Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Jadwal Fenomena Langit April 2026, Pink Moon hingga Hujan Meteor

Jadwal Fenomena Langit April 2026, Pink Moon hingga Hujan Meteor
ilustrasi fenomena langit (unsplash.com/Aron Visuals)
Intinya Sih
  • Sepanjang April 2026, langit malam akan menampilkan berbagai fenomena menarik seperti pink moon, parade planet, hingga dua hujan meteor yang bisa diamati tanpa alat khusus.
  • Pink moon muncul pada 1–2 April sebagai purnama khas musim semi, sementara Omega Centauri terlihat jelas di langit selatan pada 13 April malam.
  • Parade planet terjadi 16–23 April dengan Merkurius, Mars, dan Saturnus tampak berdekatan, disusul hujan meteor Lyrid dan Pi Puppid yang mencapai puncaknya pada 22 dan 24 April.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Memasuki April 2026, langit malam akan kembali dihiasi berbagai fenomena yang sayang untuk dilewatkan. Mulai dari kemunculan pink moon hingga hujan meteor, semuanya dapat disaksikan pada waktu tertentu sepanjang bulan ini. Fenomena-fenomena tersebut tak hanya menarik untuk diamati, tetapi juga memiliki penjelasan ilmiah yang menggugah untuk dipahami.

Beberapa fenomena langit bahkan bisa diamati dengan mata telanjang atau tanpa alat pengamatan. Asal kondisi langit benar-benar gelap tanpa awan dan polusi cahaya, fenomena tersebut dapat kamu saksikan dengan mudah. Lalu, apa saja fenomena langit yang akan terjadi sepanjang April 2026? Yuk, simak jadwalnya di bawah ini!

1. Pink moon (1–2 April 2026)

ilustrasi pink moon (unsplash.com/uomo libero)
ilustrasi pink moon (unsplash.com/uomo libero)

Pink moon merupakan salah satu fenomena bulan purnama yang terjadi di bulan April dan dikenal sebagai penanda awal musim semi di belahan Bumi utara. Dilansir Almanac, penamaan pink moon berasal dari tradisi masyarakat terdahulu yang mengaitkan Bulan dengan perubahan musim. Istilah ini diambil dari bunga liar phlox yang berwarna merah muda dan mekar pada awal musim semi.

Meski demikian, Bulan tidak benar-benar berubah warna menjadi merah muda saat fenomena ini terjadi. Secara visual, Bulan tetap terlihat putih kekuningan seperti purnama pada umumnya. Fenomena pink moon tahun ini dapat disaksikan pada malam hari di tanggal 1–2 April 2026.

2. Gugus bintang Omega Centauri tampak jelas di langit malam (13 April 2026)

ilustrasi Omega Centauri
ilustrasi Omega Centauri (unsplash.com/Robert Means)

Omega Centauri merupakan salah satu gugus bintang terbesar dan paling terang yang dapat diamati dari Bumi. Gugus ini berisi jutaan bintang yang terikat oleh gravitasi dan berada jauh di luar tata surya. Dilansir In-the-Sky, objek ini bisa diamati pada 13 April 2026, yaitu mulai pukul 19.06–04.36 WIB.

Omega Centauri akan mulai terlihat di arah tenggara saat awal malam dan terus naik ke cakrawala. Waktu terbaik untuk mengamatinya adalah sekitar pukul 23.51 WIB, ketika sang gugus bintang berada cukup tinggi di langit selatan. Dengan langit yang benar-benar gelap, objek ini dapat terlihat sebagai cahaya samar, meski akan lebih jelas menggunakan binokular atau teleskop kecil.

3. Parade planet (16–23 April 2026)

Fenomena parade planet jika diamati dari Bumi akan tampak seperti bintang-bintang yang berjejer.
ilustrasi parade planet jika diamati dari Bumi. (pixabay.com/Pexels)

Fenomena parade planet akan terjadi pada pertengahan April 2026 dan menjadi momen yang menarik untuk diamati. Tak hanya muncul dalam satu malam, peristiwa ini akan berlangsung pada 16–23 April 2026. Selama periode tersebut, Merkurius, Mars, dan Saturnus, bakal tampak berdekatan di atas cakrawala timur jelang Matahari terbit.

Selama beberapa hari, posisi ketiganya akan berubah membentuk pola seperti garis diagonal hingga menyerupai formasi tertentu. Pemandangan paling jelas diperkirakan terjadi antara 18–20 April 2026, saat jarak antarplanet terlihat paling dekat jika diamati dari Bumi. Untuk mengamati fenomena ini, disarankan mencari lokasi dengan pandangan terbuka ke arah timur tanpa terhalang bangunan atau pepohonan.

4. Hujan meteor Lyrid (22 April 2026)

ilustrasi hujan meteor Lyrid (pexels.com/ARMAN ALCORDO JR.)
ilustrasi hujan meteor Lyrid (pexels.com/ARMAN ALCORDO JR.)

Hujan meteor Lyrid adalah fenomena langit yang terjadi setiap tahun pada bulan April. Fenomena ini akan aktif pada 16–25 April 2026. Puncaknya diperkirakan terjadi pada 22 April, ketika jumlah meteor yang dihasilkan mencapai titik maksimum.

Kamu bisa mengamati hujan meteor Lyrid setiap pukul 22.10–05.29 WIB selama periodenya masih berlangsung. Sementara itu, waktu terbaik untuk mengamatinya, terutama saat fase puncak, yaitu pukul 02.00–04.00 WIB. Dalam kondisi ideal, hujan meteor Lyrid bisa menghasilkan sekitar 18 meteor per jam, dengan asumsi langit benar-benar gelap, tidak berawan, dan minim polusi cahaya.

5. Hujan meteor Pi Puppid (24 April 2026)

ilustrasi hujan meteor Pi Puppid
ilustrasi hujan meteor Pi Puppid (unsplash.com/Vincentiu Solomon)

Bersamaan dengan hujan meteor Lyrid, ada hujan meteor Pi Puppid yang tak kalah menarik untuk diamati. Hujan Pi Puppid sendiri adalah fenomena yang aktif pada 15–28 April 2026. Puncaknya diperkirakan terjadi pada 24 April, yang mana berdekatan dengan puncak hujan meteor Lyrid.

Waktu terbaik untuk mengamati hujan meteor Pi Puppid yaitu setelah Matahari tenggelam. Fenomena ini akan terus berlangsung hingga pukul 23.31 WIB. Berbeda dengan hujan meteor lainnya, Pi Puppid tidak memiliki jumlah meteor per jam yang pasti karena intensitasnya dapat berubah-ubah setiap tahun.

Fenomena-fenomena langit di atas merupakan rangkaian peristiwa astronomi yang menghiasi langit sepanjang April 2026. Masing-masing memiliki keunikan tersendiri dan dapat diamati pada waktu tertentu. Dengan kondisi langit yang benar-benar gelap, momen ini bisa menjadi kesempatan untuk menikmati keindahan langit malam. Jadi, fenomena mana yang paling ingin kamu amati?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Izza Namira
EditorIzza Namira
Follow Us

Latest in Science

See More