Bawal air tawar (commons.wikimedia.org/harum.koh)
Colossoma macropomum atau bawal air tawar merupakan kerabat dari ikan piranha. Nah, sama seperti kerabatnya tersebut, bawal air tawar sebenarnya merupakan ikan asli Amerika Selatan, jelas iNaturalist. Spesifiknya, ikan pemakan segala ini menghuni Sungai Orinoco dan Sungai Amazon. Di sana, ia cukup terkenal, sering dipancing, dan hidup berkelompok, persis seperti ikan piranha.
Di Indonesia sendiri, bawal air tawar lebih umum ditemukan di pemancingan dan ukurannya tak terlalu besar. Tapi, di habitat aslinya ikan ini bisa tumbuh hingga sepanjang 1,1 meter dan bobot maksimalnya mencapai 44 kilogram. Selain besar ikan ini juga memiliki masa hidup yang lama, bahkan usia maksimalnya bisa mencapai 40 tahun. Tak hanya itu, bawal air tawar juga memiliki toleransi yang tinggi terhadap perubahan pH dan salinitas.
Hanya karena sering terlihat di perarian lokal, bukan berarti ikan nila, mujair, bawal, sapu-sapu, dan lele dumbo merupakan ikan asli Indonesia. Sebaliknya, mereka berasal dari benua lain dan bisa hadir di Indonesia akibat ulah manusia itu sendiri. Jika populasinya tidak terlalu banyak sebenarnya kehadiran mereka tidak merugikan. Namun jika sudah membludak maka kehadiran ikan-ikan tersebut sangat berbahaya bagi ekosistem dan kehidupan manusia.
Dari mana asal usul ikan nila yang sangat populer di budidaya air tawar? | Sama seperti mujair, ikan nila (Oreochromis niloticus) berasal dari daratan Afrika, tepatnya dari Sungai Nil dan sekitarnya. Ikan ini didatangkan ke Indonesia karena pertumbuhannya yang cepat dan daya tahannya yang kuat. |
Ikan hias apa yang sangat terkenal namun berstatus spesies invasif di Indonesia? | Ikan Sapu-sapu dan Ikan Aligator. Keduanya berasal dari Amerika Tengah dan Selatan. Keberadaan mereka di sungai-sungai Indonesia biasanya terjadi karena pemilik akuarium yang melepaskan mereka secara sembarangan, yang kemudian justru merusak ekosistem lokal. |
Apa dampak dari banyaknya ikan pendatang ini terhadap ikan asli Indonesia? | Beberapa spesies pendatang bersifat invasif, artinya mereka mendominasi habitat, memperebutkan makanan, hingga memangsa telur atau anak ikan asli Indonesia. Hal ini menyebabkan banyak ikan lokal (seperti ikan nilem atau belida) populasinya semakin menurun. |