Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Hewan dengan Struktur Tubuh yang Menginspirasi Teknologi Modern

ilustrasi laba-laba (pexels.com/Pixabay)
ilustrasi laba-laba (pexels.com/Pixabay)
Intinya sih...
  • Hiu memiliki struktur mikro yang menginspirasi pengembangan material pada pakaian renang profesional dan permukaan kapal.
  • Sayap burung menginspirasi riset di desain pesawat terbang dan drone modern untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar dan kemampuan bermanuver.
  • Ekolokasi kelelawar menginspirasi teknologi sonar, sensor ultrasonik, dan navigasi modern karena dianggap lebih efektif dan efisien.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Alam menyimpan banyak rahasia yang menjadi sumber inspirasi bagi perkembangan teknologi modern yang sedang ditekuni saat ini. Berbagai struktur tubuh hewan terbukti memiliki adanya sistem yang efisien, kuat dan juga adaptif, sehingga kerap menarik perhatian dari para ilmuwan atau pun insinyur terkenal lainnya.

Melalui pendekatan biomimetik, ternyata manusia kerap mempelajari cara kerja tubuh hewan untuk bisa diterapkan dalam berbagai inovasi teknologi di masa depan. Berikut ini merupakan beberapa hewan dengan struktur tubuh yang menginspirasi riset teknologi modern saat ini.

1. Hiu

ilustrasi hiu (pexels.com/Mile Ribeiro)
ilustrasi hiu (pexels.com/Mile Ribeiro)

Kulit hiu memiliki struktur mikro yang menyerupai sisi kecil, sehingga bisa mengurangi potensi gesekan air pada saat berenang dengan kecepatan tertentu. Pola ini juga dapat memungkinkan hiu untuk bisa bergerak dengan lebih cepat dan efisien, namun tetap hemat energi agar tidak sampai lelah terlalu cepat.

Struktur yang dimiliki hiu ternyata menginspirasi pengembangan material pada pakaian renang profesional dan juga permukaan kapal. Justru melalui kebiasaan meniru tekstur kulit hiu, maka teknologi ini bisa meningkatkan kecepatan, sekaligus mengurangi pengonsumsian energi secara berlebih.

2. Burung

ilustrasi burung arctic tern (unsplash.com/Ralph Katieb)
ilustrasi burung arctic tern (unsplash.com/Ralph Katieb)

Sayap burung memiliki desain alami yang memungkinkan pengangkatan dan juga kestabilan pada saat terbang. Struktur tulang yang cenderung ringan tetapi kuat ternyata kerap menjadikan burung mampu melakukan manuver dengan efisien pada saat terbang di udara.

Prinsip ini juga kerap diterapkan dalam riset di desain pesawat terbang dan drone modern. Dengan meniru bentuk sayap burung, maka teknologi penerbangan pun bisa meningkatkan efisiensi bahan bakar, sekaligus kemampuan dalam bermanuver.

3. Kelelawar

ilustrasi kelelawar (unsplash.com/James Wainscoat)
ilustrasi kelelawar (unsplash.com/James Wainscoat)

Kelelawar menggunakan ekolokasi untuk bisa bernavigasi dan berburu di lingkungan yang gelap. Sistem ini juga turut bekerja dengan memantulkan gelombang suara untuk bisa mendeteksi keberadaan objek di sekitarnya secara lebih akurat.

Teknologi sonar dan sensor ultrasonik juga kerap dikembangkan berdasarkan prinsip ekolokasi dari kelelawar. Inovasi ini ternyata banyak dimanfaatkan dalam dunia medis, otomotif, hingga perangkat navigasi modern lainnya karena dianggap jauh lebih efektif dan efisien.

4. Laba-laba

ilustrasi laba-laba (pexels.com/Peter Jochim)
ilustrasi laba-laba (pexels.com/Peter Jochim)

Jaring laba laba memiliki struktur yang sangat kuat, sekaligus elastis jika dibandingkan dengan ukurannya, sehingga hal ini menginspirasi banyak ilmuwan untuk mengembangkan teknologi serupa di masa modern. Kombinasi ini memungkinkan jaring untuk menahan beban tanpa mudah mengalami kerusakan yang serius. 

Struktur jaring laba-laba turut menginspirasi riset material super kuat dan juga dengan bobot yang ringan. Penerapannya berpotensi digunakan dalam berbagai industri, konstruksi militer, hingga teknologi medis lainnya.

Struktur tubuh hewan membuktikan bahwa alam merupakan laboratorium inovasi yang luar biasa. Dengan mempelajari dan meniru sistem alami tersebut, maka riset teknologi modern pun bisa mengalami perkembangan dengan lebih efisien. Teknologi tersebut akan selalu berkelanjutan dan selaras dengan kondisi lingkungan saat ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Science

See More

5 Keunikan Kucing Manul, si Pallas yang Terlihat Selalu Marah

20 Jan 2026, 15:49 WIBScience