Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Chinese Hwamei, Burung Eksotis Bersuara Merdu dari Benua Asia

5 Fakta Chinese Hwamei, Burung Eksotis Bersuara Merdu dari Benua Asia
Chinese Hwamei (commons.wikimedia.org/Sun Jiao)
Intinya Sih
  • Chinese hwamei adalah burung pengicau asal Tiongkok selatan, Vietnam, dan Laos, berciri bulu cokelat kemerahan, lingkaran putih seperti alis, serta ukuran tubuh 21–25 sentimeter.
  • Spesies ini menghuni semak, hutan sekunder, perkebunan, hingga taman kota sampai 1.800 mdpl; persebarannya juga meluas melalui introduksi ke Taiwan, Singapura, Jepang, dan Hawaii.
  • Chinese hwamei mencari serangga, buah, biji, dan sisa tanaman di lantai hutan; kicauannya nyaring untuk komunikasi serta teritorial, sementara musim berbiaknya berlangsung Mei–Juli.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Chinese hwamei (Garrulax canorus) merupakan salah satu spesies burung berkicau yang populer di kawasan Benua Asia. Burung yang berasal dari wilayah Tiongkok bagian selatan, Vietnam, dan Laos ini dikenal karena kicauannya yang nyaring serta bervariasi. Spesies ini menghuni area semak belukar, tepi hutan, hingga kawasan perkebunan sekunder.

Salah satu ciri khas chinese hwamei adalah pola lingkaran putih unik di sekitar matanya yang menyerupai alis. Selain itu, burung ini memiliki sifat teritorial yang kuat serta kemampuan menirukan suara lingkungan sekitarnya. Penasaran? Yuk, simak lima fakta menarik chinese hwamei berikut ini!

1. Karakteristik fisik khas berpola alis putih

Chinese Hwamei
Chinese Hwamei (commons.wikimedia.org/Khoitran1957)

Ukuran tubuh chinese hwamei tergolong sedang untuk kelompok burung pengicau darat. Dilansir laman Birda, spesies ini memiliki panjang tubuh antara 21 hingga 25 sentimeter dengan bentuk sayap membulat serta ekor melebar menyerupai kipas. Warna bulunya didominasi cokelat kemerahan dengan garis-garis gelap di area mahkota, punggung, dan tenggorokan.

Ciri yang paling mudah dikenali dari spesies ini adalah lingkaran putih mengelilingi mata yang memanjang ke belakang membentuk garis tebal. Corak khusus ini menjadi dasar penamaan hwamei yang dalam bahasa Mandarin (huà méi) berarti "alis terlukis". Selain itu, paruh dan kakinya memiliki warna kekuningan yang kontras dengan bulu tubuhnya.

2. Persebarannya meluas hingga luar habitat asli

Chinese Hwamei
Chinese Hwamei (commons.wikimedia.org/Ron Knight)

Burung ini hidup di berbagai habitat, mulai dari kawasan terbuka hingga dataran tinggi. Dilansir laman Animalia, populasi asli chinese hwamei tersebar di wilayah Tiongkok bagian selatan dan tengah, serta kawasan utara Vietnam dan Laos. Habitat yang disukai meliputi semak belukar, hutan sekunder, hingga taman kota sampai ketinggian 1.800 meter di atas permukaan laut.

Selain mendiami kawasan benua Asia, spesies ini juga berhasil berkembang di wilayah luar habitat aslinya. Burung ini telah diintroduksi ke beberapa negara seperti Taiwan, Singapura, Jepang, hingga Kepulauan Hawaii. Di Hawaii, chinese hwamei bahkan mampu beradaptasi baik di hutan asli setempat maupun kawasan vegetasi buatan manusia.

3. Kebiasaan bersembunyi saat mengais pakan

Chinese Hwamei
Chinese Hwamei (commons.wikimedia.org/ALAN SCHMIERER)

Karena sifatnya yang pemalu, burung ini sering kali sulit terlihat secara langsung di alam liar. Dilansir laman All About Birds, chinese hwamei merupakan spesies yang kerap bersembunyi di antara semak-semak lebat atau rumpun bambu. Burung ini biasanya bergerak secara individual, berpasangan, atau membentuk kelompok kecil saat beraktivitas.

Pola pencarian pakan dilakukan langsung di atas permukaan tanah dengan membalikkan serasah daun kering secara aktif. Menu utamanya terdiri dari berbagai jenis serangga, buah-buahan, biji-bijian, hingga sisa tanaman budidaya. Suara gesekan daun di lantai hutan sering menjadi penanda keberadaan burung ini saat mencari makan.

4. Variasi kicauan vokal yang nyaring

Chinese Hwamei
Chinese Hwamei (commons.wikimedia.org/Sun Jiao)

Kicauan burung ini menjadi salah satu daya tarik utama yang membuatnya dikenal luas. Merujuk kembali pada laman Birda, chinese hwamei menghasilkan suara siulan yang nyaring, jernih, dan bervariasi dengan pola pengulangan yang teratur. Spesies ini juga memiliki kemampuan menirukan suara dari jenis burung lain di sekitarnya.

Chinese hwamei juga memiliki nada panggil berupa siulan serak atau suara berderik. Beragam jenis suara tersebut digunakan untuk berkomunikasi antarindividu sekaligus mempertahankan wilayahnya dari burung lain. Aktivitas berkicau biasanya paling sering terdengar selama musim berbiak, terutama ketika burung jantan menarik perhatian pasangan atau memperingatkan keberadaan pesaing.

5. Siklus perkembangbiakan musiman di hutan

Sarang Chinese Hwamei
Sarang Chinese Hwamei (commons.wikimedia.org/Forest and Kim Starr)

Chinese hwamei berkembang biak setahun sekali. Masih dari laman Animalia, musim berbiak burung ini berlangsung dari Mei hingga Juli. Selama periode ini, jantan dan betina bekerja sama membangun sarang berbentuk cangkir besar dari paduan daun, rumput, ranting, dan akar halus. Uniknya, sarang tersebut dibuat cukup rendah, yakni tidak lebih dari dua meter di atas tanah.

Induk betina biasanya mengeluarkan dua hingga lima butir telur berwarna biru atau biru kehijauan. Setelah menetas, anak-anak burung dibesarkan di dalam sarang tersebut hingga siap terbang mandiri. Keragaman genetik spesies ini juga terus dipantau karena potensi hibridisasi di kawasan introduksi seperti Taiwan.

Beragam karakteristik yang dimiliki chinese hwamei membuatnya menjadi salah satu burung pengicau yang menarik di benua Asia. Mulai dari pola putih di sekitar mata, kicauan yang merdu, hingga kemampuan beradaptasi di berbagai habitat, spesies ini memiliki keunikan yang membedakannya dari banyak burung pengicau lainnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More