Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Alasan Mengapa Anjing Terlihat Lebih Pasif, Ada Banyak Faktor!

4 Alasan Mengapa Anjing Terlihat Lebih Pasif, Ada Banyak Faktor!
ilustrasi anjing (pexels.com/Lyssa Loirelei)
Intinya Sih
  • Anjing yang mendadak pasif dapat mengalami masalah kesehatan, seperti gangguan persendian, infeksi, atau pencernaan; pemeriksaan dokter hewan diperlukan untuk diagnosis dan penanganan tepat.
  • Stres dan kecemasan akibat pindah rumah, kehilangan teman bermain, atau anggota keluarga baru bisa membuat anjing menarik diri, kurang makan, dan kehilangan minat beraktivitas.
  • Pola makan tidak seimbang serta penuaan dapat menurunkan energi dan mobilitas anjing; pemilik perlu menyesuaikan nutrisi, rutinitas, dan perawatan sesuai kebutuhannya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Memiliki anjing di rumah memang akan membuat pemiliknya jadi harus lebih aktif agar nantinya bisa menemani hewan tersebut bermain setiap hari. Hal ini karena karakter yang dimiliki anjing cenderung aktif dan ceria, sehingga setiap perubahan sikap yang ditunjukkan bisa membuat pemiliknya keheranan, termasuk apabila anjing berubah menjadi pasif.

Sebetulnya perubahan perilaku anjing yang menjadi pasif memang bisa diakibatkan karena berbagai faktor, namun hal ini perlu diketahui sejak awal agar kamu sebagai pemiliknya dapat langsung mengambil tindakan yang tepat. Oleh sebab itu, pahami beberapa penyebab berikut ini yang membuat anjing jadi tampak lebih pasif dari biasanya.

1. Mengalami masalah kesehatan

ilustrasi anjing (pexels.com/Pew Nguyen)
ilustrasi anjing (pexels.com/Pew Nguyen)

Setiap anjing pasti memiliki kondisi kesehatan yang berbeda-beda, sehingga sebagai pemilik harus benar-benar memperhatikan kondisinya dengan baik. Sering kali anjing tidak selalu dalam kondisi yang sehat, sehingga bisa saja mengalami berbagai macam risiko penyakit, seperti masalah pada persendian, infeksi, hingga gangguan pencernaan yang membuatnya kesakitan.

Biasanya jika memang anjing memiliki masalah kesehatan, maka akan cenderung lebih pasif dan tidak akan seceria seperti sebelumnya. Penting sekali untuk segera memeriksakan kondisi anjing ke dokter hewan untuk bisa memeroleh diagnosis yang tepat, sehingga bisa memberikan penanganan yang sesuai.

2. Mengalami stres dan cemas

ilustrasi anjing (pexels.com/Douglas Kugler)
ilustrasi anjing (pexels.com/Douglas Kugler)

Anjing ternyata termasuk hewan yang juga bisa mengalami kondisi stres dan kecemasan, apalagi jika berada dalam situasi yang kurang baik. Memang kamu harus berusaha peka dalam melihat berbagai perubahan perilaku yang mungkin ditunjukkan anjing, sehingga bisa mencari solusi terbaik dalam meredakan kondisi stres dan juga kecemasan yang dialaminya.

Biasanya anjing yang mungkin baru pindah rumah, kehilangan teman bermain, atau pun kedatangan anggota keluarga baru bisa membuatnya merasa cemas atau bahkan tertekan. Jika anjing sudah mulai mengalami kondisi stres dan cemas, maka hal ini akan memengaruhi perilaku yang ditunjukkannya. Tidak heran apabila anjing akan cenderung menarik diri, kurang nafsu makan, bahkan kehilangan minat pada aktivitas yang biasanya dilakukan.

3. Pola makan yang kurang seimbang

ilustrasi anjing (pexels.com/MART PRODUCTION)
ilustrasi anjing (pexels.com/MART PRODUCTION)

Sebagai pemilik anjing tentu saja kamu harus memperhatikan pola makan yang dimilikinya agar tetap seimbang dan tidak sampai mengalami kekurangan nutrisi. Hal ini karena banyak sekali pemilik anjing yang sering kali tidak memperhitungkan makanan untuk hewan peliharaannya, sehingga membuat mereka jadi tampak lebih lesu dan kurang energi.

Sebetulnya anjing membutuhkan diet yang seimbang, yaitu mencangkup protein, vitamin, lemak, dan juga mineral untuk menjaga kondisi kesehatan dan energinya dengan baik. Namun, jika kamu merasa ragu untuk memilih makanan yang tepat, maka bisa melakukan konsultasi dengan dokter hewan untuk memastikan bahwa makanan yang dipilih memang sesuai dengan kebutuhan anjing.

4. Tanda penuaan yang terjadi

ilustrasi anjing dan pemiliknya (pexels.com/Alice Castro)
ilustrasi anjing dan pemiliknya (pexels.com/Alice Castro)

Anjing termasuk makhluk hidup yang tentu saja akan mengalami risiko penuaan seiring bertambahnya usia. Tidak mengherankan apabila penuaan yang dialami oleh anjing akan secara otomatis menyebabkan perilakunya pun berubah menjadi lebih pasif, sehingga mengalami penurunan mobilitas yang dilakukan sehari-hari.

Biasanya memang anjing yang lebih tua mungkin akan memiliki energi yang terbatas, sehingga memungkinkannya jadi jarang untuk bergerak. Selain itu, penuaan yang terjadi pada anjing biasanya diikuti dengan penurunan fungsi organ yang berdampak pada masalah-masalah kesehatan. Oleh sebab itu, pemilik anjing harus bisa menyesuaikan rutinitas dan juga proses perawatan agar nantinya anjing yang usianya sudah lanjut tetap merasa nyaman dan bahagia.

Penting sekali rasanya untuk bisa memahami berbagai penyebab yang membuat anjing menjadi lebih pasif. Ini penting agar pemiliknya menjadi lebih peka terhadap perubahan perilaku yang terjadi, sehingga bisa langsung mencari solusi yang terbaik untuk anjing peliharaannya. Harus langsung curiga apabila anjing peliharaanmu tiba-tiba menjadi pasif.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More