Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Volterra, Kota Kuno yang Berkembang Jauh Sebelum Era Romawi

5 Fakta Volterra, Kota Kuno yang Berkembang Jauh Sebelum Era Romawi
Kota Volterra, Italia (commons.wikimedia.org/Chensiyuan)
Intinya Sih
  • Volterra telah dihuni sejak Zaman Tembaga hingga Zaman Besi, lalu berkembang sebagai Velathri, salah satu dari dua belas pusat utama konfederasi Etruska.
  • Warisan Etruria dan Romawi masih terlihat melalui tembok batu, Porta all'Arco, serta Teatro Romano yang dibangun setelah kota menjadi Volaterrae di bawah kekuasaan Romawi.
  • Pada abad pertengahan, Volterra menjadi Komune Bebas dan menata ulang kotanya, sebelum Florence menguasainya pada 1472 akibat konflik tambang tawas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Tuscany di Italia dikenal sebagai salah satu wilayah yang menyimpan banyak peninggalan bersejarah, mulai dari masa bangsa Etruria hingga bangunan abad pertengahan yang masih berdiri kokoh. Di atas perbukitan berbatu di Provinsi Pisa, berkembang kota kuno bernama Volterra yang telah dihuni sejak ribuan tahun lalu. Kota berdinding batu ini telah berkembang jauh sebelum era Romawi, sehingga menjadi salah satu permukiman tertua di kawasan Tuscany.

Sebelum pengaruh Romawi meluas di Italia, Volterra telah berkembang menjadi salah satu pusat ekonomi dan keagamaan penting bagi bangsa Etruria. Karakter arsitekturnya didominasi batuan gelap yang dipahat rapi oleh masyarakat kuno, sementara berbagai bangunan bersejarahnya masih terawat hingga sekarang. Penasaran dengan sejarah panjang dan karakteristik unik kota tua ini? Yuk, simak lima fakta seputar Volterra berikut ini!

1. Sudah dihuni sejak Zaman Besi sebelum era Romawi

Kota Volterra, Italia
Kota Volterra, Italia (commons.wikimedia.org/Andrés Nieto Porras)

Perkembangan awal wilayah Volterra bermula dari penggabungan beberapa desa kecil yang berdiri di dataran tinggi berbatu. Dilansir laman UNESCO World Heritage Centre, kawasan arkeologi Piano di Castello, yang menjadi lokasi permukiman tertua di Volterra, telah dihuni sejak Zaman Tembaga hingga akhir Zaman Besi sekitar abad ke-8 Sebelum Masehi. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kawasan ini telah dihuni jauh sebelum era Romawi.

Seiring bertambahnya jumlah penduduk, komunitas-komunitas tersebut berkembang menjadi permukiman yang lebih terorganisasi. Situs pemakaman Villanovan di Ripaie dan Guerruccia menjadi salah satu bukti arkeologis yang menunjukkan perkembangan masyarakat awal di wilayah tersebut sebelum terbentuknya kota Volterra.

Memasuki masa Etruska, permukiman tersebut berkembang menjadi kota bernama Velathri. Kota ini kemudian menjadi salah satu dari dua belas pusat utama dalam konfederasi Etruska. Untuk melindungi wilayahnya, masyarakat membangun tembok pertahanan besar dari batu lokal yang mengelilingi dataran tinggi tempat kota berdiri.

2. Memiliki gerbang kuno dari masa sebelum Romawi

Porta all'Arco, Kota Volterra, Italia
Porta all'Arco, Kota Volterra, Italia (commons.wikimedia.org/Holger Uwe Schmitt)

Pertumbuhan kota Velathri sebagai pusat ekonomi di dataran tinggi Tuscany mendorong pembangunan sistem pertahanan yang kokoh. Dilansir laman Ancient Origins, masyarakat Etruska membangun dinding kota pada abad ke-4 Sebelum Masehi yang dilengkapi dengan gerbang utama bernama Porta all'Arco. Gerbang ini telah berdiri jauh sebelum pengaruh Romawi mencapai wilayah tersebut dan masih menjadi salah satu peninggalan Etruria yang paling utuh hingga saat ini.

Elemen arsitektur ini dibangun menggunakan susunan balok batu persegi berukuran besar yang dikunci tanpa menggunakan semen melalui teknik lengkungan tingkat tinggi. Struktur gerbang ini mengalami proses pemugaran sebagian oleh bangsa Romawi pada abad ke-1 Sebelum Masehi tanpa mengubah bentuk dasarnya.

Pada bagian luar lengkungan, terdapat tiga pahatan kepala batu misterius yang posisinya menghadap ke arah luar jalur lintasan. Para ahli arkeologi memperkirakan bahwa simbol kepala yang telah terkikis oleh cuaca tersebut merupakan representasi dari sosok dewa pelindung dalam mitologi Etruska atau Romawi kuno.

3. Sempat menjadi wilayah istimewa di bawah kekuasaan Romawi

Teater terbuka Teatro Romano, Kota Volterra, Italia
Teater terbuka Teatro Romano, Kota Volterra, Italia (commons.wikimedia.org/Holger Uwe Schmitt)

Stabilitas politik Volterra mengalami perubahan besar ketika wilayah ini mulai berada di bawah pengaruh Republik Romawi. Dilansir laman History Medieval, kota ini resmi masuk ke dalam lingkaran kekuasaan Romawi pada abad ke-3 Sebelum Masehi dan berganti nama menjadi Volaterrae. Status wilayahnya kemudian disesuaikan menjadi sebuah municipium yang mendapatkan hak istimewa berkat pengaruh dari keluarga lokal Caecinae yang memiliki kedekatan dengan Julius Caesar dan Octavianus.

Hubungan diplomatik tersebut membuat Volterra memperoleh status sebagai colonia Augusta yang merupakan tingkatan tertinggi bagi sebuah kota Romawi. Pemerintah kolonial kemudian membangun fasilitas publik berskala besar termasuk kompleks pemandian umum dan teater terbuka Teatro Romano di lereng bukit. Pembangunan teater dengan kapasitas ribuan penonton ini memanfaatkan kontur kemiringan tanah alami untuk menyangga struktur tempat duduk melingkar bagi warga kota.

4. Merombak tata ruangnya pada abad pertengahan

Palazzo dei Priori, Kota Volterra, Italia
Palazzo dei Priori, Kota Volterra, Italia (commons.wikimedia.org/Sergio Spolti)

Runtuhnya Kekaisaran Romawi Barat membawa fase baru dalam perkembangan Volterra. Merujuk kembali pada laman UNESCO World Heritage Centre, setelah sempat dipimpin oleh bangsa Lombard, Volterra berkembang menjadi sebuah Komune Bebas yang mandiri pada abad ke-12 hingga ke-13 Masehi. Status baru tersebut mendorong penataan ulang kawasan kota untuk menyesuaikan kebutuhan pemerintahan dan aktivitas masyarakat pada masa itu.

Pemerintah komune membangun dinding pembatas baru yang ukurannya lebih ringkas untuk menggantikan struktur tembok Etruska yang dinilai terlalu luas untuk dipertahankan. Pusat kegiatan publik dipindahkan ke area baru yang berfokus pada pembangunan Palazzo dei Priori sebagai balai kota tertua di wilayah Tuscany. Pada periode yang sama, rumah-rumah pribadi milik kaum bangsawan mulai diubah bentuknya mengikuti arsitektur rumah menara yang berfungsi sebagai benteng keluarga.

5. Kehilangan kemerdekaan politik akibat perebutan tambang tawas

Fortezza Medicea, Kota Volterra, Italia
Fortezza Medicea, Kota Volterra, Italia (commons.wikimedia.org/Diego Baglieri)

Kendali mandiri atas kota ini akhirnya berakhir akibat perebutan komoditas alam yang berharga di perbukitan sekitarnya. Merujuk kembali pada laman History Medieval, wilayah Volterra kaya akan kandungan mineral berupa tawas yang digunakan sebagai bahan baku utama dalam industri pencelupan kain dan penyamakan kulit di Eropa. Konflik mengenai hak pengelolaan tambang tersebut memicu intervensi militer dari penguasa Florence, Lorenzo de' Medici.

Pasukan militer Florence mengepung dan menguasai Volterra secara penuh pada tahun 1472 setelah terjadi kerusuhan yang menewaskan salah satu mitra tambang. Untuk memastikan kota ini tidak melakukan pemberontakan kembali, Lorenzo de' Medici mendirikan benteng pertahanan raksasa Fortezza Medicea di titik tertinggi bukit. Pembangunan benteng dengan menara silinder besar ini menandai hilangnya kemerdekaan politik Volterra yang kemudian melebur ke dalam wilayah Grand Duchy of Tuscany.

Berbagai peninggalan bangsa Etruria, Romawi, hingga abad pertengahan membuktikan bahwa Volterra telah memainkan peran penting dalam peradaban Italia selama lebih dari dua milenium. Kota kuno ini berhasil mempertahankan jejak sejarahnya yang kaya hingga saat ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More