Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Hewan yang Tidak Memiliki Otak, Bisa Tetap Bertahan Hidup
ilustrasi ubur-ubur (unsplash.com/Matthias Götzke)
  • Beberapa hewan laut seperti ubur-ubur, bintang laut, spons laut, dan bulu babi mampu bertahan hidup tanpa otak berkat sistem saraf atau mekanisme tubuh unik yang menggantikan fungsi pengendalian.
  • Ubur-ubur memakai jaringan saraf berbentuk jala untuk mendeteksi arus air dan cahaya, sedangkan bintang laut mengandalkan cincin saraf pusat untuk mengoordinasikan gerakan tanpa perintah otak.
  • Spons laut hidup pasif dengan menyaring nutrisi melalui pori tubuhnya, sementara bulu babi bergerak menggunakan sistem hidrolik dan jaringan saraf melingkar untuk mencari makanan di dasar laut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Otak kerap kali dianggap sebagai organ paling vital yang bisa mengontrol seluruh aktivitas hingga pergerakan tubuh yang dilakukan oleh makhluk hidup. Nyatanya, alam semesta selalu memiliki fakta mengejutkan terkait beberapa hewan yang ternyata mampu bertahan hidup dengan baik walau tidak memiliki otak pada tubuhnya.

Beberapa spesies hewan yang ternyata bisa menjalankan fungsi kehidupan dasar dengan baik meski tanpa memiliki otak. Mereka membuktikan bahwa kehidupan ternyata masih tetap bisa berjalan dengan harmonis dan baik melalui mekanisme adaptasi anatomi yang luar biasa untuk bertahan di habitatnya.

1. Ubur-ubur yang mengandalkan jaringan saraf tiruan

ilustrasi ubur-ubur (pexels.com/James Lee)

Hewan transparan yang satu ini ternyata tidak memiliki otak untuk bisa membantu mereka dalam mengatur sistem navigasi di dalam tubuh. Sebagai gantinya, ternyata kerap mengandalkan adanya jaringan saraf yang berbentuk seperti jala dan tersebar secara merata di seluruh lapisan kulit mereka.

Jaringan saraf sederhana ini memiliki fungsi penting untuk bisa mendeteksi adanya perubahan pada arus air, kehadiran mangsa di sekitarnya, hingga perubahan cahaya yang terjadi. Melalui sistem sensorik alami yang di miliki, maka ubur-ubur tetap bisa berenang dengan bebas dan mempertahankan diri dari berbagai ancaman predator.

2. Bintang laut yang dikendalikan oleh cincin saraf pusat

ilustrasi bintang laut (unsplash.com/Joffre Design)

Bintang laut merupakan biota laut yang dikenal sangat unik karena memiliki bentuk tubuh simetris yang menyerupai benda langit di malam hari. Di dalam tubuh makhluk ini nyatanya tidak ditemukan struktur seperti otak atau pun gumpalan saraf yang memiliki fungsi sebagai pusat pengendali tubuh.

Bintang laut pada umumnya bergerak dengan menggunakan sistem saraf pusat yang lebih berbentuk pada cincin dan mengelilingi bagian mulut hingga bercabang ke setiap lengannya. Sistem unik yang satu ini ternyata bisa menerima rangsangan dari luar dan bisa secara langsung mengoordinasikan gerakan kaki tabung secara otomatis tanpa harus menunggu perintah otak terlebih dahulu.

3. Spons laut sebagai makhluk hidup paling sederhana

Ilustrasi spons laut (pexels.com/James Lee)

Spons laut menjadi salah satu hewan purba yang memiliki struktur anatomi tubuh paling primitif di muka bumi. Alasannya karena mereka bukan hanya kehilangan organ otak, namun juga tidak memiliki adanya jaringan saraf, organ dalam, atau bahkan sistem peredaran darah di dalam tubuhnya.

Kehidupan makhluk stasioner ini sangat dipengaruhi oleh aliran air yang melewati celah pori-pori tubuh untuk bisa menyaring nutrisi makanan yang diperlukan. Meski dinilai sebagai hewan yang sangat pasif, namun mekanisme biologis yang dimiliki spons laut sangat sederhana dan sukses membuat mereka bertahan hidup bahkan selama ratusan juta tahun lamanya.

4. Bulu babi yang bertumpu pada sistem hidrolik

ilustrasi bulu babi (pexels.com/Ish Sookun)

Bulu babi ternyata merupakan hewan laut yang memiliki bentuk bulat dengan bagian duri tajam beracun menyelimuti hampir seluruh bagian permukaan kulitnya. Hewan berduri yang satu ini nyatanya tidak memiliki otak untuk bisa memproses berbagai informasi atau bahkan merencanakan arah dari pergerakan mereka di dasar laut.

Aktivitas motorik yang dilakukan bulu babi diatur oleh jaringan saraf melingkar yang mampu bekerja sama dengan sistem pembuluh air hidrolik di bagian dalam tubuh kombinasi mekanis yang dimiliki sangat memungkinkan bulu babi untuk bisa menggerakkan kaki tabungnya untuk mencari makanan yang berupa alga di sela-sela batuan laut.

Keberadaan seolah menjadi bukti nyata bahwa sistem kehidupan yang ada di alam bebas ternyata sangat fleksibel. Mereka berhasil mendobrak stigma bahwa setiap makhluk hidup ternyata harus cerdas, sebab ada pula yang tidak memiliki otak, namun juga tetap bisa beradaptasi dengan baik. Hal ini juga setiap makhluk hidup selalu memiliki kemampuan untuk bisa bertahan hidup dengan baik di habitatnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article