Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Inovasi Bidang Sains dan Teknologi di Indonesia dalam 2 Tahun Terakhir
ilustrasi mahasiswa melakukan penelitian (pexels.com/Jeswin Thomas)
  • Ada banyak inovasi bidang sains dan teknologi dalam 2 tahun terakhir di Indonesia yang mencakup dari berbagai bidang.

  • Salah satunya pengembangan BRIN tentang teknologi pengolahan air darurat yang mengubah air banjir, payau, tanah, dan sungai menjadi air siap minum.

  • Selain itu, ada juga inovasi lain yang menyasar kehidupan sehari-hari, seperti alat pengolah sampah organik Lahsamor.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Inovasi bidang sains dan teknologi di Indonesia pada 2 tahun terakhir hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari penemuan baru hingga pengembangan teknologi sejumlah bidang. Harapannya, inovasi-inovasi ini nantinya bisa diterapkan untuk menjawab berbagai masalah atau persoalan di masyarakat. Di tengah upaya mendorong kemajuan teknologi nasional, para peneliti di Indonesia terus mengembangkan berbagai temuan melalui riset dan kolaborasi.

Lantas, apa saja inovasi bidang sains dan teknologi yang berkembang di Indonesia selama dua tahun terakhir pemerintahan Prabowo-Gibran? Berikut ini beberapa di antaranya.

1. Teknologi pengelolaan air siap minum

ilustrasi air minum (pexels.com/Patrick)

Pesiden Prabowo Subianto sempat meninjau sejumlah hasil riset dan inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebelum menemui sekitar 150 periset BRIN di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis (06/08/2026). Dalam peninjauan tersebut, ada banyak stan inovasi dari beragam bidang, mulai dari energi, pertahanan pangan, hingga teknologi pengolahan air.

Melansir presidenri.go.id, salah satu inovasi yang menarik perhatian Presiden Prabowo adalah unit pengelolaan air darurat yang disebut mampu mengolah air banjir, air payau, air tanah hingga air sungai menjadi air siap minum. Dalam kesempatan yang sama, Prabowo bahkan turut mencoba langsung hasil teknologi tersebut yang telah dimanfaatkan dalam berbagai operasi penanganan bencana dan kebutuhan air bersih.

2. Teknologi penyimpanan gas MOF

ilustrasi energi gas (pexels.com/Mumtaz Niazi)

Di bidang energi, BRIN mengembangkan teknologi penyimpanan gas alam bertekanan rendah berbasis Metal Organic Framework (MOF). Inovasi ini dilakukan lewat kerja sama Sister Lab dengan peraih Nobel Kimia 2025, Susumu Kitagawa.

Melansir laman BRIN, Metal Organic Frameworks (MOF) disebutkan bisa jadi solusi penyimpanan gas alam (metana) yang menjanjikan sebagai pengganti LPG untuk kebutuhan memasak rumah tangga. Alasannya ada banyak, termasuk kemampuannya guna menyimpan gas pada tekanan lebih rendah, potensi densitas energi volumetrik kompetitif, serta fleksibilitasnya. Kepala Pusat Riset Teknologi Polimer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Joddy Arya Laksmono, sebelumnya menyebut BRIN telah berhasil membuat MOF dengan daya serap gas mendekati 95% dan pengujian yang sudah mencapai 700 kali siklus.

3. Pesawat udara nirawak alap-alap

ilustrasi pesawat nirawak (Unsplash.com/Sorasak)

Pada bidang pertahanan dan keamanan, BRIN mengembangkan berbagai teknologi strategis. Adapun salah satunya berupa Pesawat Udara Nirawak (Puna) Alap-Alap. Inovasi ini dikatakan punya kemampuan terbang hingga enam jam dengan jarak jangkauan sekitar 100 kilometer.

Penggunaan pesawat nirawak Alap-Alap juga cukup fleksibel. Pesawat ini bisa digunakan untuk mendukung tugas seperti misi pemantauan, survei, pemetaan, serta pengawasan wilayah secara lebih efisien.

4. Inovasi sepatu lokal murah

ilustrasi pembuatan sepatu (unsplash.com/La Compagnie Robinson)

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga mengembangkan inovasi sepatu berbahan karet produksi lokal dengan banderol mulai Rp75 ribu. Inovasi ini ditujukan untuk mendukung kebutuhan program Sekolah Rakyat.

Dalam sebuah pernyataannnya, Kepala BRIN, Arif Satria mengatakan bahwa inovasi sepatu murah ini sebagai hasil pengembangan BRIN di Serpong dan sepenuhnya pakai bahan karet, sehingga harganya relatif terjangkau. BRIN juga berencana menggandeng mitra industri agar inovasinya bisa diproduksi secara massal dan menjangkau masyarakat yang lebih luas.

5. Alat pengolah sampah Lahsamor

ilustrasi pengelolaan sampah (unsplash.com/Jutta Gutberlet)

BRIN sempat memperkenalkan alat pengolah sampah organik, Lahsamor, pada Apel Siaga Pilah Sampah Provinsi Jawa Barat di Sport Jabar Arcamanik, Kota Bandung, Jumat (24/07/2026) lalu. Inovasi ini ditujukan guna membantu pengelolaan sampah organik secara sederhana dari rumah.

Lahsamor turut menjadi bagian dari rangkaian teknologi pengelolaan sampah yang dikembangkan BRIN sebelum masuk ke tempat pemrosesan akhir (TPA). Kepala BRIN Arif Satria menjelaskan alat ini dapat digunakan dengan memasukkan sampah organik ke dalam, memutarnya beberapa kali, lalu menempatkannya di lokasi yang terkena sinar matahari. Di dalamnya sudah disiapkan mineral dan kompos yang nantinya membantu mempercepat proses penguraian, sehingga tidak menumpuk.

6. Inovasi bidang transportasi dan pangan

ilustrasi penelitian (pexels.com/cottonbro studio)

Pada sektor transportasi, BRIN terus mengembangkan kendaraan listrik, teknologi kapal, dan engine berbahan bakar fleksibel. Selain itu, BRIN juga turut mengembangkan kapal nelayan bertenaga listrik yang bisa memangkas biaya operasional energi hingga 70 persen dibandingkan penggunaan bahan bakar minyak.

Di luar transportasi, inovasi BRIN ikut mencakup bidang pangan yang dilakukan dari hulu ke hilir. Di antaranya termasuk dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Kepala BRIN Arif Satria, ada lebih dari 40 kelompok teknologi riset BRIN yang siap dimanfaatkan untuk mendukung swasembada pangan, program MBG, hilirisasi industri pangan, peningkatan gizi masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi nasional berbasis riset dan inovasi.

7. Inovasi bidang lain

ilustrasi melakukan inovasi (pexels.com/ThisIsEngineering)

Selain beberapa contoh di atas, sebenarnya masih banyak inovasi yang dikembangkan BRIN selama beberapa tahun terakhir. Sebagai contoh, pada sektor kedirgantaraan ada pengembangan teknologi mulai dari desain pesawat, wahana nirawak, hingga satelit penginderaan jauh.

Di bidang industri, BRIN juga berhasil mengembangkan smart insole untuk kebutuhan rehabilitasi medis, olahraga hingga keselamatan kerja. Ada lagi pengembangan teknologi strategis lainnya, seperti pengolahan mineral kritis, penguasaan teknologi nuklir, sistem rumah modular, teknologi pelindung pantai untuk Giant Sea Wall, sampai teknologi pengelolaan sampah dan desalinasi air.

Pada sektor kesehatan, terdapat pula berbagai inovasi yang dikembangkan. Sebut saja vaksin, teknologi diagnosis, radiofarmaka, sampai alat kesehatan.

Itulah tadi sejumlah inovasi bidang sains dan teknologi dalam 2 tahun terakhir di Indonesia yang hadir dalam berbagai sektor. Bagaimana menurutmu?

Curated For You

Editorial Team

Related Article