, kamu tidak perlu berkecil hati karena fenomena ini tetap dapat diikuti melalui siaran langsung yang biasanya diselenggarakan oleh lembaga antariksa, observatorium, maupun komunitas astronomi dari berbagai negara. Dengan begitu, momen langka gerhana matahari total tetap bisa dinikmati meski tidak terlihat dari langit Tanah Air.

3. Hujan meteor Perseid (13 Agustus 2026)

ilustrasi hujan meteor Perseid (pexels.com/ARMAN ALCORDO JR.)

Hujan meteor Perseid akan mencapai puncaknya pada 13 Agustus 2026. Kamu bisa mulai mengamatinya pada pukul 00.13 WIB sampai dengan 05.36 WIB. Adapun, waktu terbaik untuk mengamati hujan meteor ini adalah sesaat sebelum Matahari terbit.

Mengutip Time and Date, saat mencapai puncaknya, Perseid diperkirakan menghasilkan hingga 100 meteor per jam, sehingga menjadi salah satu hujan meteor paling aktif setiap tahunnya. Namun, jumlah meteor yang terlihat dapat berbeda-beda tergantung kondisi cuaca dan tingkat polusi cahaya di lokasi pengamatan. Agar peluang mengamati hujan meteor lebih besar, pilih lokasi yang minim cahaya buatan dan pastikan langit dalam kondisi cerah.

4. Konjungsi Bulan dan Venus (16 Agustus 2026)

ilustrasi konjungsi Bulan dan Venus (pixabay.com/Bru-nO)

Selain Mars, Bulan juga akan bertemu dengan Venus di langit malam pada 16 Agustus 2026. Di Indonesia, kamu bisa mengamati fenomena ini mulai sekitar pukul 18.06 WIB di langit barat, sesaat setelah Matahari terbenam. Konjungsi terjadi ketika Bulan dan Venus tampak berdekatan di langit jika dilihat dari Bumi, meski keduanya sebenarnya terpisah sangat jauh di ruang angkasa.

Pada waktu yang hampir bersamaan, keduanya juga akan mengalami appulse, yaitu momen ketika dua benda langit tampak berada pada jarak sudut yang sangat dekat di langit. Fenomena ini dapat diamati dengan mata telanjang maupun menggunakan binokular jika cuaca cerah. Jadi, pastikan langit benar-benar gelap dan terhindar dari polusi cahaya.

5. Hujan meteor Kappa Cygnid (18 Agustus 2026)

ilustrasi hujan meteor Kappa Cygnid (pexels.com/Zain Ali)

Hujan meteor Kappa Cygnid diperkirakan mencapai puncaknya pada 18 Agustus 2026. Dilansir In-the-Sky, fenomena ini dapat diamati mulai malam hari hingga menjelang fajar. Kappa Cygnid merupakan hujan meteor tahunan yang dikenal menghasilkan meteor dengan lintasan terang dan terkadang disertai fireball, yaitu meteor yang tampak jauh lebih terang daripada biasanya.

Meski tidak seaktif hujan meteor Perseid, fenomena ini tetap menarik untuk diamati saat kondisi langit cerah. Hujan meteor ini dapat disaksikan tanpa teleskop maupun binokular. Agar peluang melihat meteor lebih besar, pilih lokasi yang minim polusi cahaya dan memiliki pandangan langit yang terbuka.

Agustus 2026 menjadi bulan yang menarik bagi siapa saja yang ingin menikmati berbagai fenomena astronomi, baik yang dapat diamati langsung dari Indonesia maupun melalui siaran daring. Meski tidak semua peristiwa langit bisa disaksikan dari wilayah Indonesia, masih ada sejumlah fenomena yang layak dinantikan jika kondisi cuaca mendukung. Dari kelima fenomena tersebut, mana yang paling ingin kamu saksikan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article