Benarkah Burung Tidak Berkicau saat Lebaran? Ini Fakta Ilmiahnya

Saat Lebaran tiba, suasana pagi sering terasa berbeda dari hari-hari biasanya. Banyak orang merasakan lingkungan yang lebih tenang ketika keluar rumah untuk melaksanakan salat Id. Di tengah keheningan tersebut, muncul pula anggapan bahwa burung-burung tidak terdengar berkicau seperti biasanya.
Cerita ini kemudian sering dibicarakan dari tahun ke tahun setiap kali Ramadan dan Lebaran datang. Sebagian orang bahkan merasa suasana alam pada pagi saat Lebaran tampak lebih hening dibandingkan hari biasa. Lalu, jika dilihat dari sisi sains, benarkah burung tidak berkicau saat Lebaran tiba? Yuk, cari tahu jawabannya di bawah ini!
1. Asal-usul kepercayaan burung tidak berkicau saat Lebaran

Suasana pagi yang tenang saat Lebaran sering melahirkan berbagai cerita berbalut keyakinan spiritual di kalangan masyarakat, salah satunya kepercayaan bahwa burung tidak berkicau saat Lebaran tiba. Hal ini diyakini oleh beberapa orang. Hingga kini, tidak ada hadis atau ajaran Islam yang secara khusus menyebutkan bahwa burung akan berhenti berkicau saat Lebaran.
Jika ditarik ke belakang, cerita ini kerap dikaitkan dengan kepercayaan lain yang menyebutkan bahwa daun-daun di pepohonan juga tidak bergerak saat Lebaran. Dalam penafsiran yang berkembang di masyarakat, kondisi alam yang tampak hening ini sering dimaknai sebagai tanda bahwa makhluk hidup sedang berzikir kepada Allah. Pemaknaan tersebut biasanya dihubungkan dengan Al-Qur'an surah Al-Isra ayat 44 yang menyebutkan bahwa seluruh makhluk di langit dan di bumi bertasbih kepada-Nya.
Jadi, sebenarnya asal-usul kepercayaan bahwa burung tidak berkicau saat Lebaran sulit ditelusuri secara pasti. Cerita tersebut lebih dikenal sebagai tradisi lisan. Ini diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya dan ramai dibahas menjelang Lebaran.
2. Kenapa suasana pagi Lebaran terasa sangat tenang?

Umat Islam meyakini bahwa Lebaran merupakan momen yang suci, penuh kedamaian, dan sarat makna spiritual. Dilansir Psychology Today, suasana yang dianggap sakral dapat mengundang emosi positif yang lebih kuat, seperti rasa damai, syukur, dan keterikatan yang lebih intens terhadap alam semesta. Dalam kondisi ini, seseorang juga cenderung lebih peka terhadap suasana di sekitarnya, biasanya ditunjukkan dengan sikap memaknai setiap momen yang berlangsung.
Hal tersebut membuat banyak orang merasa suasana pagi Lebaran tampak lebih tenang dibandingkan hari biasa. Perasaan itu juga diperkuat oleh minimnya aktivitas manusia pada pagi hari Lebaran, seperti jalanan yang lebih sepi dan berkurangnya kebisingan. Kombinasi antara persepsi spiritual dan kondisi lingkungan yang lebih hening inilah yang membuat suasana pagi Lebaran sering terasa sangat damai.
3. Penjelasan ilmiah soal kicauan burung pada pagi hari

Di alam bebas, beberapa jenis burung memiliki kebiasaan berkicau pagi hari atau yang disebut dengan dawn chorus. Kicauan burung di pagi hari ini berkaitan dengan kebiasaan alami mereka untuk berkomunikasi dengan sesama. Mengutip dari Forest Preserves of Cook County, fenomena dawn chorus biasanya terjadi saat fajar ketika banyak burung berkicau hampir bersamaan.
Burung, terutama yang jantan, menggunakan kicauan tersebut untuk menandai wilayah sekaligus menarik perhatian pasangan. Waktu pagi dipilih karena kondisi lingkungan masih relatif tenang sehingga suara kicauan dapat terdengar lebih jauh. Karena itu, kicauan burung pada pagi hari pada dasarnya merupakan bagian dari perilaku alami mereka di alam. Selain itu, fenomena burung berkicau pada pagi hari ini umumnya dipengaruhi oleh cahaya Matahari, suhu udara, dan kondisi lingkungan di sekitar. Jika lingkungan terasa lebih tenang atau minim gangguan, suara kicauan burung justru bisa terdengar lebih jelas atau sebaliknya terasa lebih jarang terdengar.
Dengan demikian, anggapan bahwa burung tidak berkicau saat Lebaran tidak dapat dibuktikan secara ilmiah. Kepercayaan tersebut lebih mungkin berkaitan dengan persepsi suasana yang dianggap sakral, yang dalam psikologi dapat memengaruhi cara seseorang merasakan dan menafsirkan lingkungan di sekitarnya. Kondisi psikologis ini sangat mungkin terjadi karena Lebaran merupakan momen yang sarat makna spiritual bagi umat Islam.













![[QUIZ] Dari Karakter Upin & Ipin, Kami Tahu Kamu Cocok Tinggal di Planet Mana](https://image.idntimes.com/post/20250530/img-20250530-205757-a4e4cddefdae713cd1a3efe97f21f1d1-bbcab86100b55cd45d995c1c12e6c570.jpg)




