Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Fakta Ilmiah tentang Kemampuan Anjing Mendeteksi Penyakit

4 Fakta Ilmiah tentang Kemampuan Anjing Mendeteksi Penyakit
ilustrasi anjing dan pemiliknya (unsplash.com/Eric Ward)
Intinya Sih
  • Anjing memiliki indra penciuman super sensitif yang mampu mengenali perubahan aroma tubuh manusia akibat kondisi kesehatan tertentu, menjadikannya objek penelitian medis penting.
  • Penelitian menunjukkan anjing dapat mendeteksi kanker melalui aroma khas dari urine, napas, atau darah pasien, membantu proses deteksi dini meski belum menggantikan pemeriksaan medis.
  • Selain kanker dan diabetes, anjing juga dilatih mengenali penyakit menular lewat aroma tubuh atau pakaian pasien, membuka peluang pemanfaatan di area publik untuk deteksi cepat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Anjing dikenal sebagai hewan yang memiliki indra penciuman sangat tajam dan ternyata jauh lebih sensitif jika dibandingkan dengan manusia. Kemampuan Luar biasa ini ternyata bukan hanya membantu anjing dalam proses pelacakan, namun juga kerap dimanfaatkan dalam dunia medis untuk bisa mendeteksi berbagai jenis penyakit tertentu.

Pada beberapa penelitian ilmiah, ternyata anjing terbukti mampu mengenali adanya perubahan aroma tubuh manusia yang kerap muncul akibat kondisi kesehatan tertentu yang dialaminya. Fakta tersebut seolah membuat banyak ilmuwan tertarik untuk mempelajari lebih lanjut terkait kemampuan biologis yang dimiliki anjing karena bisa membantu proses deteksi awal dari berbagai penyakit secara alami.

1. Anjing memiliki indra penciuman yang sangat sensitif

ilustrasi anjing dan pemiliknya (pexels.com/Bethany Ferr)
ilustrasi anjing dan pemiliknya (pexels.com/Bethany Ferr)

Kemampuan utama yang membuat anjing dikenal mampu mendeteksi penyakit ternyata berasal dari indra penciuman yang sangat kuat dan juga cenderung Kompleks. Jumlah reseptor penciuman yang terdapat pada hidung anjing ternyata jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan manusia, sehingga mampu untuk mendeteksi aroma dalam konsentrasi yang sangat kecil sekali pun.

Tubuh manusia yang mengalami adanya gangguan kesehatan ternyata kerap menghasilkan senyawa kimia tertentu melalui keringat, napas, atau bahkan cairan tubuh lainnya. Tidak heran apabila aroma khas tersebut ternyata bisa saja dikenali anjing setelah melalui proses pelatihan khusus dan juga pengulangan secara konsisten.

2. Anjing dapat membantu mendeteksi kanker

ilustrasi anjing pudel (unsplash.com/Steven Van Elk)
ilustrasi anjing pudel (unsplash.com/Steven Van Elk)

Salah satu kemampuan paling menarik dari anjing ternyata kemampuan untuk bisa mendeteksi beberapa jenis kanker yang dialami manusia. Pada sejumlah penelitian yang pernah dilakukan, anjing ternyata dilatih untuk bisa mendeteksi aroma khusus yang dihasilkan sel kanker melalui urine, napas, hingga sampel darah pada pasien.

Kemampuan yang satu ini ternyata diyakini berkaitan dengan perubahan metabolisme tubuh yang dialami oleh para penderita kanker, sehingga menghasilkan adanya senyawa organik volatil tertentu yang dapat dibedakan oleh anjing. Walau memang hal ini belum sepenuhnya menggantikan pemeriksaan medis, namun penelitian terkait kemampuan anjing ini terus dikembangkan sebagai salah satu metode pendukung deteksi dini pada penyakit kanker.

3. Anjing bisa mengenali perubahan gula darah

ilustrasi anjing dan pemiliknya (pexels.com/Samson Katt)
ilustrasi anjing dan pemiliknya (pexels.com/Samson Katt)

Ada beberapa jenis anjingnya terlatih yang ternyata memiliki kemampuan untuk bisa membantu para penderita diabetes untuk mengenali adanya perubahan kadar gula darah di dalam tubuhnya. Pada saat kadar gula darah turun atau naik secara signifikan, maka tubuhku nantinya akan menghasilkan perubahan aroma yang dapat dicium oleh anjing sebelum gejala berbahaya bisa muncul.

Anjing pada umumnya kerap menunjukkan respon tertentu, seperti menyentuh pemiliknya, menggonggong, atau bahkan bersikap gelisah pada saat mendeteksi adanya perubahan kondisi tubuh pada pemiliknya. Respons tersebut ternyata bisa membantu penderita untuk mengambil adanya langkah pencegahan sebelum mengalami kondisi yang lebih serius.

4. Anjing juga digunakan untuk mendeteksi penyakit menular

ilustrasi anjing labrador (unsplash.com/Fernando Gago)
ilustrasi anjing labrador (unsplash.com/Fernando Gago)

Bukan hanya kanker dan diabetes saja, namun anjing ternyata mulai digunakan pada berbagai penelitian untuk bisa mendeteksi adanya penyakit menular tertentu pada manusia. Beberapa studi seolah menunjukkan bahwa anjing bisa mengenali aroma khas yang dihasilkan oleh tubuh pasien yang memiliki infeksi tertentu melalui keringat atau bahkan pakaian yang digunakannya.

Keunggulan anjing dalam mendeteksi adanya penyakit menular ternyata terletak pada kecepatan dan juga sensitivitas penciuman terhadap adanya perubahan aroma biologis pada seseorang. Dalam kondisi tertentu, ternyata anjing bisa membantu pemeriksaan awal di area yang ramai seperti bandara atau fasilitas umum untuk memastikan deteksi adanya penyakit menular, namun hal ini tetap harus dilakukan penelitian lebih lanjut.

Kemampuan anjing mendeteksi penyakit sebetulnya merupakan bukti luar biasa dari indra penciuman yang dimiliki hewan tersebut. Berbagai penelitian terus dilakukan untuk memahami bagaimana cara kerja dari indra penciuman anjing agar bisa dimanfaatkan secara lebih luas. Melalui pelatihan yang tepat dan dukungan penelitian modern, maka anjing bisa berpotensi menjadi bagian untuk membantu deteksi dini pada berbagai penyakit yang dialami manusia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi

Related Articles

See More