Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Hewan dengan Sistem Saraf Paling Efisien dan Responsif

ilustrasi gurita (pexels.com/Jeffry Surianto)
ilustrasi gurita (pexels.com/Jeffry Surianto)
Intinya sih...
  • Gurita memiliki sistem saraf yang tersebar di lengan-lengan, memungkinkan reaksi cepat dan kemampuan belajar.
  • Lebah memiliki otak ringkas namun efisien dalam navigasi, komunikasi, dan kerja koloni.
  • Cumi-cumi memiliki serabut saraf raksasa untuk bergerak cepat dan bertahan hidup di laut terbuka.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sistem saraf merupakan pusat kendali utama yang akan menentukan bagaimana cara makhluk hidup merespons lingkungan di sekitarnya. Pada beberapa hewan di alam liar, ternyata sistem saraf mampu berkembang dengan cara yang sangat efisien, sehingga justru mampu menghasilkan reaksi yang cepat, tepat, dan cenderung hemat energi.

Keunikan dari sistem saraf tidak selalu diukur dari kompleksitas otak yang dimiliki hewan,  melainkan dari kemampuan mereka untuk memproses informasi secara optimal sesuai dengan kebutuhan hidupnya masing-masing. Berikut ini merupakan beberapa hewan yang dikenal memiliki sistem saraf paling efisien dan responsif di alam liar.

1. Gurita

ilustrasi gurita (pexels.com/yu zhang)
ilustrasi gurita (pexels.com/yu zhang)

Gurita memiliki sistem saraf yang unik karena memang sebagian besar neuron tersebar di bagian lengan-lengan, bukan hanya terpusat di otak saja. Struktur yang ada ternyata memungkinkan setiap lengan untuk bergerak dan mampu mengambil keputusan sederhana secara mandiri tanpa harus menunggu instruksi secara langsung dari otak pusat.

Efisiensi yang ada ternyata kerap membuat gurita mampu untuk bereaksi sangat cepat ketika berburu atau berusaha menghindari serangan predator. Selain itu, sistem saraf yang dimiliki gurita juga mampu mendukung adanya kemampuan belajar dan bisa memecahkan masalah dengan sangat luar biasa untuk hewan tanpa tulang belakang.

2. Lebah

ilustrasi lebah (unsplash.com/leandro fregoni)
ilustrasi lebah (unsplash.com/leandro fregoni)

Lebah memiliki sistem saraf yang terbilang cukup ringkas, namun tetap bisa  mengatur adanya navigasi, komunikasi, dan kerja koloni dengan presisi yang luar biasa. Otak yang dimiliki lebah bisa memproses adanya informasi visual dan bau secara efisien untuk bisa menemukan keberadaan sumber nektar yang diperlukan.

Kemampuan yang dimiliki lebah ternyata didukung oleh adanya jalur saraf yang terspesialisasi, sehingga respon lebah terhadap rangsangan lingkungannya jadi berlangsung dengan sangat cepat. Efisiensi dari sistem saraf lebah seolah menjadi kunci penting bagi mereka untuk memeroleh kemampuan dalam bekerja secara terkoordinasi, khususnya dalam jumlah besar.

3. Cumi-cumi

ilustrasi cumi-cumi (pexels.com/Stephen Leonardi)
ilustrasi cumi-cumi (pexels.com/Stephen Leonardi)

Cumi-cumi dikenal memiliki serabut saraf raksasa yang dapat memungkinkan impuls listrik untuk bergerak dengan kecepatan yang luar biasa. Struktur yang ada ternyata bisa membuat respon tubuh bekerja dengan tepat terhadap adanya ancaman yang berlangsung hampir seketika.

Sistem saraf yang dimiliki cumi-cumi sangat penting untuk bisa mendukung kemampuan berenang dengan cepat dan juga bergerak secara mendadak. Melalui mekanisme yang dimiliki cumi-cumi, maka hewan tersebut bisa bertahan hidup di laut terbuka yang dipenuhi dengan berbagai predator berbahaya.

4. Burung kolibri

Burung Kolibri memiliki sistem saraf yang sangat efisien untuk mengkoordinasikan gerakan sayap yang sangat cepat. Ototnya mampu merespon sinyal motorik dan sensorik dengan akurasi yang tinggi hanya dalam waktu yang relatif singkat, sehingga hal inilah yang membuat mereka bisa bergerak dengan sangat efisien.

Efisiensi yang ada seolah memungkinkan burung kolibri untuk melayang di udara, bergerak mundur, dan berpindah arah secara mendadak tanpa mengalami kesulitan berlebih. Tanpa sistem saraf yang optimal, maka aktivitas terbang yang dilakukan justru akan menguras energi dan tidak mungkin dilakukan secara presisi.

Efisiensi sistem saraf ternyata menunjukkan bahwa hewan memiliki kecerdasan biologis yang tidak selalu bergantung pada ukuran otak. Melalui adaptasi yang tepat, maka hewan-hewan ini mampu memaksimalkan fungsi saraf untuk bertahan hidup dan beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Efisiensi saraf yang dimiliki justru dapat membantu mereka untuk beradaptasi dan bertahan hidup dengan baik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Science

See More

5 Fakta Violet Tailed Sylph, Kolibri Andes dengan Ekor Spektakuler

21 Jan 2026, 19:29 WIBScience