6 Alasan Kucing Bersin Terus yang Bisa Jadi Tanda Bahaya

- Bersin pada kucing bisa jadi tanda gangguan serius, terutama jika terjadi terus-menerus dan disertai gejala seperti cairan dari hidung atau mata.
- Penyebab utama bersin berulang meliputi infeksi virus, bakteri, peradangan hidung, benda asing, penyakit gigi, hingga alergi yang memicu iritasi saluran pernapasan.
- Pemilik perlu waspada bila kucing tampak lesu atau menunjukkan gejala tambahan, karena kondisi tersebut menandakan tubuhnya membutuhkan penanganan medis segera.
Bersin adalah kondisi di mana tubuh secara paksa mengeluarkan iritan dari hidung. Sama seperti manusia, kucing juga bisa bersin terus-menerus. Jika kucing bersin sekali, itu mungkin hanya bagian dari proses normal untuk membersihkan hidungnya dan tidak perlu dikhawatirkan.
Namun jika bersin yang terdengar dari hidung merah muda itu terjadi secara beruntun, juga disertai gejala lain seperti cairan keluar dari hidung, pemilik perlu mengulik lebih dalam apa yang sebenarnya terjadi pada hewan kesayangannya itu. Suara 'hachiiw' yang berulang itu tidak lagi terdengar lucu, melainkan bentuk peringatan ada yang tidak beres pada tubuhnya. Berikut adalah 6 alasan mengapa kucing bersin terus-menerus.
1. Infeksi virus

Jika kucing sering bersin, infeksi virus saluran pernapasan bagian atas mungkin menjadi penyebabnya. Infeksi yang paling umum adalah herpervirus kucing. Herpesvirus pada kucing menyebabkan gejala saluran pernapasan bagian atas, termasuk bersin dan keluarnya cairan dari hidung dan mata. Gejala herpesvirus kucing dapat diperburuk oleh stres.
Herpes pada kucing dapat berbeda dalam keadaan dorman tetapi mengalami siklus aktif. Misalnya, kucing mungkin pulih dari gejala pernapasan dan baik-baik saja untuk beberapa waktu, lalu sakit lagi ketika terjadi situasi yang menimbulkan stres.
2. Infeksi bakteri

Infeksi bakteri hampir selalu menjadi penyebab sekunder atau faktor penyerta saat kucing mengalami gangguan pada saluran pernapasan bagian atas. Pemilik kucing bisa mendeteksi tanda-tanda infeksi bakteri ini secara kasat mata dengan ciri-ciri kucing yang selalu bersin dan keluarnya lendir atau kotoran berwarna kuning dari area hidung. Bakteri seperti Chlamydophila, Mycoplasma, dan Bordetella semuanya dapat menyebabkan infeksi hidung.
3. Peradangan dan iritasi di hidung

Adanya peradangan dan iritasi pada hidung dapat memicu bersin terus-menerus pada kucing. Kondisi ini biasanya disebut sebagai rinitis kronis. Selain biopsi hidung yang harus dilakukan di bawah anestesi, tidak ada tes yang baik untuk mendiagnosis kondisi peradangan sebagai satu-satunya penyebab bersin pada kucing. Biasanya, peradangan diidentifikasi sebagai penyebabnya hanya setelah semua penyebab lain dikesampingkan.
4. Menghirup benda asing

Salah satu kebiasaan kucing adalah mengendus benda asing di sekitarnya, mereka kadangkala mengendus rumput, karpet, dan benda lainnya yang dapat menyebabkan iritasi pada saluran hidung. Ketika benda asing ini terhirup oleh kucing, respons tubuhnya adalah bersin untuk mengeluarkan benda asing tersebut. Cara ini kemungkinan berhasil untuk partikel yang lebih kecil seperti debu atau bulu halus.
Namun, jika benda terlalu besar dan tidak dapat dikeluarkan hanya dengan bersin, situasi ini dapat didiagnosis dengan rinskopi, yakni dengan memasukkan kamera ke dalam hidung kucing setelah dibius. Bisa juga dilakukan pembersihan hidung dengan cara melarutkan garam steril yang dimasukkan ke dalam saluran hidung di bawah anestesi untuk menghilangkan material yang tidak dapat dkeluarkan melalui bersin.
5. Infeksi gigi

Penyakit gigi juga dapat menyebabkan kucing bersin-bersin. Di mana akar gigi pada rahang atas terletak tepat di sebelah saluran hidung. Ketika gigi terinfeksi atau terjadi peradangan parah, penghalang antara rongga gigi dan hidung dapat ditembus. Jadi, ketika kucing makan, sisa makanan dapat masuk ke hidung dan memicu bersin. Untuk mengatasinya, fokuslah pada pengobatan gigi terlebih dulu agar bersinnya mereda.
6. Alergi

Alergi pada kucing umumnya menyerang kulit, yang ditandai dengan gatal, kerontokan bulu, hingga luka iritasi. Meski begitu, kucing dengan kondisi tertentu tetap bisa mengalami gejala lain seperti mata berair, batuk, bersin, dan napas berbunyi. Kondisi ini, yang dikenal sebagai 'demam jerami' pada manusia, disebut rinitis alergi dan gejalanya dapat terjadi secara musiman jika disebabkan oleh alergen luar ruangan seperti serbuk sari, atau sepanjang tahun jika disebabkan oleh alergen dalam ruangan seperti debu dan jamur.
Itu dia 6 alasan mengapa kucing sering bersin. Kalau kucingmu hanya bersin sesekali dan tetap aktif seperti biasa, biasaya tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Sebaliknya, jika kucing bersin terus-menerus disertai tubuh yang tampak lesu, mata berair, dan disertai ingus, itu tandanya tubuh sedang meminta pertolongan.



















