- Karoten yang berwarna kuning
- Xantofil yang menghasilkan warna oranye
- Antosianin yang memberi warna merah
Kenapa Beberapa Pohon Menggugurkan Daun?

- Pohon menggugurkan daun sebagai strategi bertahan hidup menghadapi musim dingin atau kekeringan, dengan menghentikan produksi klorofil dan menampilkan warna kuning, oranye, hingga merah sebelum daun jatuh.
- Lapisan absisi di pangkal daun memutus hubungan nutrisi saat hormon auksin menurun, membuat daun mudah terlepas ketika angin berhembus.
- Pengguguran daun membantu pohon menghemat energi, mengurangi kehilangan air, mencegah kerusakan akibat badai, melindungi pembuluh dari pembekuan, serta mendaur ulang nutrisi penting sebelum musim sulit.
Setiap musim tertentu, terutama saat cuaca mulai dingin atau kering, banyak pohon tiba-tiba kehilangan daunnya. Hutan yang tadinya hijau perlahan berubah menjadi kuning, oranye, sampai merah sebelum akhirnya pohon terlihat “botak”. Sekilas memang tampak seperti pohon sedang mati, padahal sebenarnya itu adalah strategi bertahan hidup yang sangat cerdas.
Fenomena ini dikenal sebagai pengguguran daun atau abscission. Pohon-pohon jenis gugur daun (deciduous trees) sudah mengembangkan mekanisme ini selama jutaan tahun agar bisa bertahan dalam kondisi lingkungan yang tidak ideal, seperti musim dingin atau kekeringan panjang. Yuk, kita bahas lebih dalam lagi kenapa pohon-pohon menggugurkan daunnya!
1. Pohon bisa membaca perubahan musim
Pohon ternyata mampu mendeteksi perubahan lingkungan di sekitarnya. Saat hari mulai lebih pendek dan suhu menurun, pohon akan menerima sinyal bahwa musim yang lebih berat segera datang.
Pada kondisi ini, pohon mulai menghentikan produksi klorofil, yaitu pigmen hijau yang membantu proses fotosintesis. Karena klorofil berkurang, warna-warna lain yang selama ini tersembunyi di daun mulai terlihat, seperti:
Inilah alasan kenapa daun berubah warna sebelum akhirnya jatuh ke tanah.
2. Bagaimana daun bisa lepas dari pohon
Daun tidak jatuh begitu saja. Di pangkal setiap daun terdapat lapisan sel khusus yang disebut lapisan absisi (abscission layer). Lapisan ini menghubungkan daun dengan cabang pohon.
Selama musim semi dan musim panas, lapisan tersebut membantu menyalurkan air serta nutrisi ke daun. Namun, ketika musim berubah, produksi hormon auksin menurun sehingga hubungan antara daun dan cabang melemah perlahan. Akhirnya, sedikit hembusan angin saja sudah cukup membuat daun terlepas.
3. Alasan pohon menggugurkan daun

Menggugurkan daun memberikan banyak keuntungan bagi pohon. Berikut beberapa alasannya:
- Menghemat energi - Saat sinar matahari berkurang, proses fotosintesis menjadi tidak efektif. Daripada terus mempertahankan daun yang tidak lagi produktif, pohon memilih masuk ke fase istirahat untuk menghemat energi. Strategi ini membantu pohon bertahan selama musim yang berat.
- Mengurangi kehilangan air - Daun terus melepaskan air melalui proses penguapan. Ketika tanah membeku atau kondisi sangat kering, akar kesulitan menyerap air. Jika daun tetap dipertahankan, pohon bisa kehilangan terlalu banyak cairan dan mengalami kekeringan.
- Mencegah kerusakan akibat angin dan badai - Cabang tanpa daun lebih mudah dilewati angin. Hal ini mengurangi tekanan pada ranting dan batang saat terjadi badai atau angin kencang. Kalau daun tetap lebat, risiko cabang patah akan lebih besar.
- Melindungi sistem pembuluh pohon - Pada suhu dingin ekstrem, air di dalam daun dapat membeku dan membentuk gelembung udara yang menghambat aliran getah pohon. Kondisi ini dikenal sebagai winter embolism. Dengan menggugurkan daun, pohon dapat mengurangi risiko kerusakan tersebut.
- Mendaur ulang nutrisi - Sebelum daun jatuh, pohon lebih dulu menarik kembali sebagian nutrisi penting seperti nitrogen dan karbon dari daun menuju batang dan akar. Jadi, daun yang menguning sebenarnya sudah “dikosongkan” sebagian kandungan nutrisinya untuk disimpan selama musim sulit.
4. Kenapa tidak semua pohon menggugurkan daun
Tidak semua pohon melakukan hal ini. Pohon konifer seperti pinus atau cemara tetap hijau sepanjang tahun karena memiliki daun berbentuk jarum yang jauh lebih tahan terhadap cuaca dingin. Daun jarum memiliki beberapa keunggulan, misalnya:
- Mengandung resin yang membantu mencegah pembekuan
- Bentuknya kecil sehingga mengurangi penguapan
- Lebih tahan terhadap salju dan angin kencang
Karena itulah pohon cemara tetap hijau bahkan saat musim dingin.
5. Pohon juga bisa menggugurkan daun saat kekeringan
Menariknya, daun tidak selalu gugur karena musim dingin. Dalam kondisi kekeringan parah, beberapa pohon juga sengaja melepaskan daunnya untuk mengurangi kehilangan air. Ini merupakan bentuk pertahanan diri agar pohon tetap hidup meski cadangan air sangat terbatas. Fenomena seperti ini kini makin sering terjadi akibat perubahan iklim dan meningkatnya frekuensi kekeringan di berbagai wilayah dunia.
Pada akhirnya, menggugurkan daun bukan tanda kelemahan pohon, melainkan bentuk adaptasi luar biasa terhadap lingkungan. Dengan “mengorbankan” daunnya sementara waktu, pohon bisa bertahan melewati kondisi sulit dan kembali tumbuh subur ketika keadaan membaik.
Referensi
Better Planet Education. Diakses pada Mei 2026. Leaves - Why do Trees Lose Their Leaves in Winter?
Forestry and Land Scotland. Diakses pada Mei 2026. Why Do Trees Lose Their Leaves?
The Conversation. Diakses pada Mei 2026. Fall is Here: Why Do Some Trees Lose Their Leaves While Others Stay Green?


















![[QUIZ] Apakah Kamu Bisa Membedakan Kambing dan Domba dari Gambar Ini?](https://image.idntimes.com/post/20250604/lambs-looking-front-wooden-barn-11zon-f92567521a71a1e8e846a228594a2593-30af46971d950c7a9d99ab789fc197c9.jpg)