Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apa Hubungan El Nino dengan Samudra Pasifik?

Apa Hubungan El Nino dengan Samudra Pasifik?
ilustrasi laut (pexels.com/kellie-churchman)
Intinya Sih
  • El Nino bermula saat suhu permukaan laut di Pasifik tropis tengah dan timur menghangat, setelah angin pasat melemah dan air hangat dari barat bergerak ke timur.
  • Melemahnya angin pasat mengurangi upwelling air dingin kaya nutrisi di dekat Amerika Selatan, sehingga dapat mengganggu ekosistem laut dan produktivitas perikanan.
  • Sebagai fase hangat ENSO, El Nino melibatkan umpan balik laut-atmosfer yang menggeser pola hujan global; pemantauannya mencakup suhu Nino 3.4, angin, tekanan udara, dan curah hujan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kalau mendengar istilah El Nino, banyak orang mungkin langsung teringat pada cuaca panas dan musim kemarau yang lebih panjang. Namun, tahukah kamu bahwa fenomena ini sebenarnya sangat erat kaitannya dengan Samudra Pasifik?

El Nino bukan sekadar kondisi ketika suhu udara menjadi lebih panas. Fenomena iklim ini bermula dari perubahan suhu dan pola pergerakan air laut di wilayah tropis Samudra Pasifik. Perubahan tersebut kemudian berinteraksi dengan atmosfer dan dapat memengaruhi pola cuaca di berbagai belahan dunia. Lantas, apa sebenarnya hubungan El Nino dengan Samudra Pasifik?

1. El Nino bermula dari Samudra Pasifik tropis

El Nino merupakan fenomena iklim yang terjadi ketika suhu permukaan laut di bagian tengah dan timur Samudra Pasifik tropis menjadi lebih hangat dari biasanya. Dalam kondisi normal, angin pasat bertiup dari arah timur menuju barat melintasi wilayah tropis Pasifik. Angin ini mendorong air laut yang hangat ke kawasan Pasifik bagian barat.

Akibatnya, air laut yang lebih hangat menumpuk di sekitar Indonesia dan Australia bagian utara. Sementara itu, di bagian timur Pasifik, terutama di dekat pantai Peru dan Ekuador, terjadi proses upwelling atau naiknya air laut dari lapisan yang lebih dalam ke permukaan.

Air yang naik ini biasanya lebih dingin dan kaya nutrisi. Kondisi tersebut sangat penting bagi kehidupan laut dan mendukung produktivitas perikanan di kawasan tersebut.

2. Ketika air laut hangat bergerak ke timur

Saat El Nino berkembang, angin pasat di wilayah tropis Pasifik melemah. Karena dorongan angin tidak lagi sekuat biasanya, air laut hangat yang sebelumnya terkumpul di Pasifik bagian barat mulai bergerak ke arah tengah dan timur. Akibatnya, suhu permukaan laut di wilayah Pasifik tengah dan timur meningkat.

Di saat yang sama, melemahnya angin pasat juga menyebabkan proses upwelling di sekitar pantai Amerika Selatan berkurang. Artinya, air dingin dari lapisan laut yang lebih dalam tidak sebanyak biasanya naik ke permukaan.

Perubahan ini bukan hanya berdampak pada suhu laut. Berkurangnya air kaya nutrisi di permukaan juga dapat mengganggu ekosistem laut dan menurunkan produktivitas perikanan. Jadi, bisa dibilang bahwa perubahan di Samudra Pasifik menjadi salah satu pemicu utama terjadinya El Nino.

3. El Nino melibatkan laut dan atmosfer

nicholas-doherty-pONBhDyOFoM-unsplash.jpg
ilustrasi angin laut (unsplash.com/Nicholas Doherty)

Ada satu hal penting yang perlu dipahami. El Nino sebenarnya bukan hanya tentang laut yang menjadi lebih hangat. Fenomena ini merupakan bagian dari sistem interaksi antara lautan dan atmosfer yang dikenal sebagai El Nino-Southern Oscillation (ENSO). El Nino merupakan fase hangat ENSO, sedangkan La Nina merupakan fase dinginnya.

Ketika permukaan laut Pasifik menghangat, atmosfer di atasnya ikut merespons. Pola pembentukan awan dan curah hujan dapat bergeser dari wilayah Pasifik barat menuju bagian tengah atau timur. Perubahan tersebut kemudian memengaruhi pola tekanan udara dan sirkulasi atmosfer yang dikenal sebagai sirkulasi Walker.

Menariknya, perubahan atmosfer tersebut kembali memengaruhi kondisi laut. Angin pasat yang melemah membuat lebih banyak air hangat bergerak ke timur. Suhu laut yang semakin hangat kemudian memengaruhi pembentukan awan, hujan, dan tekanan udara. Terjadi semacam hubungan timbal balik antara laut dan atmosfer. Mekanisme inilah yang dapat membuat kondisi El Nino bertahan selama berbulan-bulan.

4. Mengapa Samudra Pasifik bisa memengaruhi cuaca dunia

Jawabannya berkaitan dengan ukuran dan posisi Samudra Pasifik. Samudra Pasifik merupakan samudra terbesar di Bumi. Wilayah tropisnya juga memiliki peran penting dalam sistem iklim global. Saat suhu permukaan laut dan pola atmosfer di kawasan ini berubah, efeknya dapat merambat melalui sirkulasi atmosfer ke wilayah yang jauh dari sumber perubahan tersebut. Itulah sebabnya El Nino dapat memengaruhi pola cuaca di berbagai tempat.

Indonesia, Australia, dan sejumlah wilayah Asia Tenggara, misalnya, sering mengalami penurunan curah hujan ketika El Nino berlangsung. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kekeringan dan memengaruhi ketersediaan air. Sebaliknya, beberapa wilayah di sekitar Pasifik timur, termasuk bagian Peru dan Ekuador, dapat mengalami peningkatan curah hujan dan risiko banjir.

Dampaknya juga dapat terasa pada pertanian, ketersediaan air, ekosistem laut hingga aktivitas perikanan. Namun, pengaruh El Nino tidak selalu sama pada setiap kejadian. Kekuatan, waktu berlangsung, dan lokasi dampaknya bisa berbeda-beda.

5. Bagaimana ilmuwan mengetahui El Nino sedang terjadi

Karena El Nino berkaitan erat dengan perubahan suhu laut, para ilmuwan terus memantau kondisi Samudra Pasifik. Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Nino 3.4, yaitu kawasan di bagian tengah Pasifik tropis. Suhu permukaan laut di wilayah ini menjadi salah satu indikator penting untuk mengidentifikasi perkembangan El Nino.

Namun, ilmuwan tidak hanya melihat suhu laut. Mereka juga memperhatikan perubahan angin, tekanan udara, curah hujan, serta kondisi atmosfer lainnya.

Secara umum, El Nino ditandai oleh suhu permukaan laut yang lebih hangat dari rata-rata di wilayah Pasifik tengah dan timur, disertai perubahan atmosfer yang sesuai. Jadi, kenaikan suhu laut saja belum tentu berarti El Nino sedang terjadi.

Jadi, ketika mendengar istilah El Nino, jangan hanya membayangkan cuaca panas atau kemarau panjang. Di balik fenomena tersebut, ada proses yang jauh lebih besar di Samudra Pasifik—mulai dari pergerakan air laut, perubahan angin, hingga interaksi kompleks antara lautan dan atmosfer. Dengan kata lain, Samudra Pasifik adalah salah satu kunci penting untuk memahami bagaimana El Nino terbentuk dan mengapa dampaknya bisa terasa hingga jauh dari wilayah asalnya.

Referensi

Britannica. Diakses pada Agustus 2026. El Nino
Climate.gov. Diakses pada Agustus 2026. El Nino and La Nina: Frequently Asked Questions
NASA. Diakses pada Agustus 2026. El Nino
National Geographic. Diakses pada Agustus 2026. El Nino
National Oceanic and Atmospheric Administration. Diakses pada Agustus 2026. Understanding El Nino & ENSO
National Oceanic and Atmospheric Administration. Diakses pada Agustus 2026. What are El Nino and La Nina?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More