5 Kebiasaan Monyet yang Mirip Manusia, Apa Saja?

- Monyet hidup berkelompok dengan struktur sosial kompleks, memiliki hierarki kuat, dan saling melindungi layaknya manusia dalam komunitasnya.
- Induk monyet merawat anaknya dengan kasih sayang, mengajari cara bertahan hidup, serta rela berkorban demi keselamatan sang anak.
- Monyet dikenal cerdas, mampu menggunakan alat bantu, berkomunikasi lewat suara dan gerak tubuh, serta memiliki pola makan omnivor seperti manusia.
Monyet dan manusia sama-sama masuk ke ordo Primate atau primata. Karena itu, keduanya memiliki kekerabatan yang cukup dekat. Menariknya, kedekatan tersebut membuat manusia dan monyet punya banyak kemiripan, entah soal ciri fisik, makanan, evolusi, sifat, hingga kebiasaan.
Beberapa kebiasaan monyet yang mirip dengan manusia adalah soal makanan, ketika merawat anak, hingga kecerdasannya. Semua kemiripan tersebut juga sangat menarik untuk diulik karena menunjukan seberapa erat hubungan antara manusia dengan monyet. Yuk, kita ulik semua kemiripan tersebut di bawah ini.
1. Monyet hidup sosial dan berkelompok

Dilansir Britannica, monyet merupakan hewan sosial dan hampir semua spesiesnya hidup berkelompok. Jadi, primata ini akan berinteraksi dengan sesamanya, saling menjaga, bahkan bisa bertengkar. Kelompok monyet juga cukup kompleks karena memiliki hierarki yang kuat. Biasanya, satu kelompok dipimpin oleh individu jantan dominan yang kuat dan berkuasa.
Gaya hidup berkelompok juga mempermudah kehidupan dan kegiatan monyet. Contohnya, hidup berkelompok membuta monyet lebih aman dari serangan predator. Kemudian, hidup berkelompok membuat monyet bisa menjangkau wilayah yang luas dan bisa menemukan makanan dengan mudah. Kegiatan menjaga anak juga lebih mudah dengan hidup berkelompok, persis seperti manusia.
2. Monyet merawat dan menjaga anak-anaknya

Bayi monyet sama dengan manusia, yaitu kecil, lemah, belum memiliki pemikiran yang matang, dan masih bergantung dengan orang tuanya. Untungnya, monyet merupakan orang tua yang baik dan akan menjaga serta merawat anak-anaknya dengan penuh kasih sayang. Biasanya, individu betina merupakan orang tua yang paling berjasa dalam menjaga anak-anaknya.
Dilansir A-Z Animals, individu betina akan menggendong, menyusui, memberi makan, hingga mengajari trik bertahan hidup kepada anaknya. Jika anaknya membuat kesalahan, individu betina juga tak segan menghukumnya, persis seperti manusia. Induk monyet juga bisa menjadi agresif saat anaknya diganggu. Ia tak takut untuk menyerang predator dan mengorbankan nyawa untuk anaknya.
3. Monyet merupakan pemakan segala

Sama seperti manusia, monyet merupakan omnivor atau pemakan segala. Dilansir Africa Safaris, monyet bisa memakan buah-buahan, biji-bijian, dedaunan, bunga, sap, nektar, hingga hewan berukuran kecil. Tentunya, pilihan makanan tiap spesies sangat berbeda. Ada spesies yang sangat suka memakan buah dan menghindari memakan serangga. Di sisi lain, ada spesies yang makanan utamanya mencakup serangga dan mamalia kecil. Sementara itu, ada juga spesies yang tak pemilih dan bisa memakan apapun selama bisa masuk ke dalam mulutnya.
4. Monyet memiliki kecerdasan yang tinggi

Manusia dan monyet sama-sama primata. Seperti primata lain, monyet memiliki kecerdasan yang sangat tinggi. Dilansir Earth.com, monyet memiliki kemampuan kognitif yang baik, mampu memecaghkan masalah kompleks, mampu belajar dari lingkungannya, bahkan monyet bisa menggunakan alat bantu seperti kayu dan batu di kehidupan sehari-hari.
Kecerdasan yang dimiliki hewan ini sangat berguna di kehidupannya. Monyet bisa menggunakan batu untuk membuka kulit buah yang keras. Kemampuan pemecahan masalah bisa digunakan untuk melerai perkelahian di kelompok. Terakhir, kemampuan belajar yang baik membuat monyet bisa beradaptasi di daerah baru dengan mudah.
5. Monyet bisa berkomunikasi dengan sesamanya

Laman Geographical menjelaskan kalau kemampuan komunikasi monyet setara dengan manusia dan lumba-lumba. Secara spesifik, monyet mampu berkomunikasi dengan suara, sinyal visual, dan sinyal bau. Sebagai contoh, suara teriakan atau geraman merupakan bentuk komunikasi yang paling umum. Biasanya, suara digunakan untuk memanggil sesama monyet atau memperingati kehadiran predator. Kemudian, sinyal visual seperti gerakan kepala atau ekor merupakan pertanda akan ketidaknyamanan atau kesiapan untuk bertarung.
Kebiasaan monyet yang mirip dengan manusia bukanlan sebuah hal yang harus disangkal. Justru, hal tersebut menunjukan kekerabatan yang dekat antara manusia dengan monyet. Manusia juga tak perlu merasa jijik, minder, atau direndahkan. Di alam, manusia dan monyet memiliki strata yang sama, yaitu sebagai makhluk yang berusaha bertahan hidup di tengah perubahan dunia.













![[QUIZ] Dari Karakter Upin & Ipin, Kami Tahu Kamu Cocok Tinggal di Planet Mana](https://image.idntimes.com/post/20250530/img-20250530-205757-a4e4cddefdae713cd1a3efe97f21f1d1-bbcab86100b55cd45d995c1c12e6c570.jpg)




