- Gerhana Penumbra Mulai (P1): 15.42.44 WIB / 16.42.44 WITA / 17.42.44 WIT
- Gerhana Sebagian Mulai (U1): 16.49.46 WIB / 17.49.46 WITA / 18.49.46 WIT
- Gerhana Total Mulai (U2): 18.03.56 WIB / 19.03.56 WITA / 20.03.56 WIT
- Puncak Gerhana: 18.33.39 WIB / 19.33.39 WITA / 20.33.39 WIT
- Gerhana Total Berakhir (U3): 19.03.23 WIB / 20.03.23 WITA / 21.03.23 WIT
- Gerhana Sebagian Berakhir (U4): 20.17.33 WIB / 21.17.33 WITA / 22.17.33 WIT
- Gerhana Penumbra Berakhir (P4): 21.24.35 WIB / 22.24.35 WITA / 23.24.35 WIT
Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, Jam Berapa Puncaknya?

Gerhana bulan total akan terjadi pada Selasa, 3 Maret 2026, dan bisa diamati langsung dari berbagai wilayah Indonesia.
Fenomena gerhana bulan total berlangsung melalui beberapa fase mulai pukul 15.42 WIB hingga 21.24 WIB, dengan puncak gerhana sekitar pukul 18.33 WIB.
Bulan akan tampak kemerahan saat totalitas karena pembiasan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi, dan seluruh prosesnya dapat disaksikan juga lewat live streaming BMKG.
Tahun 2026 akan menjadi waktu yang menarik bagi penggemar astronomi. Pasalnya, pada tahun ini akan terjadi empat fenomena gerhana yang terdiri dari dua gerhana bulan dan dua gerhana matahari. Salah satu paling dinantikan adalah gerhana bulan total yang berlangsung pada Selasa, 3 Maret 2026.
Gerhana bulan total 3 Maret 2026 menjadi momen istimewa karena dapat diamati dari berbagai wilayah Indonesia. Saat fenomena ini terjadi, Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus sehingga bayangan Bumi sepenuhnya menutupi Bulan dan membuatnya tampak kemerahan. Simak jadwal dan tips menyaksikannya!
Table of Content
1. Jadwal gerhana bulan total 3 Maret 2026
Gerhana Bulan total pada Selasa, 3 Maret 2026 akan berlangsung cukup lama dan melewati beberapa tahapan penting. Menurut BMKG, berikut rincian fase gerhananya:
2. Apakah gerhana bulan total bisa dilihat di Indonesia?

Gerhana Bulan total pada 3 Maret dapat diamati dari wilayah Indonesia. Bahkan, sebagian besar kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara mendapatkan kondisi pengamatan yang ideal pada malam hari, termasuk seluruh wilayah Indonesia. Fase totalitasnya pun terlihat sepenuhnya dari Indonesia sehingga masyarakat bisa menyaksikan proses gerhana dari awal hingga puncaknya sesuai zona waktu masing-masing.
Selain Indonesia, gerhana ini juga dapat disaksikan di Amerika, Australia, serta wilayah Asia bagian Timur, Tenggara, dan Tengah. Bagi kamu yang ingin menyaksikan secara online, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyediakan live streaming melalui situs resmi mereka di gerhana.bmkg.go.id.
3. Apa itu gerhana bulan total?
Disinggung sebelumnya, gerhana bulan total adalah fenomena ketika Bumi berada tepat di antara Matahari dan Bulan sehingga bayangannya menutupi seluruh permukaan Bulan. Peristiwa ini hanya terjadi saat fase bulan purnama, ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus atau hampir lurus. Berkat posisinya sejajar, cahaya Matahari yang biasanya dipantulkan oleh Bulan menjadi terhalang oleh Bumi.
Saat mencapai puncak gerhana atau fase totalitas, bulan sering tampak berwarna merah. Warna ini muncul karena sebagian cahaya Matahari masih dibiaskan oleh atmosfer Bumi dan diarahkan ke Bulan. Cahaya merah lebih mudah melewati atmosfer sehingga Bulan terlihat kemerahan dan sering dijuluki sebagai “Blood Moon”.
4. Fakta menarik gerhana bulan total
Fenomena gerhana tak hanya memanjakan mata, tetapi juga menyimpan berbagai sisi ilmiah yang unik. Berikut beberapa fakta menarik gerhana bulan total yang mungkin belum kamu ketahui:
- Suhu bulan bisa turun drastis dalam waktu singkat
Saat bayangan Bumi menyelimuti permukaan Bulan, suhu di sana bisa turun dengan sangat cepat. Jika biasanya penurunan suhu terjadi perlahan saat “matahari terbenam” di Bulan, pada gerhana total cahaya Matahari bisa terputus dalam waktu hanya 10—30 menit. Perubahan ekstrem ini dapat menimbulkan thermal shock yang berpotensi membuat batuan Bulan retak atau melepaskan gas dari dalam permukaannya.
- Lebih sering terlihat dibanding gerhana matahari total
Jalur totalitas gerhana bulan jauh lebih luas dibanding gerhana matahari total. Wilayah yang bisa menyaksikan gerhana bulan total mencakup lebih dari setengah permukaan Bumi sehingga miliaran orang dapat melihatnya secara bersamaan. Rata-rata, satu lokasi di Bumi bisa mengalami gerhana Bulan total sekitar setiap 2—3 tahun, sedangkan gerhana matahari total di lokasi yang sama hanya terjadi sekitar sekali dalam 375 tahun.
- Durasi Totalitas Punya Batas Maksimum
Fase totalitas gerhana bulan tidak bisa berlangsung lebih dari 107 menit. Durasi terpanjang terjadi ketika Bulan melintasi bagian tengah bayangan Bumi dan berada di titik terjauh dari Bumi (apogee, sehingga pergerakannya lebih lambat. Salah satu gerhana terpanjang dalam sejarah modern terjadi pada 16 Juli 2000 dengan totalitas lebih dari 106 menit.
Itulah penjelasan lengkap gerhana bulan total 3 Maret 2026 yang menjadi salah satu fenomena astronomi paling dinantikan tahun ini. Yuk, catat jadwalnya dan siapkan waktu terbaikmu untuk melihat Bulan berubah merah!
FAQ seputar gerhana bulan total 3 Maret 2026
| Kapan gerhana Bulan total Maret 2026 terjadi? | Gerhana berlangsung pada Selasa, 3 Maret 2026, mulai sore hingga malam hari dan melewati beberapa fase hingga sekitar pukul 21.24 WIB (menyesuaikan zona waktu masing-masing). |
| Apakah gerhana ini bisa dilihat di Indonesia? | Ya, seluruh wilayah Indonesia dapat menyaksikan gerhana ini, termasuk fase totalitasnya, selama kondisi cuaca cerah. |
| Apakah perlu alat khusus untuk melihatnya? | Tidak perlu. Gerhana Bulan Total aman dilihat dengan mata telanjang tanpa alat pelindung khusus. |
Referensi
"What Is a Total Lunar Eclipse?". Time and Date. Diakses Februari 2026.
"March 3, 2026 total lunar eclipse: Visibility and Timings Guide". Vaonis. Diakses Februari 2026.
"March 2026 Total Lunar Eclipse: Your Questions Answered". NASA. Diakses Februari 2026.
"7 Fascinating Facts About Lunar eclipses". SPACE. Diakses Februari 2026.
"Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026". BMKG. Diakses Februari 2026.


















