ilustrasi lapar (pexels.com/cottonbro studio)
Rasa lapar diatur oleh komunikasi antara saluran pencernaan, jaringan tubuh, dan otak. Salah satu hormon yang terlibat adalah ghrelin, yang membantu meningkatkan dorongan untuk makan dan sering meningkat menjelang waktu makan. Setelah mengonsumsi makanan, sinyal dari saluran pencernaan beserta dengan hormon seperti kolesistokinin dan GLP-1 juga ikut berperan dalam mengatur rasa kenyang. Sistem ini tidak bekerja sendirian karena waktu makan, kualitas tidur, aktivitas, dan kebiasaan juga dapat memengaruhi kapan seseorang merasa lapar.
Ketika hujan turun, aroma makanan hangat, kebiasaan menikmati camilan di rumah, atau lebih banyaknya waktu untuk bersantai dapat memicu keinginan makan terus-menerus. Otak mempelajari hubungan antara situasi tertentu dan pengalaman menyenangkan, sehingga suasana yang familier bisa membuat makanan terasa lebih menggoda. Keinginan tersebut tidak selalu berarti kalau tubuh kita sedang kekurangan energi atau membutuhkan kalori tambahan.
Jadi, kalau setiap hujan turun kamu mendadak ingin makan terus, jangan buru-buru menganggap tubuh sedang membutuhkan energi ekstra. Bisa jadi rasa sejuk membuat makanan hangat terasa lebih menggoda, atau otakmu sudah telanjur mengaitkan suara hujan dengan kenikmatan menyantap sesuatu. Sebab, kadang yang bikin lapar bukan cuma perut yang kosong, melainkan juga suasana yang membuat kita ingin makan lagi.
Referensi:
"Why Rain Makes Us Hungry." Ecoware. Diakses pada Oktober 2026
"Yes, Grey Skies & Rain Can Affect Your Mood & Habits." CBS Broadcasting. Diakses pada Oktober 2026