Sebuah siklon yang dipicu oleh perubahan iklim telah menewaskan 7 persen populasi orangutan Tapanuli—kera besar paling langka di dunia—hanya dalam empat hari, menurut temuan penelitian terbaru.
Studi tersebut menunjukkan bahwa kondisi cuaca yang dipicu oleh perubahan iklim menimbulkan ancaman langsung dan dahsyat bagi kera besar paling langka di dunia. Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis) hidup di Hutan Batang Toru di Sumatra Utara, Indonesia. Dia terancam punah akibat perusakan habitat. Populasi spesies ini pada tahun 2019 hanya berjumlah 767 ekor, di mana 581 di antaranya tinggal di blok barat hutan tersebut.
