Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Penitentes, Formasi Es Langka yang Menjulang di Dataran Tinggi

5 Fakta Penitentes, Formasi Es Langka yang Menjulang di Dataran Tinggi
Penitentes (commons.wikimedia.org/Caminante JP)
Intinya Sih
  • Penitentes adalah pilar es atau salju runcing di dataran tinggi gersang, terbentuk lewat sublimasi yang dipicu matahari, udara kering, suhu di bawah minus 4 derajat Celsius, dan tekanan rendah.
  • Namanya berasal dari kemiripan bentuknya dengan penutup kepala nazarenos; pilar ini dapat berukuran beberapa sentimeter hingga lima meter dan umum ditemukan di Atacama serta Pegunungan Andes.
  • Celah penitentes menjadi habitat alga merah pelindung UV, sementara struktur serupa yang diperkirakan ada di Europa berpotensi membahayakan pendaratan wahana antariksa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bentang alam di kawasan pegunungan tinggi dan daerah gletser gersang sering kali menampilkan fenomena alam yang unik. Salah satu bentukan alam paling menarik yang dapat ditemukan di beberapa dataran tinggi dunia adalah penitentes. Formasi ini berupa deretan bilah es atau salju yang berdiri tegak meruncing ke arah matahari dan tampak seperti kumpulan patung atau jajaran orang yang sedang berbaris.

Fenomena ini membutuhkan kondisi lingkungan yang sangat spesifik, seperti udara yang sangat kering dan paparan sinar matahari yang terik, untuk dapat terbentuk di alam bebas. Keberadaan struktur es yang menjulang tinggi ini menjadi salah satu keunikan geologis yang khas di kawasan pegunungan ekstrem. Penasaran? Yuk, simak lima fakta menarik mengenai formasi es penitentes berikut ini!

1. Proses pembentukan pilar es lewat sublimasi

Penitentes
Penitentes (commons.wikimedia.org/ESO)

Penitentes terbentuk melalui proses sublimasi di kawasan pegunungan gersang. Dilansir laman ExplorersWeb, panas matahari mengubah salju padat secara langsung menjadi uap air tanpa melalui fase pencairan. Salju yang terpapar radiasi matahari membentuk lekukan serta celah yang lama-kelamaan makin dalam hingga menyisakan pilar-pilar es tajam.

Suhu dingin di bawah minus 4 derajat Celsius dan tingkat kelembapan udara di bawah 70 persen mendukung pembentukan pilar es ini di alam terbuka. Tekanan udara yang rendah serta paparan angin kering di dataran tinggi makin mempercepat proses sublimasi. Pilar-pilar es yang tersisa tumbuh mengarah ke posisi matahari.

2. Asal-usul nama dari jubah keagamaan

Penitentes
Penitentes (commons.wikimedia.org/Sastognuti)

Nama penitentes diambil dari bentuk pilar es yang menyerupai penutup kepala dalam prosesi keagamaan. Dilansir laman European Southern Observatory, kata penitentes berasal dari istilah bahasa Spanyol yang merujuk pada penutup kepala meruncing para anggota persaudaraan nazarenos saat prosesi keagamaan. Deretan pilar es putih di dataran tinggi dianggap menyerupai kelompok peziarah yang mengenakan jubah.

Bilah es ini tumbuh dalam kelompok besar dengan ukuran bervariasi, mulai dari beberapa sentimeter hingga mencapai lima meter. Dari kejauhan, hamparan es tersebut tampak seperti deretan pilar yang rapat. Istilah keagamaan tersebut kemudian digunakan secara luas dalam literatur glasiologi internasional.

3. Keberadaan mikroorganisme alga merah di sela es

Penitentes
Penitentes (commons.wikimedia.org/Daniel P. Gauer)

Di sela-sela pilar es penitentes hidup berbagai mikroorganisme yang mampu bertahan di lingkungan ekstrem. Merujuk kembali pada laman ExplorersWeb, pilar-pilar es ini menjadi habitat alga salju dari kelompok Chlamydomonas dan Chloromonas yang membentuk bercak merah pada permukaan es. Alga tersebut dapat bertahan hidup karena proses pelelehan es yang lambat menyediakan pasokan air secara konsisten.

Pigmen merah bernama karotenoid berfungsi melindungi sel alga dari radiasi sinar ultraviolet dan suhu yang sangat dingin. Pigmen alami ini juga menyebabkan permukaan salju tampak kemerahan. Keberadaan alga di celah es menjadi salah satu objek kajian dalam penelitian astrobiologi.

4. Potensi bahaya bagi pendaratan wahana antariksa

Penitentes
Penitentes (commons.wikimedia.org/ESO)

Para ilmuwan memperkirakan penitentes juga dapat terbentuk di Europa, salah satu satelit alami Jupiter. Dilansir laman BBC, kondisi lingkungan tanpa atmosfer di bulan tersebut dinilai sangat ideal bagi pembentukan penitentes raksasa setinggi 1 hingga 10 meter di area khatulistiwa. Keberadaan pilar es tajam ini dapat membahayakan robot pemendar yang mendarat di permukaan Europa.

Sudut radiasi matahari yang stabil dan suhu dingin ekstrem di Europa memicu sublimasi es dalam jumlah besar di permukaannya. Para peneliti memanfaatkan pola pantulan cahaya matahari untuk mendeteksi sebaran pilar es sebelum menentukan lokasi pendaratan wahana eksplorasi. Pemetaan struktur es menjadi salah satu tahap penting dalam perencanaan misi luar angkasa.

5. Jejak pengamatan historis di perbatasan pegunungan

Penitentes
Penitentes (commons.wikimedia.org/Mark Sanderson)

Keberadaan penitentes telah dicatat sejak abad ke-19. Merujuk kembali pada laman ExplorersWeb, naturalis Charles Darwin mencatat keberadaan bilah-bilah es ini saat melakukan perjalanan dari Santiago di Cile menuju Mendoza di Argentina pada dekade 1830-an. Dalam catatan perjalanannya, ia menjelaskan bahwa deretan pilar es tersebut menyulitkan pergerakan keledai pengangkut barang.

Bilah es ini umumnya terhampar pada ketinggian lebih dari 4.000 meter di atas permukaan laut, terutama di kawasan Gurun Atacama dan Pegunungan Andes. Kerapatan pilar es menjadi hambatan alami bagi jalur perlintasan pada masa itu. Dokumentasi Darwin kemudian menjadi salah satu rujukan awal dalam mempelajari sebaran penitentes di Amerika Selatan.

Itulah lima fakta mengenai penitentes, mulai dari mekanisme pembentukannya di dataran tinggi Bumi, keberadaan mikroorganisme di celah es, hingga potensi sebarannya di Bulan Europa. Karakteristik fisik dan kondisi lingkungan pembentukan struktur es ini menjadi fokus kajian dalam studi geologi serta perencanaan misi eksplorasi antariksa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More