Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kenapa Bulan Mei Terasa Lama? Ini Alasan Logisnya
ilustrasi aplikasi kalender (freepik.com/freepik)
  • Banyaknya hari libur dan cuti bersama di bulan Mei 2024 membuat bulan terasa lebih lama dari biasanya.
  • Warganet bereaksi dengan kreatif membuat meme dan guyonan di media sosial tentang fenomena bulan Mei yang terasa lama.
  • Faktor psikologis seperti post-holiday blues dan tekanan finansial juga memengaruhi persepsi waktu individu terhadap bulan Mei.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak komentar bertebaran di dunia maya tentang bulan Mei 2024 ini yang terasa lebih lama dari bulan-bulan lainnya. Hal tersebut membuat akhir bulan terasa lama dan gaji bulanan terasa cepat habis. 

Banyak yang menyebarkan opininya masing-masing mengenai fenomena bulan Mei, namun sampai saat ini tidak ada penjelasan ilmiah mengenai bulan Mei lebih lama daripada bulan lainnya. Buat kamu yang penasaran, berikut penjelasan kenapa bulan Mei terasa lebih lama dari bulan-bulan sebelumnya.

Kenapa bulan Mei terasa lama?

Ilustrasi kalender (unsplash.com/Towfiqu barbhuiya)

Permasalahan bulan mei tahun 2024 yang dianggap terasa lama ini membuat Warganet timbul keisengan dengan kreatif hingga membuat meme dan guyonan di sosial media. Hal ini yang menyebabkan banyaknya keluhan dan opini yang dibentuk oleh warganet, seperti mengeluhkan pengeluaran uang yang begitu banyak, hingga uangnya cepat habis dan gajian yang tidak kunjung diberikan.

Salah satu konten Tiktok yang dibuat oleh @SADGIRL, yang turut serta membuat guyonan konten bulan mei yang terasa lama, dan membawa zodiak Gemini yang lahir di bulan Mei. Konten tersebut membuat warganet setuju dan banyak yang memberikan opininya masing-masing.

Masalah ini lantas menjadi topik yang menarik untuk dibahas. Karena sebenarnya, bulan Mei yang terasa begitu lama hanyalah sebuah persepsi belaka. Salah satu faktor yang memengaruhinya yaitu waktu banyaknya tanggal merah di bulan Mei tersebut, 1 Mei 2024, 9 Mei 2024, dan 23 Mei 2024, dan tanggal merah tersebut yang berdekatan dengan hari libur nasional (sabtu dan minggu), serta beberapa perusahaan memberikan hak cuti libur bersama pada 10 Mei 2024 dan 24 Mei 2024. 

Selain itu, bulan Mei ini menjadi bulan awalan bagi semua orang untuk melakukan aktivitas pasca cuti Idul Fitri, liburan lebaran yang terlalu panjang dari 8 sampai 15 April 2024.

Dan karena hal itu, beberapa masyarakat terlena dengan suasana liburan tersebut dan menjadi lebih boros menghabiskan gajinya. Di sisi lain, tanggal gajian yang tak kunjung datang juga menjadi alasan kenapa banyak orang yang mengeluhkan bulan Mei terasa begitu lama. Faktor-faktor diatas

Bisa disebabkan Karena Post-Holiday Blues

Ilustrasi membongkar tas setelah liburan

Meski tidak ada penjelasan ilmiah mengenai bulan Mei terasa lama, namun hal ini dapat dijelaskan melalui teori dan interpretasi fenomena dalam kaitan individu melalui unsur psikologis. Jajak pendapat mengenai opini lamanya bulan dapat membawa sebagian orang pada pemahaman bagaimana psikologi individu dapat memengaruhi persepsi waktu dan perasaannya.

Salah satu faktor yang menjadi penyebab bulan Mei terasa lama dan menjadi boros bagi sebagian orang mungkin karena mengalami post-holiday blues, merupakan istilah penggambaran perasaan negatif yang timbul ketika seseorang harus kembali ke rutinitas sehari-hari setelah periode liburan yang menyenangkan atau istirahat yang panjang.

Salah satu faktor penyebab post-holiday blues adalah mengalami financial stress atau tekanan finansial. Tekanan finansial ini dapat dirasakan dimulai dari biaya liburan yang besar dan pengeluaran yang tidak berhenti-henti hingga menyebabkan gangguan kecemasan.

Para peneliti juga telah menemukan bahwa merasa kecewa, kelelahan, atau bahkan sedih setelah liburan merupakan salah satu faktor yang membuat sebagian orang terkena post-holiday blues. Namun, post-holiday blues biasanya ringan dan berlangsung singkat. 

Itulah penjelasan dan faktor mengenai kenapa bulan Mei terasa lama. Dengan kombinasi faktor-faktor tersebut, tidak mengherankan bahwa Bulan Mei terasa berlangsung lebih lama dari biasanya bagi banyak orang.

Namun, penting untuk diingat bahwa persepsi waktu sangat subjektif dan dapat bervariasi antara individu. Mungkin bagi beberapa orang, Bulan Mei justru terasa berlalu begitu cepat. Bagaimana pendapat kalian mengenai bulan Mei terasa lama ini?

Referensi:

Verywell Health. Diakses pada Mei 2024. What Are the Post-Holiday Blues?

Editorial Team