Ilustrasi membongkar tas setelah liburan
Meski tidak ada penjelasan ilmiah mengenai bulan Mei terasa lama, namun hal ini dapat dijelaskan melalui teori dan interpretasi fenomena dalam kaitan individu melalui unsur psikologis. Jajak pendapat mengenai opini lamanya bulan dapat membawa sebagian orang pada pemahaman bagaimana psikologi individu dapat memengaruhi persepsi waktu dan perasaannya.
Salah satu faktor yang menjadi penyebab bulan Mei terasa lama dan menjadi boros bagi sebagian orang mungkin karena mengalami post-holiday blues, merupakan istilah penggambaran perasaan negatif yang timbul ketika seseorang harus kembali ke rutinitas sehari-hari setelah periode liburan yang menyenangkan atau istirahat yang panjang.
Salah satu faktor penyebab post-holiday blues adalah mengalami financial stress atau tekanan finansial. Tekanan finansial ini dapat dirasakan dimulai dari biaya liburan yang besar dan pengeluaran yang tidak berhenti-henti hingga menyebabkan gangguan kecemasan.
Para peneliti juga telah menemukan bahwa merasa kecewa, kelelahan, atau bahkan sedih setelah liburan merupakan salah satu faktor yang membuat sebagian orang terkena post-holiday blues. Namun, post-holiday blues biasanya ringan dan berlangsung singkat.
Itulah penjelasan dan faktor mengenai kenapa bulan Mei terasa lama. Dengan kombinasi faktor-faktor tersebut, tidak mengherankan bahwa Bulan Mei terasa berlangsung lebih lama dari biasanya bagi banyak orang.
Namun, penting untuk diingat bahwa persepsi waktu sangat subjektif dan dapat bervariasi antara individu. Mungkin bagi beberapa orang, Bulan Mei justru terasa berlalu begitu cepat. Bagaimana pendapat kalian mengenai bulan Mei terasa lama ini?
Referensi:
Verywell Health. Diakses pada Mei 2024. What Are the Post-Holiday Blues?