Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Hewan Laut yang Berevolusi dari Hewan Darat, Tak Disangka
Porpoise (commons.wikimedia.org/Erik Christensen)
  • Beberapa hewan laut berevolusi dari hewan darat, terutama mamalia seperti paus, porpoise, narwhal, manate, walrus, ular laut, dan penyu.
  • Hewan laut ini memiliki nenek moyang yang sama dengan hewan darat dan telah berevolusi secara terpisah selama jutaan tahun.
  • Meskipun hidup di laut, hewan-hewan ini memiliki beberapa kemiripan dengan hewan darat dalam hal pernapasan, asal-usul evolusioner, dan ciri-ciri fisiknya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bumi dihuni oleh jutaan spesies hewan, ada yang hidup di darat dan ada pula yang di laut. Namun, tahukah kamu bahwa beberapa hewan yang hidup di laut, dulunya pernah hidup di darat?

Peristiwa kepunahan massal di bumi adalah alasan utama yang mendorong migrasi hewan darat ke laut. Perubahan ekosistem secara dramatis memungkinkan terjadinya perubahan evolusioner dan peluang hidup dengan cara yang baru.

Kebanyakan hewan laut yang merupakan evolusi dari hewan darat adalah mamalia. Seperti hewan darat, semua mamalia laut berdarah panas, bernapas melalui paru-parunya, dan menyusui bayinya dengan susu yang mereka hasilkan. Mari kita bahas apa saja hewan laut yang berevolusi dari hewan darat.

1. Paus

Paus Biru (unsplash.com/Venti Views)

Nenek moyang paus adalah hewan darat, yang disebut Artiodactyl, yang tampak seperti rusa kecil. Dari sana, mereka berevolusi menjadi amfibi sebelum akhirnya menjadi mamalia air sepenuhnya. Beberapa paus paling awal adalah basilosaurid, remingtonocetids, protocetids, pakicetids, dan ambulocetids. Saat ini, hewan darat yang paling berkerabat dengan paus adalah kuda nil.

2. Porpoise

Porpoise (commons.wikimedia.org/Erik Christensen)

Porpoise adalah paus bergigi terkecil, dengan spesies yang terbesar adalah porpoise Dall, yang panjangnya mencapai 2 meter. Porpoise dan paus memiliki nenek moyang yang sama. Namun, porpoise mulai berevolusi secara terpisah dari paus balin sekitar 34 juta tahun yang lalu. Keduanya semakin menyimpang sekitar 15 juta tahun yang lalu. 

Terdapat 7 spesies porpoise di seluruh dunia yang tersebar di berbagai habitat. Mereka dapat ditemukan mulai dari daerah tropis hangat hingga perairan kutub. Mereka juga hidup di laut terbuka, di sepanjang garis pantai, dan di beberapa sistem sungai.

3. Narwhal

Narwhal dianggap sebagai paus bergigi. Akan tetapi, mereka tidak memiliki gigi asli. Narwhal jantan memiliki ciri khas yaitu adanya tanduk panjang yang merupakan perpanjangan dari gigi taringnya. Sementara, narwhal betina tidak mempunyai tanduk panjang.

Mamalia air ini hidup di perairan dingin Arktik dekat Rusia, Kanada, dan Greenland. Diyakini bahwa porpoise dan narwhal memiliki nenek moyang yang sama dan baru terpisah satu sama lain sekitar 11 juta tahun yang lalu. Saat ini, terdapat sekitar 170 ribu narwhal di Bumi.

4. Manate

Manate (unsplash.com/noaa)

Manate atau yang juga dikenal sebagai sapi laut, adalah hewan herbivora yang memakan tumbuhan air asin dan air tawar. Tiga spesies berbeda hidup di sekitar Afrika Barat: Karibia, Teluk Meksiko, dan lembah Amazon.

Manate disebut sapi laut karena mereka adalah hewan pemakan rumput yang lambat dan jinak. Mereka memakan tumbuhan sekitar 10 persen dari berat badannya setiap hari. Kebanyakan manate memiliki panjang sekitar 3 meter dan berat hingga 600 kg. Sama seperti mamalia laut lainnya, manate harus naik ke darat untuk bernapas setiap 20 menit sekali.

Manate memiliki 6 gigi pipih di kedua sisi mulutnya yang lepas dan sering diganti dengan cara yang mirip dengan gigi gajah. Ini adalah salah satu bukti yang menunjukkan bahwa manate berkerabat dekat dengan gajah darat saat ini.

5. Walrus

Walrus (pexels.com/Jonathan Cooper)

Walrus berkerabat dengan beruang dan anjing. Mereka juga bisa bergerak di darat dan di air dengan menggunakan siripnya. Meskipun menghabiskan sebagian besar waktunya di air, walrus harus naik ke darat untuk berganti kulit, melahirkan, dan beristirahat.

Walrus memiliki berat hingga 1 ton, meskipun beberapa individu bisa tumbuh dua kali lebih besar daripada walrus pada umumnya. Mereka bisa berjalan dengan keempat siripnya saat berada di darat. Ciri paling menonjol dari walrus adalah gadingnya yang besar yang biasa digunakan untuk melubangi es di atas permukaan air.

6. Ular laut

ilustrasi ular laut (unsplash.com/Jong Marshes)

Sama seperti namanya, ular laut menghabiskan hampir seluruh waktunya di dalam air, padahal hewan laut ini awalnya berevolusi dari hewan darat. Sebagian besar spesies ular laut berbisa dan tidak dapat meninggalkan air.

Ular laut berkerabat dengan ular darat dari Australia, dan ditemukan di sepanjang pantai hangat Samudra Pasifik dan Hindia. Mereka mulai menjadi spesies yang terpisah dari ular darat Australia sekitar 10 juta tahun yang lalu.

Sebagian besar spesies memiliki ekor yang berfungsi sebagai dayung, dan mereka telah kehilangan sisik yang diperlukan untuk bergerak di darat saat mereka berevolusi menjadi hewan akuatik sepenuhnya. Sebagian besar ular laut masih mempunyai satu paru-paru yang besar karena mereka masih harus menghirup udara di permukaan.

7. Penyu

Penyu (pexels.com/Jeremy Bishop)

Penyu berevolusi menjadi hewan laut lebih dari 100 juta tahun yang lalu. Meskipun penyu sudah lama menyimpang dari penyu darat, semua spesies penyu masih memiliki jumlah kromosom yang sama.

Tubuh penyu lebih berbentuk datar dibandingkan penyu darat atau kura-kura. Penyu tidak dapat menarik anggota badan atau kepalanya ke dalam cangkangnya untuk melindungi dirinya seperti spesies penyu non-akuatik lainnya karena bentuknya yang ramping.

Meskipun penyu menghabiskan sebagian besar hidupnya di bawah air, mereka tetap perlu menghirup udara di permukaan. Saat terjaga, penyu menahan napas tidak lebih dari 40 menit. Namun, saat tidur, penyu dapat menahan napas lebih dari empat jam.

IDN Times/Muhammad Surya

Demikianlah beberapa hewan laut yang berevolusi dari hewan darat. Semoga, informasi ini semakin menambah kecintaanmu akan dunia fauna.

Referensi

A-Z Animals. Diakses pada April 2024. 11 Ocean Animals that Evolved from Land Animals
Evolution: Education and Outreach. 2009. From Land to Water: the Origin of Whales. Dolphins, and Porpoises
Scientific Reports. 2021. The evolutionary history of manatees told by their mitogenomes
Smithsonian National Museum of Natural History. Diakses pada April 2024. SEALS, SEA LIONS, AND WALRUSES

FAQ Seputar Hewan Laut yang Berevolusi dari Hewan Darat

Mengapa arah gerakan ekor paus dan mamalia laut saat berenang berbeda (naik-down) dengan gerakan ekor ikan (kiri-kanan)?

Hal ini merupakan jejak sisa (bukti) evolusi dari darat. Mamalia darat bergerak dengan cara menekuk tulang belakang mereka ke atas dan ke bawah saat berlari (seperti cheetah atau anjing). Ketika mereka berevolusi menjadi hewan laut, struktur tulang belakang ini tetap dipertahankan, sehingga mereka menggerakkan ekornya secara vertikal (naik-turun) untuk menghasilkan tenaga renang. Sementara itu, ikan sejati menggerakkan ekornya secara horizontal (kiri-kanan).

Apakah mamalia laut yang hidup sepenuhnya di air masih memiliki sisa-sisa kaki belakang di dalam tubuhnya?

Ya, masih ada. Fenomena ini disebut sebagai organ vestigial (sisa purba). Paus modern masih memiliki sisa-sisa tulang panggul dan tulang kaki belakang kecil yang menyusut dan terisolasi di dalam jaringan tubuh mereka. Tulang ini tidak lagi terhubung ke tulang belakang dan tidak terlihat dari luar, tetapi menjadi bukti nyata bahwa nenek moyang mereka dulunya berkaki empat.

Apa nama ilmiah fenomena ketika hewan laut seperti paus memiliki bentuk tubuh mirip ikan padahal mereka adalah mamalia darat yang berevolusi?

Fenomena ini disebut sebagai Evolusi Konvergen. Ini terjadi ketika dua organisme dari garis keturunan yang sama sekali berbeda (mamalia darat dan ikan purba) mengembangkan adaptasi bentuk tubuh yang serupa (seperti bentuk tubuh aerodinamis/torpedo dan sirip) karena menghadapi tekanan lingkungan serta kebutuhan adaptasi yang sama di dalam air.

Bagaimana cara mamalia laut purba melahirkan saat mereka masih berada dalam fase transisi (setengah darat, setengah air)?

Berdasarkan penemuan fosil hewan transisi seperti Maiacetus inuus, hewan laut purba pada masa transisi diperkirakan melahirkan di daratan atau di tepi pantai dengan posisi kepala bayi keluar terlebih dahulu (seperti mamalia darat umumnya). Baru setelah mereka berevolusi penuh menjadi hewan laut seperti Dorudon atau paus modern, proses melahirkan dilakukan sepenuhnya di dalam air dengan posisi ekor bayi keluar terlebih dahulu agar bayinya tidak tenggelam saat proses persalinan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article