5 Fakta Hooded Oriole, Burung yang Punya Kicauan Mirip Suara Tangisan

- Hooded oriole adalah burung kecil berwarna kuning-oranye cerah yang hidup di wilayah beriklim hangat Amerika, dikenal dengan kicauan jantan mirip suara ratapan saat menarik pasangan dan menandai wilayahnya.
- Burung ini sangat bergantung pada pohon palem untuk bersarang, di mana betina merajut sarang gantung berbentuk kantung di bawah pelepah daun guna melindungi telur dari predator dan cuaca.
- Persebaran hooded oriole meluas ke utara karena banyaknya pohon palem hias di perkotaan, sementara paruh panjangnya memudahkan mereka mencari nektar, buah, dan serangga sebagai sumber makanan.
Hooded oriole (Icterus cucullatus) hidup di kawasan beriklim hangat di Benua Amerika. Burung kecil ini memiliki bulu berwarna kuning hingga oranye cerah yang mudah dikenali saat berada di pepohonan. Spesies ini banyak ditemukan di wilayah Meksiko, Amerika Serikat bagian selatan, hingga Amerika Tengah, terutama di daerah yang ditumbuhi pohon palem dan pepohonan tinggi.
Selain warna bulunya yang khas, hooded oriole juga dikenal memiliki suara yang terdengar seperti orang sedang meratap. Karakter vokalnya berbeda dari kebanyakan burung penyanyi sehingga kerap mengejutkan orang yang baru pertama kali mendengarnya. Burung ini juga memiliki sejumlah kebiasaan unik yang membuatnya menarik untuk dipelajari. Yuk, simak lima faktanya!
1. Karakter vokalnya terdengar seperti suara ratapan

Komunikasi vokal yang dihasilkan burung jantan memiliki nada khas yang mudah dibedakan dari spesies lain. Dilansir laman All About Birds, hooded oriole jantan mengeluarkan kicauan berupa perpaduan siulan cepat, petikan, serta suara obrolan bernada serak. Di sela-sela rangkaian suara tersebut, mereka sering mengeluarkan nada yang meluncur ke bawah sehingga terdengar seperti tangisan atau ratapan. Karakter suara inilah yang membuat kicauannya terdengar tidak biasa bagi orang yang baru pertama kali mendengarnya.
Suara itu dinyanyikan berulang kali dari pucuk pohon saat musim kawin untuk menarik perhatian betina. Selain itu, burung jantan juga memanfaatkannya sebagai penanda wilayah agar jantan lain tidak memasuki area yang telah mereka kuasai. Mereka terus berkicau dari tajuk pohon untuk menegaskan wilayah teritorialnya sekaligus memberi tahu burung lain bahwa area tersebut sudah ditempati.
2. Sangat bergantung pada pohon palem

Selain memiliki suara yang khas, hooded oriole juga cukup selektif saat memilih tempat hidup. Dilansir laman Audubon, burung ini lebih sering menempati kawasan terbuka di dataran rendah yang banyak ditumbuhi pohon palem. Banyaknya pohon palem sangat memengaruhi persebaran populasi mereka di berbagai wilayah karena pepohonan tersebut menyediakan tempat yang aman untuk bersarang.
Mereka sering ditemukan di sepanjang koridor sungai yang dipenuhi palem, kawasan pinggiran gurun, hingga taman-taman perkotaan yang ditanami pohon tersebut. Jika suatu wilayah minim pohon palem, kelompok burung ini biasanya akan berpindah ke lokasi lain yang lebih sesuai. Kombinasi wilayah beriklim hangat dan pepohonan palem memberi ruang yang ideal bagi mereka untuk mencari makan, beristirahat, dan berkembang biak.
3. Burung betina ahli merajut sarang gantung

Habitat yang dipenuhi pohon palem dimanfaatkan burung betina untuk membuat sarang yang aman bagi telur-telurnya. Masih dari laman Audubon, burung betina merajut sarang berbentuk kantung gantung yang disembunyikan di bagian bawah pelepah daun palem. Posisi tersebut membantu mengurangi risiko sarang terlihat oleh predator yang melintas di udara sekaligus melindunginya dari cuaca.
Sarang dibuat dengan cara melubangi pelepah daun menggunakan paruh, lalu menyisipkan serat tanaman sedikit demi sedikit. Serat daun palem dan rumput kering kemudian dianyam hingga membentuk kantung yang kuat menahan terpaan angin. Bagian dalam sarang dilapisi bulu halus dan rambut hewan agar telur tetap hangat selama masa pengeraman, sehingga anak burung memiliki peluang hidup yang lebih baik setelah menetas.
4. Perluasan wilayah jelajah akibat tanaman hias

Kebiasaan bersarang di pohon palem ikut memengaruhi persebaran hooded oriole. Merujuk kembali pada laman All About Birds, burung ini mampu memperluas wilayah berkembang biaknya ke arah utara karena semakin banyak pohon palem hias yang ditanam di kawasan permukiman. Akibatnya, taman kota dan lingkungan perkotaan kini juga menjadi tempat yang cocok bagi mereka untuk hidup.
Persebarannya bahkan meluas hingga California bagian utara. Sebagian populasi yang hidup di perkotaan juga memilih menetap sepanjang tahun tanpa bermigrasi ke selatan saat musim dingin. Banyaknya pohon palem yang tersedia memberi mereka lebih banyak pilihan lokasi untuk bersarang, sehingga beberapa kelompok dapat bertahan di wilayah tersebut sepanjang tahun.
5. Paruh panjang membantu mencari berbagai jenis makanan

Burung ini juga mudah beradaptasi saat mencari makanan di lingkungan yang berbeda. Dilansir laman Houston Audubon, hooded oriole memiliki paruh panjang, ramping, dan sedikit melengkung ke bawah sehingga dapat mengambil makanan dari celah-celah yang sulit dijangkau burung lain. Bentuk paruh tersebut sangat cocok untuk mengisap nektar dari bunga maupun mengambil cairan dari buah yang matang.
Selain nektar dan buah, hooded oriole juga memakan ulat, belalang, semut, serta berbagai serangga kecil lain sebagai sumber protein. Burung ini bahkan kerap bergelantungan secara terbalik di tempat pakan milik warga untuk mendapatkan air gula. Pola makan yang cukup beragam membuatnya lebih mudah menyesuaikan diri dengan perubahan sumber makanan di habitat alami maupun kawasan permukiman.
Itulah lima fakta menarik tentang hooded oriole, burung kecil yang dikenal karena kicauannya menyerupai suara ratapan. Selain memiliki bulu berwarna cerah, spesies ini juga menyimpan berbagai kebiasaan unik, mulai dari memilih habitat hingga membangun sarang yang rumit. Karakter tersebut membuat hooded oriole semakin menarik untuk dipelajari.




















