Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

7 Efek Longsor Salju pada Ekosistem, Ternyata Tidak Selalu Negatif

7 Efek Longsor Salju pada Ekosistem, Ternyata Tidak Selalu Negatif
Rusa besar betina di tengah guyuran salju. (pixabay.com/itoploveliness-9915305)
Intinya Sih
  • Longsor salju dapat merusak hutan dan mengancam kelangsungan hidup berbagai satwa liar.

  • Di sisi lain, longsor salju juga menciptakan habitat baru dan mendistribusikan nutrisi ke tanah.

  • Dalam jangka panjang, proses alami ini dapat meningkatkan keanekaragaman hayati di wilayah pegunungan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Peristiwa longsor salju (avalanche) di Broad Peak, Pakistan, yang merenggut beberapa nyawa pendaki berpengalaman pada akhir Juli 2026 lalu menyoroti betapa berbahayanya fenomena alam tersebut. Longsor salju terjadi ketika lapisan salju yang tidak stabil lepas menuruni lereng. Tergantung dari besar kecilnya, longsor salju bisa berdampak pada segala bentuk kehidupan yang ada di jalurnya.

Lantas, seberapa besar efek longsor salju pada ekosistem? Benarkah longsor salju hanya bersifat merusak? Bagaimana dampak longsor salju pada kehidupan liar? Berikut tujuh efek longsor salju pada ekosistem!

1. Mencabut pepohonan besar dari akar

Kerusakan akibat longsor salju di Taman Nasional Mercantour, Prancis.
Kerusakan akibat longsor salju di Taman Nasional Mercantour, Prancis. (commons.wikimedia.org/Fparrel)

Longsor salju jenis slab avalanche merupakan jenis longsor salju yang paling dahsyat dan mematikan. Beda dari longsor salju kecil yang terdiri dari sluff atau lapisan salju lembut, slab avalanche berbentuk lempengan salju padat raksasa yang terlepas akibat lapisan terbawahnya melemah. Lempengan ini pecah berkeping-keping saat menuruni lereng, membentuk gelombang besar, dan membawa serta berbagai material yang dihantamnya dengan kecepatan tinggi.

Menurut laman National Geographic, longsor salju yang besar dan terbentuk sepenuhnya bisa memiliki berat hingga 1 juta ton dan bergerak secepat lebih dari 320 kilometer per jam. Pepohonan besar bisa patah, bahkan tercabut langsung dari akar. Segala kehidupan di pepohonan ikut mati. Longsor salju jadi ancaman bagi segala jenis kehidupan yang kebetulan berada di jalurnya.

2. Berdampak negatif pada populasi spesies

Kambing gunung di wilayah pegunungan bersalju.
Kambing gunung di wilayah pegunungan bersalju. (commons.wikimedia.org/Gillfoto)

Dahsyatnya longsor salju terbukti berdampak langsung pada beberapa spesies hewan. Kambing gunung atau mountain goat (Oreamnos americanus), misalnya, mereka merupakan hewan spesialis lereng pegunungan terpencil di Amerika Utara. Mengutip laman resmi University of Alaska, studi jangka panjang yang dilakukan tim peneliti dari universitas menemukan 22 persen kambing gunung di empat populasi berbeda lenyap akibat longsor salju setiap tahunnya.

Kambing gunung sudah beradaptasi khusus untuk hidup di lereng gunung berbatu yang sulit dijangkau untuk menghindari predator. Namun, hasil evolusi ini gak serta-merta bikin kambing gunung siap menghadapi longsor salju. Longsor salju yang dikhawatirkan semakin kuat dan lebih sering terjadi akibat perubahan iklim bisa makin melukai populasi yang ada.

3. Mengundang banyak satwa liar

Beruang sigung mencari makan di lapisan salju.
Beruang sigung mencari makan di lapisan salju. (commons.wikimedia.org/Ninara)

Suara memekakkan dan gemuruh longsor salju memicu insting satwa liar untuk pergi menjauh. Namun, kawasan yang dilanda longsor salju tak serta-merta dihindari satwa liar. Beberapa jenis satwa liar diketahui suka menyatroni jalur luncuran longsor salju yang masih baru.

Beruang sigung alias wolverine (Gulo gulo) jadi jenis hewan yang sering terlihat menghampiri jalur luncuran longsor salju. Menurut Geophysical Institute, University of Alaska Fairbanks, karnivor berotot ini gemar berpatroli menelusuri jalur longsor yang masih baru dan menjumpai makanan berupa bangkai hewan yang terjebak longsor. Beruang grizzly (Ursus arctos horribilis) juga menghabiskan banyak waktu mereka di jalur ini untuk menyantap tanaman yang tersingkap longsor salju dan untuk bertemu dengan jantan.

4. Mencegah longsor salju yang lebih dahsyat

Longsor salju terjadi di pegunungan.
Longsor salju terjadi di pegunungan. (pixabay.com/jacky73490-6485205)

Tidak semua longsor salju itu berbahaya. Longsor salju yang berskala kecil dan rutin terjadi justru mencegah terjadinya longsor salju yang lebih dahsyat. Seperti yang dijelaskan laman Sciencing, longsor salju kecil bisa menstabilkan tumpukan salju di area pegunungan dengan mengubah susunannya ke posisi yang lebih aman dan stabil. Dengan begitu, lapisan salju terbawah tidak mudah lepas dan mencegah terjadinya longsor salju yang lebih besar.

5. Mendistribusikan nutrisi kembali ke tanah

Jalur luncuran longsor salju ditumbuhi tanaman muda.
Jalur luncuran longsor salju ditumbuhi tanaman muda. (commons.wikimedia.org/brewbooks)

Saat pohon-pohon besar tercabut dari akar dan mati akibat longsor salju besar, wilayah tersebut tidak menjadi tandus. Seperti yang diterangkan laman Vail Daily, pepohonan menyimpan banyak nutrisi yang terakumulasi selama masa pertumbuhan bertahun-tahun. Begitu tercabut dari akar, pohon-pohon ini melepaskan banyak nutrisi kembali ke dalam tanah dan membantu mendukung pertumbuhan tanaman lain. Akhirnya, pohon-pohon itu bantu menstabilkan kembali kondisi tanah di wilayah tersebut sekaligus mencegah terjadinya longsor salju besar ataupun tanah longsor.

6. Menciptakan habitat baru yang unik

Jalur luncuran longsor salju terbentuk di tengah hutan.
Jalur luncuran longsor salju terbentuk di tengah hutan. (commons.wikimedia.org/Contraix)

Begitu longsor salju mencabut pepohonan dan mendistribusikan nutrisi kembali ke dalam tanah, habitat baru yang unik akan terbuka bagi kehidupan liar. Area di jalur luncuran longsor salju jadi padang rumput yang menyediakan sumber daya bagi tumbuhan dan hewan yang membutuhkan habitat terbuka. Habitat ini bisa menyediakan tempat merumput bagi hewan-hewan berkuku, lahan berburu yang nyaman bagi predator, dan kesempatan tumbuh bagi vegetasi pendek yang perlu banyak sinar Matahari.

7. Berdampak positif pada keanekaragaman hayati

Fisher (Pekania pennanti) di tengah guyuran salju.
Fisher (Pekania pennanti) di tengah guyuran salju. (ForestWander Nature Photography)

Pada akhirnya, habitat baru yang terbentuk oleh longsor salju melahirkan begitu banyak bentuk kehidupan. Bahkan, keanekaragaman hayati di jalur bekas longsoran salju jauh lebih beragam dari wilayah yang tak terusik oleh longsor salju. Studi yang dirilis Journal of Ornithology pada 2023 lalu menemukan kalau keanekaragaman burung lebih tinggi di jalur bekas longsoran salju, sekitar 62 spesies dibandingkan 55 spesies di habitat lain.

Gak cuma itu, karena terjadi perubahan mekanisme pada tanah dan hilangnya tajuk pohon, spesies tanaman spesialis lahan terbuka juga punya kesempatan untuk tumbuh. Hasilnya, keanekaragaman flora ikut meningkat. Hal ini tidak terjadi pada wilayah dengan pepohonan yang tidak terusik oleh longsor salju. Temuan ini dipublikasikan jurnal Biodiversity and Conservation pada 2011 lalu.

Jadi, memang benar bahwa longsor salju bersifat merusak. Namun, longsor salju juga punya dampak positif pada ekosistem. Longsor salju yang terjadi secara alami sebenarnya punya peran tak tergantikan dalam perkembangan ekosistem alami di wilayah pegunungan. Longsor salju merupakan bagian dari cara alam untuk menyeimbangkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎

Related Articles

See More